20 lines
1.5 KiB
Plaintext
20 lines
1.5 KiB
Plaintext
[gd_scene load_steps=4 format=3 uid="uid://bseujl2b7vx2v"]
|
|
|
|
[ext_resource type="PackedScene" uid="uid://c0twqqb3w88f0" path="res://cutstage3_1.tscn" id="1_jm2hq"]
|
|
[ext_resource type="Texture2D" uid="uid://5oljs6cu24ww" path="res://pd1usai.jpg" id="2_s1p7p"]
|
|
[ext_resource type="AudioStream" uid="uid://3uc0t6p3r27" path="res://stage0_1[1].ogg" id="3_33fac"]
|
|
|
|
[node name="Node2D" instance=ExtResource("1_jm2hq")]
|
|
target_scene = "uid://85jgbcdmo4a1"
|
|
dialog_teks = "Lembaran kertas usang kekuningan ini menjadi saksi bisu dari ditandatanganinya Perjanjian Versailles pada tahun 1919. Goresan tinta di atasnya menandai berakhirnya Perang Dunia Pertama, sebuah tragedi besar yang sempat meluluhlantakkan dataran Eropa dan menyisakan jutaan nyawa yang melayang sia-sia. Surat perdamaian ini awalnya disambut dengan gembira, dianggap sebagai simbol akhir dari segala perang di muka bumi dan fajar baru bagi ketenangan dunia.
|
|
|
|
Namun, di balik kata-kata diplomatik yang tertulis di atas kertas tersebut, tersimpan benih dendam yang membara. Perjanjian damai ini nyatanya tidak membawa ketenteraman sejati, melainkan sebuah paksaan yang menyudutkan pihak yang kalah tanpa ampun. Alih-alih mengakhiri konflik, surat lama ini justru menjadi titik awal dari rantai kutukan baru."
|
|
|
|
[node name="Sprite2D" parent="." index="0"]
|
|
position = Vector2(574.2445, 442.88278)
|
|
scale = Vector2(0.973741, 1.0275065)
|
|
texture = ExtResource("2_s1p7p")
|
|
|
|
[node name="AudioStreamPlayer3" parent="." index="6"]
|
|
stream = ExtResource("3_33fac")
|