MIF_E31230535/cutstage3_1b.tscn

20 lines
1.5 KiB
Plaintext

[gd_scene load_steps=4 format=3 uid="uid://c2uay8oencfdj"]
[ext_resource type="PackedScene" uid="uid://c0twqqb3w88f0" path="res://cutstage3_1.tscn" id="1_ofdmi"]
[ext_resource type="Texture2D" uid="uid://ddyt5lb62fyuv" path="res://hitlerblunder.webp" id="2_oagp7"]
[ext_resource type="AudioStream" uid="uid://c5owerpu47so2" path="res://Cutstage3_1b[1].ogg" id="3_pd5c8"]
[node name="Node2D" instance=ExtResource("1_ofdmi")]
target_scene = "uid://dg80vgp5exifp"
dialog_teks = "Namun, gerak cepat Sekutu menuju Berlin tidak hanya didorong oleh kekuatan senjata semata, melainkan juga dipercepat oleh rentetan keputusan fatal Adolf Hitler yang melumpuhkan militernya sendiri. Blunder terbesarnya meliputi perintah konyol \"No Retreat\" yang melarang pasukan mundur untuk menata strategi hingga mereka habis dibantai, keputusannya membagi dua kekuatan tank Panzer di saat genting, serta kegagalannya mengantisipasi arah serangan utama lawan karena terlalu meremehkan kekuatan Sekutu.
Rentetan kesalahan strategi dan rasa paranoid sang diktator ini menjadi bumerang yang menggerogoti lini pertahanan mereka dari dalam. Akibatnya, Berlin yang seharusnya menjadi benteng terakhir yang kokoh, kini justru tersudut dalam kondisi rapuh dan terjebak di ujung tanduk."
[node name="Sprite2D" parent="." index="0"]
position = Vector2(574.50006, 383.5)
scale = Vector2(0.4550781, 0.4442586)
texture = ExtResource("2_oagp7")
[node name="AudioStreamPlayer3" parent="." index="6"]
stream = ExtResource("3_pd5c8")