Add sample documents
This commit is contained in:
parent
b9d6a57c41
commit
c92f20da08
|
|
@ -0,0 +1,576 @@
|
||||||
|
Alat Kontrasepsi
|
||||||
|
|
||||||
|
## Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK) / Implan / Susuk
|
||||||
|
### Definisi
|
||||||
|
|
||||||
|
• Implan adalah alat kontrasepsi yang mengandung hormon yang diletakkan di bawah
|
||||||
|
kulit lengan atas.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Terdiri dari satu atau dua batang plastik kecil yang elastis dan aman.
|
||||||
|
• Implan bersifat tidak permanen dan dapat mencegah kehamilan selama 3 hingga 5
|
||||||
|
|
||||||
|
tahun.
|
||||||
|
### Cara Kerja
|
||||||
|
|
||||||
|
1. Mengentalkan Lendir Rahim: Hormon pada implan dilepaskan secara perlahan,
|
||||||
|
mengentalkan lendir pada mulut rahim sehingga menghambat pergerakan sperma.
|
||||||
|
|
||||||
|
2. Mengganggu Lapisan Rahim: Hormon ini juga mengganggu pembentukan lapisan
|
||||||
|
dinding rahim (endometrium), sehingga sel telur yang sudah dibuahi sulit menempel.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Kelebihan
|
||||||
|
• Sangat Efektif: Efektivitas mencapai 99,95% (hanya 5 dari 10.000 wanita yang
|
||||||
|
hamil).
|
||||||
|
• Ekonomis dan Praktis: Efektif untuk jangka waktu yang lama.
|
||||||
|
• Kesuburan Cepat Kembali: Tingkat kesuburan cepat kembali setelah pencabutan.
|
||||||
|
• Tidak Memerlukan Pemeriksaan Vagina: Pemasangan dilakukan di lengan.
|
||||||
|
• Aman untuk Menyusui: Tidak mengganggu produksi dan kualitas ASI.
|
||||||
|
• Tidak Mengganggu Hubungan Seksual.
|
||||||
|
• Menurunkan Risiko Penyakit: Mengurangi risiko beberapa penyakit radang panggul.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Keterbatasan
|
||||||
|
• Perubahan Pola Haid: Haid bisa menjadi sedikit, tidak teratur, atau jarang.
|
||||||
|
• Perubahan Berat Badan.
|
||||||
|
• Efek Samping Ringan: Beberapa pengguna mengalami sakit kepala, pusing, nyeri
|
||||||
|
payudara, gelisah, dan mual.
|
||||||
|
• Interaksi Obat: Efektivitas menurun jika menggunakan obat tuberkulosis (TBC) atau
|
||||||
|
epilepsi.
|
||||||
|
• Tidak Melindungi dari IMS: Tidak mencegah penularan HIV/AIDS atau Infeksi
|
||||||
|
Menular Seksual lainnya.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Cara Penggunaan
|
||||||
|
Sebelum pemasangan, tenaga kesehatan akan memastikan Anda tidak sedang hamil.
|
||||||
|
#### Cara Pemasangan
|
||||||
|
1. Area pemasangan diberi bius lokal untuk menghindari nyeri.
|
||||||
|
2. Implan diletakkan di bawah kulit lengan atas.
|
||||||
|
3. Proses tidak memerlukan jahitan.
|
||||||
|
4. Waktu pemasangan singkat.
|
||||||
|
5. Dipasang di lengan yang paling nyaman bagi pengguna.
|
||||||
|
6. Implan yang teraba oleh tangan menandakan pemasangan yang benar.
|
||||||
|
|
||||||
|
#### Cara Pencabutan
|
||||||
|
1. Area pencabutan diberi bius lokal.
|
||||||
|
2. Tenaga kesehatan mengeluarkan implan menggunakan alat khusus.
|
||||||
|
3. Bekas luka cukup dibalut dan tidak perlu dijahit.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Waktu Pemasangan
|
||||||
|
• Dapat dipasang kapan saja selama dipastikan tidak hamil.
|
||||||
|
• Dapat dipasang segera setelah bersalin atau keguguran.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Kontraindikasi (Tidak Bisa Digunakan Jika)
|
||||||
|
• Hamil atau diduga hamil.
|
||||||
|
• Menderita kanker payudara atau sedang mengalami sumbatan pembuluh darah.
|
||||||
|
• Mengalami pendarahan vagina yang tidak diketahui sebabnya.
|
||||||
|
• Sedang minum obat untuk TBC, infeksi jamur, atau epilepsi (perlu konsultasi dan
|
||||||
|
kemungkinan metode tambahan seperti kondom).
|
||||||
|
|
||||||
|
### Tempat Pelayanan
|
||||||
|
• Puskesmas, Klinik Pratama, Rumah Sakit.
|
||||||
|
• Praktik Dokter atau Bidan.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Rumor dan Fakta
|
||||||
|
• Rumor: Memasang implan tidak boleh bekerja berat.
|
||||||
|
o Fakta: Tidak ada hubungan. Lengan dapat digunakan normal setelah luka
|
||||||
|
sembuh (sekitar 1 minggu).
|
||||||
|
• Rumor: Implan dapat berpindah-pindah di dalam tubuh.
|
||||||
|
o Fakta: Implan tetap berada di tempat pemasangan sampai dicabut.
|
||||||
|
• Rumor: Darah haid yang tidak keluar akan menumpuk menjadi darah kotor.
|
||||||
|
o Fakta: Implan menghentikan siklus haid, sehingga tidak ada penebalan dan
|
||||||
|
peluruhan dinding rahim. Tidak ada darah kotor yang menumpuk.
|
||||||
|
|
||||||
|
## Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) / Intrauterine Device (IUD)
|
||||||
|
### Definisi
|
||||||
|
|
||||||
|
• IUD adalah alat kontrasepsi berbentuk 'T' yang terbuat dari plastik fleksibel dan dililit
|
||||||
|
tembaga, yang dimasukkan ke dalam rahim.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Dulu dikenal dengan nama spiral.
|
||||||
|
• Sangat efektif untuk mencegah kehamilan hingga 10 tahun.
|
||||||
|
### Cara Kerja
|
||||||
|
1. Menghambat sperma untuk masuk ke saluran sel telur.
|
||||||
|
2. Mencegah pertemuan antara sperma dan sel telur.
|
||||||
|
3. Perubahan kimia akibat lilitan tembaga mengurangi kemampuan sperma untuk
|
||||||
|
|
||||||
|
melakukan pembuahan.
|
||||||
|
### Kelebihan
|
||||||
|
|
||||||
|
• Sangat Efektif: Efektivitas mencapai 99% (hanya 6-8 dari 1.000 wanita yang hamil).
|
||||||
|
• Efektif Seketika: Langsung bekerja setelah pemasangan.
|
||||||
|
• Jangka Panjang & Ekonomis: Masa pakai hingga 10 tahun.
|
||||||
|
• Non-Hormonal: Tidak mengandung hormon sehingga tidak membuat gemuk.
|
||||||
|
• Aman untuk Menyusui: Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI.
|
||||||
|
• Tidak Ada Interaksi Obat.
|
||||||
|
• Kesuburan Cepat Kembali: Segera setelah IUD dilepas.
|
||||||
|
• Menurunkan Risiko Kehamilan Ektopik.
|
||||||
|
### Keterbatasan
|
||||||
|
• Perubahan Siklus Haid: Terutama pada 3-6 bulan pertama, dapat menyebabkan kram,
|
||||||
|
|
||||||
|
haid lebih lama dan lebih banyak.
|
||||||
|
• Tidak Melindungi dari IMS.
|
||||||
|
• Tidak direkomendasikan untuk wanita yang menderita IMS aktif.
|
||||||
|
### Cara Penggunaan
|
||||||
|
• Pemasangan: Dilakukan oleh tenaga kesehatan, idealnya saat menstruasi. Prosedur
|
||||||
|
|
||||||
|
berlangsung sekitar 10 menit.
|
||||||
|
• Pencabutan: Dilakukan oleh tenaga kesehatan, idealnya saat menstruasi.
|
||||||
|
### Waktu Pemasangan
|
||||||
|
• Dapat dipasang kapan saja selama tidak hamil, namun idealnya saat menstruasi.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Kontraindikasi (Tidak Bisa Digunakan Jika)
|
||||||
|
• Hamil atau diduga hamil.
|
||||||
|
• Periode antara 48 jam hingga 4 minggu pasca melahirkan.
|
||||||
|
• Pendarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya.
|
||||||
|
• Menderita IMS aktif (Gonore, Clamidia).
|
||||||
|
• Memiliki kelainan bentuk rahim.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Tempat Pelayanan
|
||||||
|
• Puskesmas, Klinik Pratama, Rumah Sakit.
|
||||||
|
• Praktik Dokter atau Bidan.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Rumor dan Fakta
|
||||||
|
• Rumor: IUD bisa berpindah ke jantung atau otak.
|
||||||
|
o Fakta: IUD tetap berada di dalam rahim.
|
||||||
|
• Rumor: IUD membuat wanita tidak subur.
|
||||||
|
o Fakta: Kesuburan dapat segera kembali setelah IUD dilepas.
|
||||||
|
• Rumor: IUD menyebabkan pendarahan terus menerus.
|
||||||
|
o Fakta: Pendarahan lebih panjang di awal adalah efek normal yang akan
|
||||||
|
membaik seiring waktu.
|
||||||
|
|
||||||
|
## Vasektomi (Sterilisasi Pria)
|
||||||
|
### Definisi
|
||||||
|
|
||||||
|
• Vasektomi adalah metode kontrasepsi permanen untuk pria berupa tindakan medis
|
||||||
|
pemotongan dan pengikatan saluran sperma (vas deferens) kanan dan kiri.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Cara Kerja
|
||||||
|
• Pemotongan saluran sperma menyebabkan cairan mani yang keluar saat ejakulasi
|
||||||
|
tidak lagi mengandung sel sperma, sehingga tidak dapat terjadi pembuahan.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Kelebihan
|
||||||
|
• Sangat Efektif: Efektivitas mencapai 97%-98%.
|
||||||
|
• Tidak Mempengaruhi Seksualitas: Kemampuan ereksi, libido, dan volume ejakulasi
|
||||||
|
tetap normal.
|
||||||
|
• Aman dan Cepat: Tindakan medis singkat, bisa dilakukan tanpa pisau bedah.
|
||||||
|
• Sekali Seumur Hidup: Efektif untuk jangka panjang.
|
||||||
|
### Keterbatasan
|
||||||
|
|
||||||
|
• Tidak Langsung Efektif: Perlu menggunakan metode kontrasepsi lain (seperti
|
||||||
|
kondom) selama 3 bulan pertama pasca-operasi.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Memerlukan Tindakan Medis: Harus dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih.
|
||||||
|
• Masa Pemulihan: Perlu istirahat dan menghindari kerja berat selama beberapa hari.
|
||||||
|
• Permanen: Sulit untuk dikembalikan (rekanalisasi), dan keberhasilannya rendah.
|
||||||
|
### Cara Penggunaan
|
||||||
|
• Dilakukan oleh dokter terlatih dengan bius lokal, seringkali dengan metode tanpa
|
||||||
|
|
||||||
|
pisau bedah dan tanpa jahitan.
|
||||||
|
### Kontraindikasi (Tidak Bisa Digunakan Jika)
|
||||||
|
|
||||||
|
• Ada kelainan pada buah zakar atau kantung zakar.
|
||||||
|
• Tidak boleh menjalani pembedahan karena penyakit penyerta.
|
||||||
|
• Belum yakin untuk tidak memiliki anak lagi.
|
||||||
|
• Jumlah anak kurang dari 2 atau anak terakhir berusia di bawah 2 tahun.
|
||||||
|
### Tempat Pelayanan
|
||||||
|
• Puskesmas, Klinik Pratama, Rumah Sakit.
|
||||||
|
• Praktik Dokter.
|
||||||
|
### Rumor dan Fakta
|
||||||
|
• Rumor: Vasektomi sama dengan kebiri.
|
||||||
|
|
||||||
|
o Fakta: Tidak sama. Vasektomi hanya menutup saluran sperma. Testis tetap
|
||||||
|
memproduksi hormon testosteron.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Rumor: Vasektomi menyebabkan impoten.
|
||||||
|
o Fakta: Tidak. Saraf untuk ereksi berada di batang penis, jauh dari lokasi
|
||||||
|
operasi vasektomi.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Rumor: Pria yang divasektomi tidak bisa ejakulasi.
|
||||||
|
o Fakta: Tetap bisa ejakulasi dengan volume cairan mani yang sama, hanya saja
|
||||||
|
tidak mengandung sperma.
|
||||||
|
|
||||||
|
## Tubektomi (Sterilisasi Wanita)
|
||||||
|
### Definisi
|
||||||
|
• Tubektomi adalah metode kontrasepsi permanen bagi wanita dengan cara mengikat,
|
||||||
|
memotong, atau memasang cincin pada saluran telur (tuba falopi) kanan dan kiri.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Cara Kerja
|
||||||
|
• Menutup kedua saluran telur untuk mencegah pertemuan antara sel sperma dengan sel
|
||||||
|
telur, sehingga tidak terjadi pembuahan.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Kelebihan
|
||||||
|
• Sangat Efektif: Efektivitas mencapai 99,5%.
|
||||||
|
• Tidak Mempengaruhi Hormon/Haid: Rahim tidak diangkat, sehingga wanita tetap
|
||||||
|
haid secara normal.
|
||||||
|
• Tidak Mempengaruhi Seksualitas: Tidak ada perubahan fungsi seksual dan tidak
|
||||||
|
mengganggu hubungan seksual.
|
||||||
|
• Aman untuk Menyusui: Tidak mempengaruhi produksi ASI.
|
||||||
|
• Sekali Seumur Hidup: Efektif untuk jangka panjang.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Keterbatasan
|
||||||
|
• Memerlukan Tindakan Medis: Harus dilakukan di rumah sakit atau klinik utama.
|
||||||
|
• Masa Pemulihan: Perlu istirahat 2-3 hari dan tidak mengangkat beban berat selama 1
|
||||||
|
minggu.
|
||||||
|
• Permanen: Sangat sulit, mahal, dan belum umum untuk dibuka kembali.
|
||||||
|
• Tidak Melindungi dari IMS.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Cara Penggunaan
|
||||||
|
• Dilakukan melalui pembedahan kecil untuk menyumbat saluran telur.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Waktu Pemasangan
|
||||||
|
• Segera setelah persalinan normal atau caesar.
|
||||||
|
• Setelah keguguran.
|
||||||
|
• Kapan saja (interval) selama dipastikan tidak hamil.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Kontraindikasi (Tidak Bisa Digunakan Jika)
|
||||||
|
• Hamil atau diduga hamil.
|
||||||
|
• Pendarahan vagina yang belum jelas penyebabnya.
|
||||||
|
• Tidak boleh menjalani pembedahan karena kondisi medis.
|
||||||
|
• Belum mantap untuk tidak memiliki anak lagi.
|
||||||
|
• Jumlah anak kurang dari 2 atau anak terakhir berusia di bawah 2 tahun.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Tempat Pelayanan
|
||||||
|
• Rumah Sakit atau Klinik Utama.
|
||||||
|
### Rumor dan Fakta
|
||||||
|
|
||||||
|
• Rumor: Tubektomi sama dengan mengangkat rahim.
|
||||||
|
o Fakta: Tidak. Tubektomi hanya menutup saluran telur. Wanita tetap mengalami
|
||||||
|
haid.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Rumor: Tubektomi membuat wanita kehilangan hasrat seksual.
|
||||||
|
o Fakta: Tidak ada hubungannya. Banyak yang merasa lebih nyaman karena
|
||||||
|
tidak khawatir hamil.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Rumor: Tubektomi bisa dibuka lagi.
|
||||||
|
o Fakta: Secara teknis mungkin, tetapi prosedurnya sangat mahal, sulit, dan
|
||||||
|
belum umum dilakukan. Dianggap sebagai metode permanen.
|
||||||
|
|
||||||
|
## Suntik Kombinasi 1 Bulanan
|
||||||
|
### Definisi
|
||||||
|
|
||||||
|
• Metode kontrasepsi yang mengandung hormon progestin dan estrogen, disuntikkan
|
||||||
|
setiap bulan.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Cara Kerja
|
||||||
|
• Mencegah pelepasan sel telur (ovulasi).
|
||||||
|
• Mengentalkan lendir leher rahim untuk menghambat sperma.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Kelebihan
|
||||||
|
• Efektivitas Tinggi: Mencapai 97%.
|
||||||
|
• Praktis: Tidak perlu digunakan setiap hari.
|
||||||
|
• Tidak mengganggu hubungan suami istri.
|
||||||
|
• Mengurangi risiko kanker endometrium dan kehamilan ektopik.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Keterbatasan
|
||||||
|
• Mengganggu Produksi ASI.
|
||||||
|
• Perubahan Pola Haid.
|
||||||
|
• Kemungkinan efek samping: kenaikan/penurunan berat badan, sakit kepala ringan,
|
||||||
|
mual.
|
||||||
|
• Kesuburan Kembali Bertahap: Rata-rata sekitar 5 bulan setelah berhenti.
|
||||||
|
• Tidak Melindungi dari IMS.
|
||||||
|
• Efektivitas berkurang jika digunakan bersamaan obat TBC, jamur, atau epilepsi.
|
||||||
|
### Cara Penggunaan
|
||||||
|
• Disuntikkan oleh tenaga kesehatan setiap 28 hari di bokong, lengan, atau paha.
|
||||||
|
• Jika tidak menyusui eksklusif, diberikan 6 minggu pasca persalinan.
|
||||||
|
• Jika menyusui eksklusif, diberikan 6 bulan pasca persalinan.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Kontraindikasi (Tidak Bisa Digunakan Jika)
|
||||||
|
• Hamil atau diduga hamil.
|
||||||
|
• Menyusui eksklusif kurang dari 6 bulan.
|
||||||
|
• Berusia di atas 40 tahun (risiko penyumbatan pembuluh darah).
|
||||||
|
• Memiliki riwayat hipertensi, perokok berat (>35 tahun), stroke, atau penyakit jantung.
|
||||||
|
• Menderita kanker payudara atau penyakit hati akut.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Tempat Pelayanan
|
||||||
|
• Puskesmas, Klinik Pratama, Rumah Sakit.
|
||||||
|
• Praktik Dokter atau Bidan.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Rumor dan Fakta
|
||||||
|
• Rumor: Menyebabkan menopause dini.
|
||||||
|
o Fakta: Tidak mempengaruhi jumlah sel telur, sehingga tidak menyebabkan
|
||||||
|
menopause dini.
|
||||||
|
• Rumor: Menyebabkan tulang keropos.
|
||||||
|
o Fakta: Kandungan estrogen justru dapat meningkatkan kepadatan tulang.
|
||||||
|
|
||||||
|
## Suntik Progestin 3 Bulanan
|
||||||
|
### Definisi
|
||||||
|
|
||||||
|
• Metode kontrasepsi yang hanya mengandung hormon progestin, disuntikkan setiap 3
|
||||||
|
bulan.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Cara Kerja
|
||||||
|
• Mengentalkan lendir leher rahim.
|
||||||
|
• Mencegah pelepasan sel telur (ovulasi).
|
||||||
|
|
||||||
|
### Kelebihan
|
||||||
|
• Efektivitas Tinggi: Mencapai 97%.
|
||||||
|
• Aman untuk Menyusui: Tidak mempengaruhi produksi ASI.
|
||||||
|
• Tidak Mengandung Estrogen: Lebih aman bagi penderita penyakit jantung.
|
||||||
|
• Menurunkan risiko kanker endometrium dan penyakit radang panggul.
|
||||||
|
• Praktis dan cepat.
|
||||||
|
### Keterbatasan
|
||||||
|
• Kesuburan Kembali Lambat: Rata-rata membutuhkan waktu sekitar 10 bulan setelah
|
||||||
|
|
||||||
|
berhenti.
|
||||||
|
• Gangguan Haid: Sangat umum menyebabkan haid tidak teratur atau berhenti sama
|
||||||
|
|
||||||
|
sekali (amenore).
|
||||||
|
• Kemungkinan efek samping: kenaikan berat badan, sakit kepala, penurunan gairah
|
||||||
|
|
||||||
|
seksual.
|
||||||
|
• Tidak Melindungi dari IMS.
|
||||||
|
### Cara Penggunaan
|
||||||
|
• Disuntikkan oleh tenaga kesehatan setiap 3 bulan di otot bokong, lengan, atau paha.
|
||||||
|
### Kontraindikasi (Tidak Bisa Digunakan Jika)
|
||||||
|
• Hamil atau diduga hamil.
|
||||||
|
• Menyusui kurang dari 6 minggu.
|
||||||
|
• Memiliki riwayat penyakit jantung atau hipertensi berat.
|
||||||
|
• Menderita atau memiliki riwayat kanker payudara.
|
||||||
|
### Tempat Pelayanan
|
||||||
|
• Puskesmas, Klinik Pratama, Rumah Sakit.
|
||||||
|
• Praktik Dokter atau Bidan.
|
||||||
|
### Rumor dan Fakta
|
||||||
|
• Rumor: Darah haid yang tidak keluar menumpuk di rahim.
|
||||||
|
|
||||||
|
o Fakta: Tidak. Hormon progestin mencegah penebalan dinding rahim, sehingga
|
||||||
|
tidak ada darah haid yang terbentuk untuk dikeluarkan.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Rumor: Menyebabkan rahim kering atau tidak subur permanen.
|
||||||
|
o Fakta: Tidak. Kesuburan akan kembali, meskipun memerlukan waktu lebih
|
||||||
|
lama dibandingkan metode lain.
|
||||||
|
|
||||||
|
## Metode Amenore Laktasi (MAL)
|
||||||
|
### Definisi
|
||||||
|
|
||||||
|
• Metode kontrasepsi alamiah sementara yang mengandalkan proses menyusui secara
|
||||||
|
eksklusif.
|
||||||
|
• Hanya efektif jika 3 syarat terpenuhi secara bersamaan:
|
||||||
|
1. Ibu belum mendapatkan haid kembali.
|
||||||
|
2. Bayi menyusu secara eksklusif (tanpa makanan/minuman tambahan).
|
||||||
|
3. Usia bayi kurang dari 6 bulan.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Cara Kerja
|
||||||
|
• Aktivitas menyusui merangsang hormon prolaktin, yang menekan hormon kesuburan
|
||||||
|
(estrogen) dan mencegah ovulasi.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Kelebihan
|
||||||
|
• Alamiah dan tanpa efek samping.
|
||||||
|
• Efektivitas tinggi (jika syarat terpenuhi).
|
||||||
|
• Tidak memerlukan biaya, obat, atau alat.
|
||||||
|
• Baik untuk kesehatan ibu dan bayi.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Keterbatasan
|
||||||
|
• Sangat Terbatas Waktunya: Hanya efektif maksimal 6 bulan dan selama syarat
|
||||||
|
terpenuhi.
|
||||||
|
• Memerlukan Komitmen Tinggi: Ibu harus menyusui secara sering, termasuk di malam
|
||||||
|
hari.
|
||||||
|
• Tidak efektif jika salah satu dari 3 syarat utama tidak lagi terpenuhi.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Kontraindikasi (Tidak Bisa Digunakan Jika)
|
||||||
|
• Salah satu dari 3 syarat utama (belum haid, ASI eksklusif, bayi < 6 bulan) tidak
|
||||||
|
terpenuhi.
|
||||||
|
• Bayi memiliki kelainan yang mengganggu proses menyusui.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Tempat Pelayanan
|
||||||
|
• Tidak memerlukan tempat pelayanan khusus, namun konseling bisa didapat dari bidan
|
||||||
|
atau konselor laktasi.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Rumor dan Fakta
|
||||||
|
• Rumor: Ibu sudah menyusui, tapi tetap hamil.
|
||||||
|
o Fakta: Kemungkinan salah satu dari 3 syarat MAL tidak terpenuhi (misalnya,
|
||||||
|
sudah memberi makanan tambahan atau haid sudah kembali).
|
||||||
|
• Rumor: Ibu bekerja tidak bisa menggunakan MAL.
|
||||||
|
o Fakta: Bisa, selama ibu dapat memerah ASI atau menyusui setiap kurang dari
|
||||||
|
4 jam untuk menjaga produksi hormon prolaktin tetap tinggi.
|
||||||
|
## Pil Kombinasi
|
||||||
|
### Definisi
|
||||||
|
|
||||||
|
• Metode kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen dan progesteron yang harus
|
||||||
|
diminum satu pil setiap hari di jam yang sama.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Cara Kerja
|
||||||
|
• Mencegah pelepasan sel telur (ovulasi).
|
||||||
|
• Mengentalkan lendir leher rahim.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Kelebihan
|
||||||
|
• Efektivitas Tinggi: Mencapai 92% pada penggunaan tipikal.
|
||||||
|
• Siklus Haid Teratur: Mengurangi nyeri haid dan jumlah pendarahan.
|
||||||
|
• Mengurangi risiko beberapa jenis kanker (ovarium, endometrium) dan kista.
|
||||||
|
• Mengurangi jerawat.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Keterbatasan
|
||||||
|
• Mengganggu Produksi ASI.
|
||||||
|
• Memerlukan Disiplin Tinggi: Harus diminum setiap hari pada jam yang sama.
|
||||||
|
• Kemungkinan efek samping: sakit kepala ringan, mual, perubahan berat badan.
|
||||||
|
• Tidak Melindungi dari IMS.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Cara Penggunaan
|
||||||
|
• Minum satu pil setiap hari pada waktu yang sama.
|
||||||
|
• Jika lupa 1 pil, segera minum saat ingat (kemungkinan minum 2 pil di hari yang
|
||||||
|
sama).
|
||||||
|
• Jika lupa 2 pil atau lebih, lanjutkan minum pil dan gunakan kondom selama 7 hari
|
||||||
|
berikutnya.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Kontraindikasi (Tidak Bisa Digunakan Jika)
|
||||||
|
• Hamil atau diduga hamil.
|
||||||
|
• Menyusui kurang dari 6 bulan.
|
||||||
|
• Hipertensi, diabetes, perokok berat (>35 tahun).
|
||||||
|
• Memiliki riwayat stroke, penyakit jantung, atau kanker payudara.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Tempat Pelayanan
|
||||||
|
• Fasilitas kesehatan, apotek.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Rumor dan Fakta
|
||||||
|
• Rumor: Pil menumpuk di badan jika digunakan jangka panjang.
|
||||||
|
o Fakta: Hormon dalam pil akan diproses dan dikeluarkan oleh tubuh secara
|
||||||
|
rutin.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Rumor: Pil harus dihancurkan sebelum diminum.
|
||||||
|
o Fakta: Tidak disarankan karena dapat mengurangi efektivitasnya.
|
||||||
|
|
||||||
|
## Pil Progestin / Mini Pil
|
||||||
|
### Definisi
|
||||||
|
|
||||||
|
• Metode kontrasepsi yang hanya mengandung hormon progestin, harus diminum satu
|
||||||
|
pil setiap hari di jam yang sama.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Cara Kerja
|
||||||
|
• Fungsi utama adalah mengentalkan lendir leher rahim.
|
||||||
|
• Pada beberapa wanita, juga dapat mencegah ovulasi.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Kelebihan
|
||||||
|
• Efektivitas Tinggi: Mencapai 97%.
|
||||||
|
• Aman untuk Ibu Menyusui: Tidak mempengaruhi produksi ASI.
|
||||||
|
• Kesuburan cepat kembali setelah berhenti.
|
||||||
|
• Tidak mengganggu hubungan seksual.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Keterbatasan
|
||||||
|
• Perubahan Pola Haid: Sangat umum menyebabkan haid tidak teratur atau bercak.
|
||||||
|
• Memerlukan Disiplin Tinggi: Toleransi keterlambatan minum lebih singkat daripada
|
||||||
|
pil kombinasi.
|
||||||
|
• Kemungkinan efek samping: kenaikan berat badan, perubahan suasana hati, mual.
|
||||||
|
• Tidak Melindungi dari IMS.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Cara Penggunaan
|
||||||
|
• Minum satu pil setiap hari pada waktu yang sama. Aturan jika lupa mirip dengan Pil
|
||||||
|
Kombinasi.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Kontraindikasi (Tidak Bisa Digunakan Jika)
|
||||||
|
• Hamil atau diduga hamil.
|
||||||
|
• Sering lupa minum pil.
|
||||||
|
• Menderita kanker payudara atau penyakit hati.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Tempat Pelayanan
|
||||||
|
• Fasilitas kesehatan, apotek.
|
||||||
|
|
||||||
|
## Kondom
|
||||||
|
### Definisi
|
||||||
|
|
||||||
|
• Sarung silinder tipis yang terbuat dari lateks (karet) yang dipasang pada penis saat
|
||||||
|
berhubungan seksual.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Cara Kerja
|
||||||
|
• Menghalangi sperma agar tidak memasuki vagina.
|
||||||
|
• Menghalangi bakteri/virus untuk mencegah penularan IMS dan HIV.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Kelebihan
|
||||||
|
• Proteksi Ganda: Mencegah kehamilan DAN penularan IMS/HIV.
|
||||||
|
• Mudah Didapat: Tersedia luas tanpa resep dokter.
|
||||||
|
• Non-Hormonal: Tidak ada efek samping hormonal.
|
||||||
|
• Aman untuk ibu menyusui.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Keterbatasan
|
||||||
|
• Efektivitas Tergantung Pemakaian: Efektivitas tipikal 85%, sangat bergantung pada
|
||||||
|
cara penggunaan yang benar dan konsisten.
|
||||||
|
• Mengurangi Sensitivitas: Beberapa pengguna merasa mengurangi kenikmatan.
|
||||||
|
• Hanya Sekali Pakai: Harus selalu tersedia setiap kali berhubungan seksual.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Cara Penggunaan
|
||||||
|
1. Gunakan kondom baru setiap kali berhubungan.
|
||||||
|
2. Pasang saat penis sedang ereksi penuh.
|
||||||
|
3. Pastikan tidak ada udara yang terperangkap di ujungnya.
|
||||||
|
4. Setelah ejakulasi, pegang pangkal kondom dan cabut penis selagi masih ereksi.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Kontraindikasi (Tidak Bisa Digunakan Jika)
|
||||||
|
• Memiliki alergi terhadap bahan lateks.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Tempat Pelayanan
|
||||||
|
• Dapat diperoleh di apotek, toko/minimarket, dan fasilitas kesehatan.
|
||||||
|
|
||||||
|
### Rumor dan Fakta
|
||||||
|
• Rumor: Kondom mengganggu ereksi (impoten).
|
||||||
|
o Fakta: Tidak menyebabkan impoten. Sebaliknya, bagi sebagian orang dapat
|
||||||
|
membantu mempertahankan ereksi.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Rumor: Kondom harus steril.
|
||||||
|
o Fakta: Tidak harus steril, namun harus baru dan belum kedaluwarsa untuk
|
||||||
|
setiap pemakaian.
|
||||||
|
|
||||||
|
Apa itu 1000 HPK
|
||||||
|
|
||||||
|
Periode pengasuhan 1000 HPK dihitung mulai dari hari pertama konsepsi (ibu menjadi
|
||||||
|
hamil) lalu terbentuk embrio hingga anak berusia 2 tahun.
|
||||||
|
Dalam perhitungna metematis adalah dimulai sejak fase kehamilan (270 hari ) hingga anak
|
||||||
|
berusia 2 tahun (730)
|
||||||
|
|
||||||
|
1000 HPK bukan 1000 hari pertama kelahiran malinkan kepanjangan 1000 hari pertama
|
||||||
|
kehidupan.
|
||||||
|
Mengapa 1000 HPK itu penting?
|
||||||
|
Periode 1000 HPK meupakan periode kritis
|
||||||
|
Saat kehamilan 9 minggu hingga kelahiran terjadi pertumbuhan serta perkembangan lebih
|
||||||
|
lanjut pada organ tubuh agar lebih siap untuk hidup di luar kandungan ibu.
|
||||||
|
Otak anak berkembang dengan sangat pesat
|
||||||
|
Apa itu stunting?
|
||||||
|
Stunting merupakan kondisi kurang gizi kronis dalam waktu lama.
|
||||||
|
Umunya tampak saat anak usia 2 tahun.
|
||||||
|
Waktu terbaik mencegah stunting sejak kandungan hingga anak berusia 2 tahun
|
||||||
|
Gejala Stunting
|
||||||
|
Postur anak lebih pendek dari usianya.
|
||||||
|
Proporsi tubuh cenderung mormal ,tetapi anak tampak lebih muda atau kecil untuk sudianya.
|
||||||
|
Berat badan rendah untuk anak seusianya.
|
||||||
|
Pertumbuhan tulang tertunda.
|
||||||
|
Dampak STUNTING
|
||||||
|
Meningkatkan resiko kematian.
|
||||||
|
Lebi rentan terhadap penyakit infeksi
|
||||||
|
Berisiko mengalami penurunan kemampuan intelektual dan produktivitas serta terkena
|
||||||
|
penyakit degeratif (penyakit jantung,diabetes,stroke dan osteoporosis) di masa mendatang)
|
||||||
|
Faktor penyebab anak stunting
|
||||||
|
|
||||||
|
1. Praktek pengasuhan yang tidak baik
|
||||||
|
2. Terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC-Ante Natal Care,Post Natal
|
||||||
|
|
||||||
|
dan pembelajaran dini yang berkualitas.
|
||||||
|
3. Kurangnya akses ke makanan bergizi.
|
||||||
|
4. Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi.
|
||||||
|
|
||||||
|
Hal penting yang harus diperhatikan agar anak tidak STUNTING.
|
||||||
|
|
||||||
|
A. Masa remaja :pola hidup sehat,gizi simbang melalui pola makan yang baik dan
|
||||||
|
benar,suplemen tambah darah( tabelt Fe).
|
||||||
|
|
||||||
|
B. Masa Kehamilan.
|
||||||
|
C. Masa Kelahiran
|
||||||
|
|
||||||
|
• Kelompok anak 0 - 6 bulan
|
||||||
|
• Kelompok anak 7 - 24 bulan
|
||||||
|
|
||||||
|
Pengasuhan yang bijak :
|
||||||
|
|
||||||
|
• Pengaturan makanan harus memperhatikan gizi seimbang dan disesuaikan dengan
|
||||||
|
usia balita.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Pengasuhan dengan asah asih asuh.
|
||||||
|
• Penyediaan sanitasi lingkungan dalam keluarga dan masyarakat.
|
||||||
|
|
||||||
|
Kebutuhan Dasar Anak
|
||||||
|
|
||||||
|
Pengasuhan yang baik mampu memnuhi kebutuhna dasar anak yang meliputi asah,asih dan
|
||||||
|
asuh.
|
||||||
|
|
||||||
|
1. Asah,kebutuhan akan stimulasi mental yang merupakan cikal bakal untuk proses
|
||||||
|
belajar anak.
|
||||||
|
|
||||||
|
2. Asih ,kebutuhan emosi dan kasih sayang.
|
||||||
|
3. Asuh, kebutuhan fisik biomedis meliputi pemberian ASI,gizi yang sesuai kelengkapan
|
||||||
|
|
||||||
|
imunisasi,pengobatan bila anak sakit,pemukiman yang layak,kebersihan individu dan
|
||||||
|
lingkungan ,rekreasi dan bermain.
|
||||||
|
|
||||||
|
|
@ -0,0 +1,45 @@
|
||||||
|
MATERI PRANIKAH
|
||||||
|
|
||||||
|
1. Pengertian Pranikah
|
||||||
|
Pranikah adalah fase persiapan sebelum menikah yang mencakup kesiapan emosional, mental,
|
||||||
|
finansial, sosial, dan spiritual.
|
||||||
|
|
||||||
|
2. Kesiapan Mental dan Emosional
|
||||||
|
Seseorang harus mampu mengontrol emosi, berkomunikasi dengan baik, tidak egois, dan siap
|
||||||
|
bertanggung jawab.
|
||||||
|
|
||||||
|
3. Komunikasi dalam Hubungan
|
||||||
|
Komunikasi yang baik meliputi kejujuran, keterbukaan, dan kemampuan mendengarkan pasangan.
|
||||||
|
|
||||||
|
4. Kesiapan Finansial
|
||||||
|
Pasangan perlu memiliki perencanaan keuangan yang jelas, termasuk penghasilan, tabungan, dan
|
||||||
|
pengelolaan uang.
|
||||||
|
|
||||||
|
5. Peran dan Tanggung Jawab
|
||||||
|
Setiap pasangan harus memahami dan menyepakati pembagian peran dalam rumah tangga.
|
||||||
|
|
||||||
|
6. Manajemen Konflik
|
||||||
|
Konflik harus diselesaikan dengan komunikasi yang baik, tanpa kekerasan atau menyalahkan.
|
||||||
|
|
||||||
|
7. Kesehatan Reproduksi dan Seksual
|
||||||
|
Penting untuk memahami kesehatan reproduksi dan perencanaan kehamilan.
|
||||||
|
|
||||||
|
8. Perencanaan Keluarga
|
||||||
|
Pasangan perlu mendiskusikan jumlah anak dan pola asuh yang akan diterapkan.
|
||||||
|
|
||||||
|
9. Hubungan dengan Keluarga Besar
|
||||||
|
Menjaga hubungan baik dengan keluarga pasangan serta memahami batasan.
|
||||||
|
|
||||||
|
10. Aspek Spiritual dan Nilai Hidup
|
||||||
|
Nilai agama dan prinsip hidup menjadi pedoman dalam menjalani pernikahan.
|
||||||
|
|
||||||
|
11. Legalitas dan Administrasi
|
||||||
|
Meliputi persiapan dokumen pernikahan dan persyaratan hukum.
|
||||||
|
|
||||||
|
12. Risiko Jika Tidak Siap
|
||||||
|
Dapat menyebabkan konflik, perceraian, masalah finansial, dan gangguan mental.
|
||||||
|
|
||||||
|
13. Kesimpulan
|
||||||
|
Persiapan pranikah yang matang akan membantu membangun keluarga yang harmonis dan
|
||||||
|
langgeng.
|
||||||
|
|
||||||
|
|
@ -0,0 +1,662 @@
|
||||||
|
Pendampingan keluarga bagi calon pengantin
|
||||||
|
|
||||||
|
Mempersiapkan Pernikahan dan Kehamilan Calon Pengantin untuk Mencegah Stunting
|
||||||
|
|
||||||
|
Stunting
|
||||||
|
|
||||||
|
Kekurangan gizi kronis pada bayi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang berlangsung lama
|
||||||
|
dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak
|
||||||
|
|
||||||
|
Seorang anak dianggap mengalami stunting jika tinggi badan mereka lebih pendek dari
|
||||||
|
standar usianya (27,67%)
|
||||||
|
|
||||||
|
Apa sajadampak stunting ?
|
||||||
|
|
||||||
|
stunting memiliki dampak pada menurunnya kualitas sumber daya manusia , produktifitas
|
||||||
|
dan daya saing.
|
||||||
|
|
||||||
|
DAMPAK JANGKA PENDEK
|
||||||
|
|
||||||
|
• Terganggunya perkembangan otak
|
||||||
|
• Kecerdasan berkurang
|
||||||
|
• Gangguan metabolisme dalam tubuh
|
||||||
|
• Gangguan pertumbuhan fisik
|
||||||
|
|
||||||
|
DAMPAK JANGKA PANJANG
|
||||||
|
|
||||||
|
• Menurunnya kemampuan kognitif
|
||||||
|
dan prestasti belajar
|
||||||
|
|
||||||
|
• Menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah terpapar penyakit
|
||||||
|
• Meningkatnya risiko memiliki penyakit diabetes, obesitas,penyakit jantung, pembuluh
|
||||||
|
|
||||||
|
daerah, kanker,stroke dan disabilitas pada usia tua
|
||||||
|
|
||||||
|
Catin harus tahu stunting
|
||||||
|
|
||||||
|
• Catin harus mengetahui tentang gejala stunting yaitu perkembangan oatak yang tidak
|
||||||
|
optimal pada anak,gangguan pada pertumbuhan fisik dan metabolisme anak.
|
||||||
|
|
||||||
|
• bila ibunya kurang gizi, maka bayi yang dikandung juga tidak dapat berkembang
|
||||||
|
optimal sehingga berpengaruh juga pada perkembanganorgan-organ penting si bayi.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Setiap catin harus mengecek kesehatan sekaligus memeriksa status gisi di psukesmas
|
||||||
|
terdekat,supaya bisa melahrkan generasi bebas stunting.
|
||||||
|
|
||||||
|
Catin yang berisiko melahirkan anak stunting
|
||||||
|
|
||||||
|
• Status gizi yang buruk,dapat diketahui melalui pengukuran Lingkar Lengan
|
||||||
|
Atas(LILA) dan indeks massa tubuh (IMT).
|
||||||
|
|
||||||
|
• Catin wanita dengan (terlalu muda,terlalu tua,terlalu banyak,dan terlalu dekat)
|
||||||
|
• Catin wanita yang anemia
|
||||||
|
• Catin yang merokok
|
||||||
|
Siklus Terjadi Stunting?
|
||||||
|
Faktor-Faktor Risiko Pemicu Siklus Stunting:
|
||||||
|
• Ketika seorang remaja (calon ibu) mengalami kurang gizi dan anemia.
|
||||||
|
• Ketika remaja tersebut kemudian menjadi ibu yang tetap kurang gizi dan anemia.
|
||||||
|
• Ketika individu tersebut hidup di lingkungan dengan sanitasi yang kurang memadai.
|
||||||
|
|
||||||
|
Tahapan Siklus Stunting
|
||||||
|
Siklus ini adalah sebuah rantai peristiwa yang saling terkait, di mana kondisi di satu tahap
|
||||||
|
akan memengaruhi tahap berikutnya.
|
||||||
|
|
||||||
|
Tahap 1: Pra-Konsepsi (Masa Sebelum Kehamilan)
|
||||||
|
Ini adalah titik awal terjadinya stunting, ditandai dengan periode waktu 6 bulan
|
||||||
|
sebelum konsepsi.
|
||||||
|
• WASPADA STUNTING: Pada fase ini, perlu diwaspadai jika calon ibu memiliki
|
||||||
|
|
||||||
|
kondisi berikut:
|
||||||
|
o Asupan makanan kurang.
|
||||||
|
o Bertubuh kurus.
|
||||||
|
o Mengalami anemia.
|
||||||
|
o Kekurangan zat gizi mikro.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Poin Kunci:
|
||||||
|
o Pesan utamanya adalah "STUNTING TERJADI DIMULAI DARI PRA-
|
||||||
|
KONSEPSI".
|
||||||
|
o Fase ini adalah kesempatan emas untuk "Pemutusan Mata Rantai" agar
|
||||||
|
siklus tidak berlanjut.
|
||||||
|
|
||||||
|
Tahap 2: Peri-Konsepsi (Masa Sekitar Pembuahan)
|
||||||
|
Jika kondisi gizi buruk pada tahap sebelumnya tidak diperbaiki, maka saat terjadi
|
||||||
|
pembuahan, risiko berikut muncul:
|
||||||
|
• Waspada:
|
||||||
|
|
||||||
|
o Kondisi ibu yang Malnourish (malnutrisi), anemia, dan kekurangan
|
||||||
|
mikronutrien lainnya.
|
||||||
|
|
||||||
|
o Hal ini mengakibatkan imunitas tubuh ibu menjadi rendah.
|
||||||
|
o Yang paling fatal, perkembangan janin menjadi terganggu sejak awal.
|
||||||
|
Tahap 3: Masa Kehamilan
|
||||||
|
Tahap ini ditandai dengan periode 4 bulan setelah konsepsi. Kehamilan yang sukses
|
||||||
|
akan berlanjut ke tahap berikutnya. Namun, jika janin sudah terganggu sejak awal,
|
||||||
|
risikonya akan terbawa terus.
|
||||||
|
Tahap 4: Pasca-Melahirkan (Post Partum) hingga Anak Usia 2 Tahun
|
||||||
|
Ini adalah periode kritis setelah bayi lahir.
|
||||||
|
• Kondisi Bayi Saat Lahir:
|
||||||
|
o Bayi berisiko lahir dengan berat badan < 2,5 kg dan memiliki imunitas
|
||||||
|
|
||||||
|
rendah.
|
||||||
|
o Kondisi ini menyebabkan inadequate catch up growth (kemampuan
|
||||||
|
|
||||||
|
mengejar pertumbuhan yang terhambat menjadi tidak memadai).
|
||||||
|
o Dampak jangka panjangnya adalah peningkatan risiko penyakit kronis
|
||||||
|
|
||||||
|
saat dewasa (Increased risk of adult chronic disease).
|
||||||
|
• Faktor Lingkungan Selama Pertumbuhan Anak:
|
||||||
|
|
||||||
|
o Asupan makanan tidak cukup.
|
||||||
|
o Pola asuh yang keliru.
|
||||||
|
|
||||||
|
o Sanitasi dan lingkungan yang buruk.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Dampak pada Tumbuh Kembang Anak:
|
||||||
|
|
||||||
|
o Faktor-faktor di atas menyebabkan penurunan fungsi fisik dan otot anak.
|
||||||
|
|
||||||
|
o Anak juga mengalami kondisi Inadequate food, Health and care (pangan,
|
||||||
|
|
||||||
|
kesehatan, dan perawatan yang tidak memadai).
|
||||||
|
|
||||||
|
Hasil Akhir Siklus
|
||||||
|
|
||||||
|
Jika seluruh kondisi buruk ini terus berlanjut tanpa perbaikan, maka akan
|
||||||
|
|
||||||
|
menghasilkan:
|
||||||
|
|
||||||
|
• BALITA STUNTING TUMBUH JADI REMAJA MUNGIL Remaja mungil ini
|
||||||
|
|
||||||
|
(terutama perempuan) berisiko tinggi untuk kembali masuk ke awal siklus, yaitu
|
||||||
|
|
||||||
|
menjadi calon ibu yang kurang gizi dan anemia, dan melahirkan generasi stunting
|
||||||
|
|
||||||
|
berikutnya.
|
||||||
|
|
||||||
|
Periode Emas: 1000 Hari Pertama Kehidupan
|
||||||
|
|
||||||
|
Garis waktu di bagian bawah gambar menegaskan bahwa rentang waktu dari Konsepsi,
|
||||||
|
|
||||||
|
melalui Kelahiran (Delivery), hingga anak mencapai usia 2 Tahun adalah periode paling
|
||||||
|
|
||||||
|
penting yang disebut PERIODE EMAS. Inilah jendela kesempatan krusial untuk
|
||||||
|
|
||||||
|
intervensi dan pencegahan stunting.
|
||||||
|
|
||||||
|
1. Indeks Massa Tubuh (IMT)
|
||||||
|
|
||||||
|
Catin wanita yang terlalu kurus berisiko tidak mampu mencukupi gizi bagi janin yang
|
||||||
|
|
||||||
|
dikandungnya kelak. Gemuk atau kurusnya seseorang di tentukan dari Indeks Massa
|
||||||
|
|
||||||
|
Tubuh (IMT) yang diukur dengan cara:
|
||||||
|
|
||||||
|
IMT = BB (Kg)
|
||||||
|
|
||||||
|
TB² (m)
|
||||||
|
|
||||||
|
Keterangan:
|
||||||
|
|
||||||
|
BB = Berat Badan (kg) TB = Tinggi Badan (m)
|
||||||
|
|
||||||
|
Klasifikasi nilai IMT sebagai berikut:
|
||||||
|
|
||||||
|
• < 17,0 : Sangat kurus (kekurangan BB tingkat berat)
|
||||||
|
|
||||||
|
• 17 - < 18,5 : Kurus (kekurangan BB tingkat ringan)
|
||||||
|
|
||||||
|
• 18,5 – 25,0 : Normal
|
||||||
|
|
||||||
|
• 5,0 – 27,0 : Gemuk (kelebihan BB tingkat ringan)
|
||||||
|
|
||||||
|
• > 27,0 : Obesitas (kelebihan BB tingkat berat)
|
||||||
|
|
||||||
|
2. Lingkar Lengan Atas (LILA)
|
||||||
|
|
||||||
|
Pengukuran LILA dilakukan untuk mengetahui risiko Kurang Energi Kronik (KEK)
|
||||||
|
|
||||||
|
atau kekurangan gizi berkepanjangan pada catin wanita.
|
||||||
|
|
||||||
|
Untuk mengetahui Kurang Energi Kronis: (KEK)
|
||||||
|
|
||||||
|
Remaja 10 - 14 tahun
|
||||||
|
|
||||||
|
Kurang : < 18,5 cm
|
||||||
|
|
||||||
|
Sedang : 16,0 cm - < 18,5 cm
|
||||||
|
|
||||||
|
Berat : < 16,0 cm
|
||||||
|
|
||||||
|
Remaja 15 - 14 tahun
|
||||||
|
|
||||||
|
Kurang : < 22,0 cm
|
||||||
|
|
||||||
|
Sedang : 18,5 cm - < 22,0 cm
|
||||||
|
|
||||||
|
Berat : < 18,5 cm
|
||||||
|
|
||||||
|
Dewasa
|
||||||
|
> 23,5 cm
|
||||||
|
3. Anemia
|
||||||
|
|
||||||
|
Anemia terjadi ketika kadar protein dalam sel darah merah atau yang biasa disebut
|
||||||
|
hemoglobin (Hb) bernilai kurang dari 12 mg/dl.
|
||||||
|
Ciri wanita yang anemia umumnya akan cepat mengalami 5 L (Lelah, Letih, Lesu,
|
||||||
|
Lemah, Lunglai). Lebih sering pusing dan mata berkunang-kunang
|
||||||
|
Catin yang anemia harus mendapatkan penanganan kesehatan dan gizi hingga
|
||||||
|
mencapai normal dan dianjurkan menunda kehamilan dengan menggunakan alat
|
||||||
|
kontrasepsi.
|
||||||
|
Sementara itu, ibu hamil dikatakan anemia apabila Hb<11 mg/dl dan dapat
|
||||||
|
menimbulkan berbagai akibat seperti pertumbuhan janin terhambat, Bayi Berat Lahir
|
||||||
|
Rendah (BBLR), bayi lahir sebelum waktunya (prematur), resiko pendarahan saat
|
||||||
|
melahirkan, anemia pada bayi yang dilahirkan, serta bayi mengalami kelainan
|
||||||
|
bawaan.
|
||||||
|
Ternyata mudah untuk mencegah catin dari anemia, antara lain dengan:
|
||||||
|
a. Makan makanan yang bersumber protein seperti telur, ayam, ikan, daging.
|
||||||
|
b. Minum Tablet Tambah Darah (TTD) 1 tablet per minggu sebelum hamil dan 1
|
||||||
|
|
||||||
|
tablet perhari selama kehamilan.
|
||||||
|
c. Makan makanan yang bersumber dari zat besi, biasanya ada pada sayuran-sayuran
|
||||||
|
|
||||||
|
yang berwarna hijau seperti bayam, kangkung dan kacang panjang.
|
||||||
|
d. Hindari minum susu, teh dan kopi setelah makan sayur dan minum TTD. Ada
|
||||||
|
|
||||||
|
kandungan dalam susu, teh, dan kopi yang dapat menghambat proses penyerapan
|
||||||
|
zat besi dalam tubuh.
|
||||||
|
4. Hindari 4 Terlalu (Muda, Tua, Banyak, Dekat)
|
||||||
|
|
||||||
|
Kehamilan dan persalinan akan berisiko tinggi apabila catin wanita berusia terlalu
|
||||||
|
muda dan terlalu tua.Usia ideal untuk menikah adalah minimal 21 tahun bagi
|
||||||
|
perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Karena batasan usia ini dianggap sudah siap
|
||||||
|
dalam menghadapi kehidupan keluarga yang dipandang dari sisi kesehatan dan
|
||||||
|
perkembangan emosional. Usia kehamilan ibu yang terlalu muda (dibawah 20 tahun)
|
||||||
|
berisiko lahir bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi BBLR sekitar 20%
|
||||||
|
akan berpengaruh terjadinya stunting.Kehamilan yang terjadi pada usia 35 tahun juga
|
||||||
|
beresiko bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR),
|
||||||
|
kelahiran prematur, keguguran dan ibu alami gangguan kesehatan, misalnya tekanan
|
||||||
|
darah tinggi, diabetes militus, plasenta previa, hingga preeklamasia.
|
||||||
|
|
||||||
|
Rujukan LILA yang rendah & IMT yang tidak normal
|
||||||
|
• LILA > menambah asupan makanan bergizi seimbang yang kaya akan
|
||||||
|
protein,mineral,vitamin,dan mineral
|
||||||
|
• IMT mengatur pola makan gizi simbang dan rutin berolahraga,setidaknya 30 menit
|
||||||
|
perhari.
|
||||||
|
|
||||||
|
Anemia
|
||||||
|
Catin wanita yang anemia harus mendapatkan penanganan kesehatan dan gizi hingga
|
||||||
|
mencapai normal dan dianjurkan menunda kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi.
|
||||||
|
|
||||||
|
Hal hal yang bisa dilakukan:
|
||||||
|
• Konsumsi makanan dengan sumber protein.
|
||||||
|
• Konsumsi TTD(Tablet Tambah Darah) secara rutin.
|
||||||
|
• Konsumsi makanan sumber zat besi.
|
||||||
|
• Hindari minum susu,the,dan kopi setelah konsumsi sayur dan TTD.
|
||||||
|
Hindari Rokok
|
||||||
|
Asap rokok dapat menggangu proses penyerapan gizi pada anak,serta ibu hamil yang terpapar
|
||||||
|
asap rokok memiliki risiko bayi yang lahir prematur dan memiliki berat badan
|
||||||
|
kurang(BBLR).
|
||||||
|
|
||||||
|
Hindari 4 Terlalu (MUDA,TUA,BANYAK,DEKAT)
|
||||||
|
Usia idela menikah:
|
||||||
|
|
||||||
|
• Perempuan 21 Tahun
|
||||||
|
• Laki laki 25 tahun
|
||||||
|
|
||||||
|
Usia kehamilan ibu yang terlalu muda dan terlalu tua berisiko melahirkan bayi dengan berat
|
||||||
|
lahir rendah (BBLR).
|
||||||
|
|
||||||
|
Persiapan Fisik CATIN
|
||||||
|
|
||||||
|
Kenali dan Jaga Alat Reproduksi
|
||||||
|
|
||||||
|
Kualitas kesehatan organ reproduksi catin akan sangat berpengaruh pada kondisi kehamilan.
|
||||||
|
Penting bagi catin (laki-laki dan wanita) untuk mengenal kondisi organ reproduksinya dan
|
||||||
|
menjaganya dari penyakit seperti IMS.
|
||||||
|
|
||||||
|
Terdapat pemeriksaan rutin yang sebaiknya dilakukan oleh catin wanita, yang sebaiknya
|
||||||
|
dilakukan secara rutin setelah aktif secara seksual. Beberapa diantaranya adalah seperti IVA
|
||||||
|
(Inspeksi Visual Asam Asetat)dan papsmear(pemeriksaan untuk mengetahui adanya risiko
|
||||||
|
kanker serviks)
|
||||||
|
|
||||||
|
PeriksaKesehatan Lebih Lengkap
|
||||||
|
|
||||||
|
Selain pemeriksaan kesehatan umum sebelum menikah seperti pemeriksaan BB,TB,IMT,dan
|
||||||
|
anemia,catin juga dapat meminta pemeriksaan kesehatan lanjutan untuk mengetahui adanya
|
||||||
|
kelainan genetic yang dapat berpengaruh pada kesehatan catin kedepanya.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Pemeriksaan TORCH (sekelompok infeksi berbahaya yang dapat menyebabkan
|
||||||
|
komplikasi serius bagi ibu hamil dan janin, yaitu Toxoplasmosis, Other infections
|
||||||
|
(infeksi lain seperti Sifilis dan Hepatitis B), Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan
|
||||||
|
Herpes simplex virus (HSV)
|
||||||
|
|
||||||
|
• Imunisasi Tetanus Toksoid(TT) bagi catin wanita
|
||||||
|
• Imunisasi HPV(vaksinasi untuk melindungi tubuh dari infeksi Human Papillomavirus
|
||||||
|
|
||||||
|
(HPV), penyebab utama kanker serviks (leher rahim), serta kanker lainnya seperti
|
||||||
|
kanker vagina, vulva, penis, anus, dan tenggorokan, serta kutil kelamin) untuk
|
||||||
|
mencegah kanker serviks
|
||||||
|
|
||||||
|
Konsumsi Makanan dengan Gizi Seimbang
|
||||||
|
|
||||||
|
Makanan harus terdiri dari (ISI PIRINGKU):
|
||||||
|
|
||||||
|
• Makanan pokok
|
||||||
|
• Lauk pauk sumber protein
|
||||||
|
• Sayuran
|
||||||
|
• Buah buahan
|
||||||
|
• Minum air putih yang cukup 8 gelas perhari
|
||||||
|
|
||||||
|
Merencanakan Kehamilan
|
||||||
|
|
||||||
|
KB dan Kontrasepsi
|
||||||
|
|
||||||
|
Kehamilan yang ideal adalah kehamilan yang dipersiapkan dan direncanakan dengan baik.
|
||||||
|
|
||||||
|
Metode Modern Jangka Pendek
|
||||||
|
|
||||||
|
Pil KB(hormonal harus diminum secara rutin)
|
||||||
|
|
||||||
|
Tingkat Efektivitas PIL KB adalah 92%
|
||||||
|
|
||||||
|
Pil Kombinasi
|
||||||
|
|
||||||
|
Kelebihan
|
||||||
|
|
||||||
|
• Membantu mengurangu pendarahab menstruasi dan nyeri haid.
|
||||||
|
• Tidak mengganggu hubungan seksual.
|
||||||
|
• Mengurangi risiko kehamilan di luar rahin,kanker ovarium,kanker
|
||||||
|
|
||||||
|
endometrium,kista ovarium,dan penyakit radang panggul.
|
||||||
|
• Mudah didapatkan di fasilitas kesehatan atau apotek.
|
||||||
|
• Mengurangi jerawat
|
||||||
|
• Mengobati PMS
|
||||||
|
|
||||||
|
Keterbatasan
|
||||||
|
|
||||||
|
• Menggangu produksi ASI
|
||||||
|
• Perubahan pola haid
|
||||||
|
• Dapat menyebabkan kenaikan atau penurunan berat badan
|
||||||
|
• Mungkin menyebabkan sakit kepala ringan dan mual
|
||||||
|
• Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan HIV/IMS (Infeksi Menular
|
||||||
|
|
||||||
|
Seksual)
|
||||||
|
|
||||||
|
PIL Progestin/Mini Pil (jenis pil KB harian yang hanya mengandung hormon
|
||||||
|
progestin, bukan estrogen, dan digunakan untuk mencegah kehamilan)
|
||||||
|
|
||||||
|
Kelebihan
|
||||||
|
|
||||||
|
• Tidak mempengaruhi produksi asi
|
||||||
|
• Tidak mengganggu hubungan seksual.
|
||||||
|
• Kesuburan cepat kembali setelah berhenti minum pil.
|
||||||
|
|
||||||
|
Keterbatasan
|
||||||
|
|
||||||
|
• Perubahan pola haid
|
||||||
|
• Dapat menyebabkan kenaikan berat badan
|
||||||
|
• Dapat menyebabkan sakit kepala ringan perubahan suasana hati ,mual.
|
||||||
|
• Tidak memberi perlindungan terhadap penularan HIV/IMS (Infeksi Menular
|
||||||
|
Seksual)
|
||||||
|
|
||||||
|
• Pil progestin tidak ada dalam alkon program,sehingga harus dibeli sendiri.
|
||||||
|
|
||||||
|
Kondom(metode pengahalang mudah didapatkan)
|
||||||
|
|
||||||
|
Tingkat efektivitas kondom 85%
|
||||||
|
|
||||||
|
Kelebihan
|
||||||
|
|
||||||
|
• Mudah didapatkan dan digunakan
|
||||||
|
• Mencegah kehamilan IMS dan HIV sekaligus
|
||||||
|
• Tidak mengganggu produksi ASI
|
||||||
|
• Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus.
|
||||||
|
|
||||||
|
Keterbatasan
|
||||||
|
|
||||||
|
• Caara dan kedisiplinan dalam penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan
|
||||||
|
kontrasepsi.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Harus selalu tersedia setiap kali berhubungan seksual.
|
||||||
|
• Memerlukan kerjasama yang baik dengan pasangan.
|
||||||
|
|
||||||
|
Suntik hormonal dengan jangka waktu tertentu (misal per 3 bulan atau 6 bulan) tingkat
|
||||||
|
efektivitas 97%
|
||||||
|
|
||||||
|
Suntik Kombinasi (1 Bulanan)
|
||||||
|
|
||||||
|
Kelebihan
|
||||||
|
|
||||||
|
Mudah didapatkan dan digunakan
|
||||||
|
|
||||||
|
• Mencegah kehamilan IMS dan HIV sekaligus
|
||||||
|
• Tidak mengganggu produksi ASI
|
||||||
|
• Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus.
|
||||||
|
|
||||||
|
Keterbatasan
|
||||||
|
|
||||||
|
• Caara dan kedisiplinan dalam penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan
|
||||||
|
kontrasepsi.
|
||||||
|
|
||||||
|
• efek samping seperti pusing, nyeri payudara, mual, sakit kepala, dan perubahan
|
||||||
|
suasana hati.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Suntik ini tidak melindungi dari penyakit menular seksual (PMS) dan menyebabkan
|
||||||
|
perdarahan tidak teratur atau flek.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Ada pula risiko kenaikan berat badan dan penundaan kembali kesuburan setelah
|
||||||
|
berhenti suntik, meskipun lebih cepat dibandingkan suntik 3 bulanan.
|
||||||
|
|
||||||
|
Apa Itu 1000 Hari Pertama Kehidupan?
|
||||||
|
|
||||||
|
Seperti yang ditunjukkan oleh garis waktu pada gambar, 1000 HPK adalah periode yang
|
||||||
|
dihitung sejak awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Berikut adalah rincian
|
||||||
|
perhitungannya:
|
||||||
|
1. Masa di Dalam Kandungan: Berlangsung selama kurang lebih 9 bulan atau setara
|
||||||
|
dengan 270 hari.
|
||||||
|
|
||||||
|
2. Masa Setelah Lahir hingga Ulang Tahun Kedua: Berlangsung selama 2 tahun atau
|
||||||
|
setara dengan 730 hari (365 hari x 2).
|
||||||
|
|
||||||
|
Jika dijumlahkan, totalnya adalah 270 hari + 730 hari = 1000 hari.
|
||||||
|
|
||||||
|
Rincian Tahapan Perkembangan dalam 1000 HPK
|
||||||
|
|
||||||
|
1. Fase di Dalam Kandungan (270 Hari)
|
||||||
|
|
||||||
|
• -9 Bulan hingga 0 Bulan:
|
||||||
|
|
||||||
|
o Ini adalah periode di dalam rahim ibu, dimulai dari saat pembuahan
|
||||||
|
(konsepsi).
|
||||||
|
|
||||||
|
o Gambar menunjukkan perkembangan dari sebuah sel menjadi janin yang utuh.
|
||||||
|
|
||||||
|
o Pada fase ini, terjadi pembentukan dan perkembangan pesat seluruh organ
|
||||||
|
vital, termasuk otak, jantung, dan tulang. Kualitas gizi ibu sangat menentukan
|
||||||
|
fondasi kesehatan anak.
|
||||||
|
|
||||||
|
2. Fase Setelah Lahir hingga Usia 2 Tahun (730 Hari) Garis waktu ini menunjukkan
|
||||||
|
pencapaian (milestone) perkembangan anak setelah lahir:
|
||||||
|
|
||||||
|
• 0 Bulan (Hari Kelahiran): Titik awal kehidupan anak di luar kandungan.
|
||||||
|
|
||||||
|
• 3 Bulan (sekitar 100 hari): Bayi mulai bisa mengangkat kepala atau melakukan tummy
|
||||||
|
time.
|
||||||
|
|
||||||
|
• 6 Bulan (sekitar 200 hari): Bayi mulai bisa duduk atau dalam posisi merangkak.
|
||||||
|
|
||||||
|
• 9 Bulan (sekitar 300 hari): Bayi aktif merangkak untuk menjelajahi lingkungan
|
||||||
|
sekitarnya.
|
||||||
|
|
||||||
|
• 12 Bulan / 1 Tahun (sekitar 400 hari): Anak mulai bisa berdiri sendiri dan mengambil
|
||||||
|
langkah pertamanya untuk berjalan.
|
||||||
|
|
||||||
|
• 15 - 18 Bulan (sekitar 500-600 hari): Kemampuan berjalan anak menjadi lebih stabil
|
||||||
|
dan lancar.
|
||||||
|
|
||||||
|
• 21 - 24 Bulan / 2 Tahun (sekitar 700-1000 hari): Anak sudah bisa berjalan dengan
|
||||||
|
percaya diri, bahkan berlari dan aktif bermain. Ini menandai akhir dari periode 1000
|
||||||
|
HPK.
|
||||||
|
|
||||||
|
Mengapa Periode Ini Sangat Penting?
|
||||||
|
|
||||||
|
Masa 1000 HPK disebut sebagai "periode emas" karena pada rentang waktu inilah terjadi:
|
||||||
|
|
||||||
|
• Perkembangan Otak yang Paling Pesat: Koneksi sel-sel saraf di otak terbentuk dengan
|
||||||
|
sangat cepat, yang menjadi dasar kemampuan belajar, kognitif, dan sosial-emosional
|
||||||
|
anak di kemudian hari.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Pertumbuhan Fisik yang Cepat: Pertumbuhan tinggi dan berat badan terjadi secara
|
||||||
|
signifikan.
|
||||||
|
• Pembentukan Sistem Kekebalan Tubuh: Pondasi untuk daya tahan tubuh yang kuat
|
||||||
|
dibangun pada masa ini.
|
||||||
|
|
||||||
|
Pemberian gizi yang optimal (dimulai dari gizi ibu hamil, ASI eksklusif, hingga MPASI yang
|
||||||
|
berkualitas) serta stimulasi dan lingkungan yang mendukung pada masa ini adalah investasi
|
||||||
|
terbaik untuk mencegah stunting dan memastikan anak tumbuh menjadi generasi yang sehat,
|
||||||
|
cerdas, dan produktif.
|
||||||
|
|
||||||
|
Panduan Porsi Makanan Harian untuk Ibu Hamil dan Menyusui
|
||||||
|
Kebutuhan gizi dibagi menjadi dua kelompok utama:
|
||||||
|
|
||||||
|
1. Ibu Hamil Trimester 1
|
||||||
|
2. Ibu Hamil Trimester 2, 3, dan Ibu Menyusui
|
||||||
|
Perbedaan porsi ini menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan energi dan nutrisi seiring
|
||||||
|
dengan bertambahnya usia kehamilan dan selama masa menyusui.
|
||||||
|
Berikut adalah rincian porsi yang dianjurkan berdasarkan jenis bahan makanan:
|
||||||
|
1. Makanan Pokok (Sumber Karbohidrat)
|
||||||
|
|
||||||
|
• Contoh: Nasi, kentang, jagung, atau makanan pokok lainnya.
|
||||||
|
• Porsi Ibu Hamil Trimester 1: 5 porsi sehari.
|
||||||
|
• Porsi Ibu Hamil Trimester 2, 3, & Menyusui: 6 porsi sehari (ada peningkatan 1
|
||||||
|
|
||||||
|
porsi).
|
||||||
|
2. Protein Hewani
|
||||||
|
|
||||||
|
• Contoh: Ayam, ikan, telur, daging.
|
||||||
|
• Porsi Ibu Hamil Trimester 1: 4 potong sehari.
|
||||||
|
• Porsi Ibu Hamil Trimester 2, 3, & Menyusui: 4 potong sehari (porsi tetap).
|
||||||
|
3. Protein Nabati
|
||||||
|
• Contoh: Tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
|
||||||
|
• Porsi Ibu Hamil Trimester 1: 4 potong tempe atau 8 potong tahu sehari.
|
||||||
|
• Porsi Ibu Hamil Trimester 2, 3, & Menyusui: 4 potong tempe atau 8 potong tahu
|
||||||
|
|
||||||
|
sehari (porsi tetap).
|
||||||
|
4. Sayuran
|
||||||
|
|
||||||
|
• Contoh: Tomat, wortel, terong, brokoli, dan sayuran lainnya.
|
||||||
|
• Porsi Ibu Hamil Trimester 1: 4 mangkuk sayur matang sehari.
|
||||||
|
• Porsi Ibu Hamil Trimester 2, 3, & Menyusui: 4 mangkuk sayur matang sehari
|
||||||
|
|
||||||
|
(porsi tetap).
|
||||||
|
5. Buah-buahan
|
||||||
|
• Contoh: Pepaya, pisang, jeruk, dan buah lainnya.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Porsi Ibu Hamil Trimester 1: 4 buah pisang atau 4 potong besar pepaya atau 8
|
||||||
|
potong sedang semangka sehari.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Porsi Ibu Hamil Trimester 2, 3, & Menyusui: 4 buah pisang atau 4 potong besar
|
||||||
|
pepaya atau 8 potong sedang semangka sehari (porsi tetap).
|
||||||
|
|
||||||
|
6. Minyak atau Lemak
|
||||||
|
• Porsi Ibu Hamil Trimester 1: 5 sendok teh sehari.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Porsi Ibu Hamil Trimester 2, 3, & Menyusui: 6 sendok teh sehari (ada peningkatan
|
||||||
|
1 sendok teh).
|
||||||
|
|
||||||
|
7. Gula
|
||||||
|
|
||||||
|
• Porsi Ibu Hamil Trimester 1: 2 sendok makan sehari.
|
||||||
|
• Porsi Ibu Hamil Trimester 2, 3, & Menyusui: 2 sendok makan sehari (porsi tetap,
|
||||||
|
|
||||||
|
ini adalah batas maksimal yang disarankan).
|
||||||
|
|
||||||
|
Apa yang Harus Dilakukan? Strategi Pencegahan Stunting pada Periode Emas 1000
|
||||||
|
Hari Pertama Kehidupan
|
||||||
|
Mengapa Ini Sangat Penting? Karena kekurangan gizi yang terjadi pada periode emas ini
|
||||||
|
bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki di masa kehidupan selanjutnya. Oleh karena itu,
|
||||||
|
tindakan pencegahan sejak dini adalah kunci utama.
|
||||||
|
|
||||||
|
Berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan sesuai dengan tahapan usia anak:
|
||||||
|
1. Selama Masa Kehamilan (280 Hari)
|
||||||
|
|
||||||
|
Tindakan utama adalah fokus pada gizi ibu hamil untuk memastikan janin
|
||||||
|
mendapatkan semua yang dibutuhkan.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Cukupi kebutuhan gizi janin dengan mengonsumsi makanan yang
|
||||||
|
mengandung:
|
||||||
|
o Vitamin A, D, E, K
|
||||||
|
|
||||||
|
o Karbohidrat
|
||||||
|
o Lemak
|
||||||
|
|
||||||
|
o Protein
|
||||||
|
2. Bayi Usia 0-6 Bulan (180 Hari)
|
||||||
|
|
||||||
|
Pada tahap ini, fokus utama adalah pada pemberian nutrisi terbaik yang sesuai dengan
|
||||||
|
sistem pencernaan bayi.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Berikan ASI Eksklusif.
|
||||||
|
• (Menurut gambar) Mulai berikan makanan pendamping ASI (MPASI).
|
||||||
|
Catatan: Rekomendasi umum Kemenkes RI adalah ASI eksklusif selama 6
|
||||||
|
bulan penuh, dan MPASI mulai diberikan saat bayi genap berusia 6 bulan.
|
||||||
|
|
||||||
|
3. Bayi Usia 6-8 Bulan (60 Hari)
|
||||||
|
|
||||||
|
Ini adalah masa perkenalan makanan padat yang sangat penting untuk memenuhi
|
||||||
|
kebutuhan energi bayi yang meningkat.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Mulai perkenalkan makanan yang mengandung gizi lengkap seperti Lemak,
|
||||||
|
Protein, dan Karbohidrat secara lebih sering.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Cek berat badan dan kesehatan anak secara rutin ke fasilitas kesehatan (seperti
|
||||||
|
Posyandu) untuk memantau kurva pertumbuhannya.
|
||||||
|
|
||||||
|
4. Bayi Usia 8-12 Bulan (120 Hari)
|
||||||
|
|
||||||
|
Pada tahap ini, variasi dan keseimbangan gizi menjadi fokus utama.
|
||||||
|
|
||||||
|
• Seimbangkan makanan utama anak dengan asupan tambahan berupa:
|
||||||
|
|
||||||
|
o Sayur
|
||||||
|
|
||||||
|
o Buah-buahan
|
||||||
|
|
||||||
|
o Susu
|
||||||
|
|
||||||
|
Biasa Bersih, Hidup Jadi Sehat
|
||||||
|
|
||||||
|
kebersihan melalui cuci tangan "Biasa Bersih, Hidup Jadi Sehat" yang menekankan bahwa
|
||||||
|
membiasakan diri untuk bersih adalah kunci untuk hidup sehat.
|
||||||
|
|
||||||
|
5 Waktu Penting untuk Cuci Tangan Pakai Sabun. Kelima waktu ini adalah momen-momen
|
||||||
|
krusial di mana risiko penyebaran kuman sangat tinggi, sehingga cuci tangan menjadi wajib
|
||||||
|
dilakukan.
|
||||||
|
|
||||||
|
Berikut adalah kelima waktu penting tersebut:
|
||||||
|
|
||||||
|
1. Sebelum Makan
|
||||||
|
|
||||||
|
Mencuci tangan sebelum makan adalah hal yang sangat penting untuk mencegah
|
||||||
|
kuman, bakteri, dan virus yang menempel di tangan agar tidak ikut masuk ke dalam
|
||||||
|
tubuh melalui makanan yang kita sentuh dan konsumsi.
|
||||||
|
|
||||||
|
2. Sesudah Buang Air Besar
|
||||||
|
|
||||||
|
Tinja mengandung banyak sekali kuman berbahaya yang dapat menyebabkan
|
||||||
|
penyakit, seperti diare dan infeksi pencernaan lainnya. Mencuci tangan dengan sabun
|
||||||
|
setelah dari toilet dapat menghilangkan kuman-kuman tersebut.
|
||||||
|
|
||||||
|
3. Sebelum Memegang Bayi
|
||||||
|
|
||||||
|
Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih sangat rentan. Tangan orang
|
||||||
|
dewasa yang terlihat bersih sekalipun bisa membawa kuman yang berbahaya bagi
|
||||||
|
bayi. Oleh karena itu, wajib mencuci tangan sebelum menyentuh atau menggendong
|
||||||
|
bayi.
|
||||||
|
4. Sesudah Menceboki Anak
|
||||||
|
Sama halnya seperti setelah buang air besar, tangan akan terpapar kuman dari tinja
|
||||||
|
saat membersihkan anak. Mencuci tangan sesudah menceboki anak adalah langkah
|
||||||
|
penting untuk memutus rantai penyebaran kuman ke diri sendiri, lingkungan, atau
|
||||||
|
orang lain.
|
||||||
|
5. Sebelum Menyiapkan Makanan
|
||||||
|
Mencuci tangan sebelum memasak atau menyiapkan makanan bertujuan untuk
|
||||||
|
mencegah kontaminasi silang, yaitu perpindahan kuman dari tangan ke bahan
|
||||||
|
makanan yang akan diolah dan disajikan untuk keluarga.
|
||||||
|
Jadwal Imunisasi Dasar Bayi (Usia 0-18 Bulan)
|
||||||
|
Jadwal imunisasi ini dipaparkan berdasarkan usia bayi, mulai dari baru lahir hingga
|
||||||
|
usia 18 bulan.
|
||||||
|
Berikut adalah rincian jadwal imunisasi sesuai dengan usia anak:
|
||||||
|
Usia 0-7 Hari
|
||||||
|
|
||||||
|
• Jenis Imunisasi: Hepatitis B 0
|
||||||
|
o Diberikan sesaat setelah bayi lahir untuk mencegah infeksi virus
|
||||||
|
Hepatitis B.
|
||||||
|
|
||||||
|
Usia 1 Bulan
|
||||||
|
• Jenis Imunisasi:
|
||||||
|
o BCG
|
||||||
|
o Polio 1
|
||||||
|
|
||||||
|
Usia 2 Bulan
|
||||||
|
• Jenis Imunisasi:
|
||||||
|
o DPT - Hepatitis B - Hib 1
|
||||||
|
o Polio 2
|
||||||
|
|
||||||
|
Usia 3 Bulan
|
||||||
|
• Jenis Imunisasi:
|
||||||
|
o DPT - Hepatitis B - Hib 2
|
||||||
|
o Polio 3
|
||||||
|
|
||||||
|
Usia 4 Bulan
|
||||||
|
• Jenis Imunisasi:
|
||||||
|
o DPT - Hepatitis B - Hib 3
|
||||||
|
o Polio 4
|
||||||
|
o IPV
|
||||||
|
Usia 9 Bulan
|
||||||
|
|
||||||
|
• Jenis Imunisasi: Campak
|
||||||
|
Usia 18 Bulan (Imunisasi Lanjutan/Booster)
|
||||||
|
|
||||||
|
• Jenis Imunisasi:
|
||||||
|
o DPT - Hb - Hib lanjutan
|
||||||
|
o Campak lanjutan
|
||||||
|
|
||||||
Loading…
Reference in New Issue