commit 0537f53a11bb009a6e97d9addeaa786b6efd62ba Author: Evita Date: Thu Jul 30 14:10:00 2026 +0700 commit first diff --git a/Evita Nur Sianturi_Analisis_Performa_Sistem_Absensi_Menggunakan_Aphace_Jmeter.pdf b/Evita Nur Sianturi_Analisis_Performa_Sistem_Absensi_Menggunakan_Aphace_Jmeter.pdf new file mode 100644 index 0000000..f7dae54 --- /dev/null +++ b/Evita Nur Sianturi_Analisis_Performa_Sistem_Absensi_Menggunakan_Aphace_Jmeter.pdf @@ -0,0 +1,4430 @@ + ANALISIS PERFORMA SISTEM ABSENSI + MENGGUNAKAN TEKNIK LOAD TESTING DENGAN + + JMETER DI SMK TARUNA BAKTI KERTOSONO + SKRIPSI + + Oleh + Evita Nur Sianturi + + E41220819 + +PROGRAM STUDI DI LUAR KAMPUS UTAMA (PSDKU) + TEKNIK INFORMATIKA KAB. NGANJUK + JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI + POLITEKNIK NEGERI JEMBER + 2026 + ANALISIS PERFORMA SISTEM ABSENSI + MENGGUNAKAN TEKNIK LOAD TESTING DENGAN + + JMETER DI SMK TARUNA BAKTI KERTOSONO + SKRIPSI + + Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains Terapan + Komputer (S.Tr.Kom) di Program Studi Di Luar Kampus Utama + (PSDKU) Teknik Informatika Kab. Nganjuk + Jurusan Teknologi Informasi + + Oleh + + Evita nur Sianturi + E41220819 + +PROGRAM STUDI DI LUAR KAMPUS UTAMA (PSDKU) + TEKNIK INFORMATIKA KAB. NGANJUK + JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI + POLITEKNIK NEGERI JEMBER + 2026 + + ii + HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL + + KEMENTERI AN PENDI DI KAN TI NGGI SAI NS, DAN TEKNOLOGI + + iii + SURAT PERNYATAAN + +iv + SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI + v + MOTTO + +"Setiap revisi adalah langkah menuju versi terbaik dari diri sendiri." + (Penulis) + + vi + PERSEMBAHAN + + Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala +kasih, berkat, dan penyertaan-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi +ini dengan baik. Proses penyusunan skripsi ini memberikan banyak pelajaran, +pengalaman, perjuangan, serta tantangan yang mampu membentuk saya +menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih baik, khususnya kepada : + +1. Kedua orang tua tercinta, yang selalu memberikan doa, dukungan, kasih + sayang, pengorbanan, dan semangat tanpa henti selama saya menempuh + pendidikan hingga menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih atas segala + perjuangan dan kepercayaan yang selalu diberikan kepada saya. + +2. Almarhum kakek dan nenek tercinta yang semasa hidupnya selalu + memberikan kasih sayang, doa, perhatian, serta semangat kepada saya untuk + terus melanjutkan pendidikan hingga ke bangku perkuliahan. Terima kasih + atas semua kenangan, nasihat, dukungan, dan cinta yang telah diberikan. + Semoga beliau bangga melihat saya mampu sampai di tahap ini dan + menyelesaikan pendidikan dengan baik + +3. Dosen pembimbing yang telah memberikan arahan, ilmu, masukan, serta + bimbingan dengan penuh kesabaran sehingga skripsi ini dapat terselesaikan + dengan baik. + +4. Untuk pemilik NIM E41221880 yang selalu menemani, mendengarkan + keluh kesah, memberikan semangat, dukungan, perhatian, serta motivasi + selama proses penyusunan skripsi ini hingga selesai. + +5. Diri saya sendiri yang telah berjuang, bertahan, bangkit, dan tidak menyerah + dalam menyelesaikan seluruh proses hingga berada di titik ini. Terima kasih + karena sudah mampu melewati semua tantangan dengan baik. + + vii + ANALISIS PERFORMA SISTEM ABSENSI MENGGUNAKAN TEKNIK + LOAD TESTING DENGAN JMETER DI SMK TARUNA BAKTI + KERTOSONO + Dibimbing oleh Raditya Arief Pratama, S.Kom., M.Eng. + + Evita Nur Sianturi + Program Studi D-IV Teknik Informatika + + Jurusan Teknologi Informasi + + ABSTRAK + +Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa sistem absensi berbasis +website dan Mobile di SMK Taruna Bakti Kertosono menggunakan teknik load +testing dengan Apache JMeter. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya +penggunaan sistem absensi digital berbasis face recognition dan QR Code yang +digunakan oleh siswa, guru, dan admin secara bersamaan, sehingga berpotensi +memengaruhi stabilitas dan kecepatan respons sistem, terutama pada jam sibuk. +Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait kemampuan sistem dalam +menangani banyak pengguna secara bersamaan dan pentingnya pengujian performa +sebelum sistem digunakan secara optimal. Metode penelitian yang digunakan +adalah load testing dengan bantuan Apache JMeter sebagai tools pengujian +performa sistem. Pengujian dilakukan secara bertahap dengan peningkatan jumlah +pengguna dan dilakukan berulang kali untuk mengetahui konsistensi performa +sistem. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan pendekatan gorilla testing untuk +menguji ketahanan sistem terhadap penggunaan secara intensif dan berulang. +Pengujian difokuskan pada fitur scan QR Code dan kelola perizinan pada aplikasi +mobile, serta fitur rekap absensi pada website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa +aplikasi mobile siswa memiliki performa yang baik berdasarkan parameter Load +Time, Latency, Throughput, dan Error Rate. Nilai Response Time pada sebagian +besar skenario masih berada di atas waktu respons optimal sebesar 0,1 detik. +Pengujian pada website dan aplikasi mobile guru menunjukkan beberapa fitur +mengalami Error Rate di atas 5% akibat keterbatasan lingkungan pengujian, +sedangkan gorilla testing menunjukkan bahwa sebagian besar fitur tetap stabil +selama eksekusi berulang. Hasil penelitian ini menjadi dasar evaluasi untuk +pengembangan sistem absensi. + +Kata Kunci: Sistem Absensi, Load testing, Apache JMeter, Gorilla testing, +Performa Sistem + + viii + ANALISIS PERFORMA SISTEM ABSENSI MENGGUNAKAN + TEKNIK LOAD TESTING DENGAN JMETER DI SMK TARUNA + + BAKTI KERTOSONO + + (PERFORMANCE ANALYSIS OF AN ATTENDANCE SYSTEM USING LOAD + TESTING TECHNIQUES WITH JMETER AT SMK TARUNA BAKTI + KERTOSONO) + Supervised by Raditya Arief Pratama, S.Kom., M.Eng. + + Evita Nur Sianturi + + Study Program of Applied Bachelor in Informatics Engineering + + Department of Information Technology + + ABSRACT + +This study aims to analyze the performance of the web-based and mobile attendance +system at SMK Taruna Bakti Kertosono using the load testing technique with +Apache JMeter. The background of this study is the increasing use of a digital +attendance system based on face recognition and QR Code, which is accessed +simultaneously by students, teachers, and administrators. This condition has the +potential to affect the system's stability and response time, particularly during peak +hours. Therefore, performance testing is required to ensure that the system can +handle multiple concurrent users before being fully implemented. The research +method employed load testing using Apache JMeter as the performance testing tool. +Load testing was conducted by gradually increasing the number of virtual users, +while gorilla testing was performed using repeated execution (looping) on the same +test scenarios to evaluate the system's robustness under continuous operations. The +testing focused on the QR Code scanning and leave request management features +in the mobile application, as well as the attendance report feature on the website. +The results indicate that the student mobile application demonstrated good +performance in terms of Load Time, Latency, Throughput, and Error Rate. However, +the Response Time in most test scenarios remained above the optimal response time +of 0.1 seconds. The website and teacher mobile application showed several features +with an Error Rate exceeding 5% due to testing environment limitations. +Meanwhile, the gorilla testing results showed that most features maintained stable +performance during repeated execution. These findings provide an evaluation that +can be used as a basis for further improvement and development of the attendance +system. + +Keywords: Attendance System, Load testing, Apache JMeter, Gorilla testing, +System Performance. + + ix + RINGKASAN + +Analisis Performa Sistem Absensi Menggunakan Teknik Load testing Dengan +Jmeter Di Smk Taruna Bakti Kertosono, Evita Nur Sianturi, NIM E41220819, +Tahun 2026, 139 hlm., Teknik Informatika, Politeknik Negeri Jember, Raditya Arief +Pratama, S.Kom., M.Eng (Pembimbing). +Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis performa sistem absensi berbasis +website dan mobile di SMK Taruna Bakti Kertosono yang menerapkan teknologi +face recognition dan QR Code. Meningkatnya jumlah pengguna yang mengakses +sistem secara bersamaan berpotensi memengaruhi stabilitas dan kecepatan respons +sistem. Selain itu, penelitian terdahulu masih memiliki keterbatasan, seperti +skenario pengujian yang sederhana, jumlah pengguna yang terbatas, serta belum +mengombinasikan load testing dan gorilla testing. Penelitian ini bertujuan +menganalisis kemampuan sistem dalam menangani beban pengguna, mengevaluasi +performa berdasarkan parameter Load Time, Response Time, Throughput, Latency, +dan Error Rate, serta menguji ketahanan sistem menggunakan gorilla testing. +Pengujian dilakukan menggunakan metode load testing dengan bantuan Apache +JMeter, sedangkan gorilla testing dilakukan melalui perulangan (looping) pada +skenario yang sama untuk menguji ketahanan sistem terhadap eksekusi fitur secara +terus-menerus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mobile siswa +memiliki performa yang baik dengan Load Time di bawah 3 detik, Latency di +bawah 1 detik, Throughput yang stabil, dan Error Rate di bawah 5%. Namun, +Response Time pada sebagian besar skenario masih berada di atas waktu respons +optimal sebesar 0,1 detik. Pengujian pada website dan mobile guru menunjukkan +beberapa fitur memiliki Error Rate di atas 5% akibat keterbatasan lingkungan +pengujian, sedangkan gorilla testing menunjukkan bahwa sebagian besar fitur tetap +stabil selama eksekusi berulang. +Hasil penelitian ini memberikan gambaran mengenai kemampuan sistem dalam +menangani beban pengguna serta menjadi bahan evaluasi bagi pengembang untuk +meningkatkan performa dan keandalan sistem absensi digital di SMK Taruna Bakti +Kertosono. + + x + PRAKAT A + +xi + DAFTAR ISI + + Halaman + +HALAMAN SAMPUL .........................................................................................i + +HALAMAN JUDUL ...........................................................................................ii + +HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL ........................................................iii + +KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI SAINS, DAN TEKNOLOGI ...........iii + +SURAT PERNYATAAN ..................................................................................... iv + +MOTTO.............................................................................................................. vi + +PERSEMBAHAN .............................................................................................. vii + +ABSTRAK .......................................................................................................viii + +ABSRACT ........................................................................................................... ix + +RINGKASAN...................................................................................................... x + +PRAKATA .......................................................................................................... xi + +DAFTAR ISI .....................................................................................................xii + +DAFTAR TABEL ............................................................................................. xiv + +DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xv + +DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................xviii + +BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................................... 1 + +1.1. Latar Belakang....................................................................................... 1 + +1.2. Rumusan Masalah.................................................................................. 5 + +1.3. Tujuan ................................................................................................... 5 + +1.4. Manfaat ................................................................................................. 5 + +1.5. Batasan Masalah .................................................................................... 6 + +BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................... 7 + +2.1. Software testing ..................................................................................... 7 + +2.2. Performance testing ............................................................................... 7 + +2.3. Load testing ........................................................................................... 8 + +2.4. Apache Jmeter ..................................................................................... 11 + +2.5 Website ................................................................................................ 11 + +2.6 Aplikasi Mobile ................................................................................... 12 + +2.7 Application Programming Interface (API) ........................................... 13 + +2.8 Populasi dan Sampel ............................................................................ 14 + +xii + 2.9 Software Testing Life Cycle (STLC) ..................................................... 15 + 2.10 Test Plan .......................................................................................... 20 + 2.11 Test case .............................................................................................. 20 + 2.12 Gorilla testing .................................................................................. 21 + 2.13 Automation testing ........................................................................... 21 + 2.14 State of the Art.................................................................................. 22 +BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN.............................................................. 29 + 3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan ................................................................ 29 + 3.2 Alat dan Bahan ......................................................................................... 29 + 3.3 Tahapan Penelitian ................................................................................... 30 + 3.4 Jadwal Pelaksanaan Penelitian.................................................................. 33 +BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN............................................................... 35 + 4.1. Identifikasi Masalah............................................................................. 35 + 4.2. Studi Literatur..................................................................................... 36 + 4.3. Requirement Analysis........................................................................... 37 + 4.4. Test Planning ....................................................................................... 39 + 4.5. Test case Development ......................................................................... 40 + 4.6. Test Envionment setup.......................................................................... 47 + 4.7. Test Execution...................................................................................... 68 + 4.8. Test Closure ......................................................................................... 95 + 4.9. Hasil Analisis....................................................................................... 98 +BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 106 + 5.1. Kesimpulan........................................................................................ 106 + 5.2 Saran...................................................................................................... 107 +DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 108 +LAMPIRAN .................................................................................................... 113 + + xiii + DAFTAR TABEL + + Halaman + +Tabel 2.1 Contoh Test Plan ................................................................................ 17 + +Table 2.2 Contoh Test Case ................................................................................ 18 + +Tabel 3. 1 Jadwal Penelitian ............................................................................... 33 + +Tabel 4. 1 Rincian Skenario Pengujian ............................................................... 41 + +Tabel 4. 2 Skenario Load testing 2 Mobile Siswa ............................................. 41 + +Tabel 4. 3 Skenario Load testing 3 Mobile Guru............................................... 41 + +Tabel 4. 4 Skenario Gorilla testing 3 ................................................................. 42 + +Tabel 4. 5 test case load testing website ............................................................. 43 + +Tabel 4. 6 test case load testing Mobile siswa..................................................... 44 + +Tabel 4. 7 test case load testing Mobile guru ...................................................... 44 + +Tabel 4. 8 test case Gorilla testing ..................................................................... 46 + +Tabel 4. 9 Spesifikasi Lingkungan Pengujian ..................................................... 47 + +xiv + DAFTAR GAMBAR + + Halaman +Gambar 2.1 STLC (Ruliansyah dkk., 2023)........................................................ 16 +Gambar 2.2 Contoh Pengumpulan Data (Siti hannaniyah Sucipto, 2025)............ 18 +Gambar 3. 1 Tahapan penelitian ......................................................................... 31 +Gambar 4. 1 Thread Group Pada pengujian Website ........................................... 49 +Gambar 4. 2 HTTP Request mengirim fungsi login ........................................... 50 +Gambar 4. 3 HTTP Request mengakses halaman QR Code................................. 50 +Gambar 4. 4 HTTP Request mengakses halaman absensi harian ......................... 51 +Gambar 4. 5 HTTP Request mengakses halaman absensi mapel ......................... 52 +Gambar 4. 6 HTTP Request mengirim data foto ................................................. 52 +Gambar 4. 7 Thread Group pada pengujian Mobile siswa................................... 53 +Gambar 4. 8 HTTP Request mengirim fungsi login ........................................... 54 +Gambar 4. 9 HTTP Request mengirim scan QR Code......................................... 55 +Gambar 4. 10 HTTP Request Menampilkan data perizinan ................................ 56 +Gambar 4. 11 HTTP Request mengirim perizinan .............................................. 57 +Gambar 4. 12 HTTP Request Mengakses data jadwal ........................................ 57 +Gambar 4. 13 HTTP Request Mengakses data pengumuman.............................. 58 +Gambar 4. 14 Thread Group pada pengujian Mobile guru ................................. 59 +Gambar 4. 15 HTTP Request halaman Absensi Kehadiran ................................. 60 +Gambar 4. 16 HTTP Request halaman perizinan................................................ 61 +Gambar 4. 17 HTTP Request Mengirim persetujuan perizinan........................... 62 +Gambar 4. 18 HTTP Request Mengakses halaman jadwal personal ................... 62 +Gambar 4. 19 HTTP Request halaman jadwal kelas ........................................... 63 +Gambar 4. 20 Thread Group pada pengujian Gorilla testing .............................. 64 +Gambar 4. 21 HTTP Request Mengirim Scan QR (Mobile Siswa) ..................... 65 +Gambar 4. 22 HTTP Request Mengirim Update Data Perizinan (Mobile Guru) . 66 +Gambar 4. 23 HTTP Request Mengakses Halaman Absensi Kehadiran + + (Website) ..................................................................................... 67 +Gambar 4. 24 HTTP Request Mengakses Halaman Absensi Mapel (Website)..... 67 + + xv + Gambar 4. 25 Summary Report Load testing pada website................................. 69 +Gambar 4. 26 View Results in Table Load testing pada Website.......................... 69 +Gambar 4. 27 Summary Reports Load testing pada mobile siswa 92 sampel ...... 71 +Gambar 4. 28 View Results in table Load testing pada mobile siswa 92 sampel.. 72 +Gambar 4. 29 Summary Reports Load testing pada mobile siswa 297 sampel .... 74 +Gambar 4. 30 View Results in table Load testing pada mobile siswa 297 + + sampel......................................................................................... 74 +Gambar 4. 31 Summary Reports Load testing pada mobile siswa 1034 sampel .. 76 +Gambar 4. 32 View Results in table Load testing pada mobile siswa 1034 + + sampel......................................................................................... 77 +Gambar 4. 33 Summary Reports Load testing pada mobile guru 38 sampel........ 80 +Gambar 4. 34 View Results in table Load testing pada mobile guru siswa 38 + + sampel......................................................................................... 80 +Gambar 4. 35 View Results Tree Load testing pada mobile guru 38 sampel ........ 80 +Gambar 4. 36 Summary Reports Load testing pada mobile guru 52 sampel........ 83 +Gambar 4. 37 View Results in table Load testing pada mobile guru siswa 52 + + sampel......................................................................................... 84 +Gambar 4. 38 View Results Tree Load testing pada mobile guru 52 sampel ........ 84 +Gambar 4. 39 Summary Reports Load testing pada mobile guru 59 sampel........ 87 +Gambar 4. 40 View Results in table Load testing pada guru siswa 59 sampel ..... 88 +Gambar 4. 41 Summary Reports golilla testing pada scan qr Code absensi mapel + + (mobile siswa)............................................................................. 91 +Gambar 4. 42 View Results in table gorilla testing pada scan qr Code absensi + + mapel (mobile siswa) .................................................................. 92 +Gambar 4. 43 Summary Reports gorilla testing pada post perizinan (mobile siswa) + + .................................................................................................... 92 +Gambar 4. 44 View Results in table gorilla testing pada post perizinan (mobile + + guru) ........................................................................................... 93 +Gambar 4. 45 View Results Tree gorilla testing pada post perizinan (mobile + + guru) ........................................................................................... 93 +Gambar 4. 46 Summary Reports gorilla testing pada Website ............................ 94 + + xvi + Gambar 4. 47 View Results in table gorilla testing pada website ........................ 94 + xvii + DAFTAR LAMPIRAN + + Halaman +Lampiran 1 Kegiatan Wawancara dengan admin .............................................. 113 +Lampiran 2 Kegiatan Wawancara dengan Siswa............................................... 114 +Lampiran 3 Kegiatan Wawancara dengan Guru ................................................ 115 +Lampiran 4 Hasil Wawancara dengan Admin ................................................... 116 +Lampiran 5 Hasil Wawancara dengan Siswa .................................................... 118 +Lampiran 6 Hasil Wawancara dengan Guru...................................................... 120 + + xviii + BAB 1 PENDAHULUAN + +1.1. Latar Belakang + Absensi merupakan salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan, + +terutama dalam memantau kehadiran siswa secara sistematis (Nababan dkk., +2022). Pencatatan kehadiran yang baik dapat membantu sekolah dalam menilai +kedisiplinan siswa, mengevaluasi proses pembelajaran, serta menyusun laporan +yang akurat. Namun, metode absensi tradisional, seperti pencatatan secara +manual atau penggunaan daftar kehadiran, sering kali menghadapi masalah, +seperti ketidakakuratan data, risiko kehilangan catatan, serta proses rekapitulasi +yang memakan waktu lama (Azizah dkk., 2024) Oleh karena itu, berbagai +penelitian terus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sistem pencatatan +kehadiran, termasuk melalui pendekatan berbasis teknologi. + + Salah satu faktor penting dalam pengembangan sistem yang berbasis +teknologi adalah memastikan kinerja yang maksimal, terutama terkait dengan +kecepatan dan kestabilan sistem ketika digunakan oleh banyak pengguna. +Penelitian sebelumnya tentang pengujian beban telah dilakukan oleh (Tejaya +dkk., 2023)dalam penelitian mereka yang berjudul "Pengujian situs web +Invitees dengan metode pengujian beban menggunakan Apache JMeter". Hasil +dari nilai Error Rate 0% tidak mencerminkan kestabilan sistem, karena +performa menurun drastis saat jumlah pengguna bertambah, menunjukkan +sistem belum siap menangani akses secara serentak. Penelitian lain dari +(Raweyai & Widiasari, 2024) menemukan website menunjukkan performa baik +secara keseluruhan, terdapat indikasi potensi penurunan performa jika trafik +melebihi batas pengujian saat ini, serta kurangnya data teknis tambahan seperti +Throughput, beban maksimum, dan pemakaian sumber daya, yang penting +untuk analisis kapasitas dan perencanaan skalabilitas jangka panjang. Pada studi +oleh (Abda’u dkk., 2024) terdapat skenario pengujian yang sederhana, skala +beban yang terbatas, serta Error Rate yang tinggi tanpa analisis penyebab. +Selain itu, tidak ada monitoring sumber daya sistem dan uji tidak dilakukan + + 1 + 2 + +berulang. Metrik yang digunakan juga terbatas, sehingga hasil pengujian kurang +komprehensif dan belum mencerminkan kondisi nyata secara menyeluruh. Pada +Penelitian (Ginasari dkk., 2021) kelemahan dari stress testing dalam studi ini +terletak pada batas maksimum yang terlalu ringan di 75 sampel, skenario +pengujian yang tidak cukup rumit, serta kurangnya analisis mengenai reaksi dan +faktor penyebab kegagalan sistem ketika menghadapi tekanan yang tinggi. +Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini juga diperkuat dengan beberapa +penelitian terdahulu yang menggunakan metode load testing untuk mengukur +kemampuan sistem dalam menangani sejumlah pengguna secara bersamaan, +serta metode gorilla testing yang difokuskan pada pengujian satu modul tertentu +secara berulang untuk mengetahui tingkat kestabilan sistem pada kondisi beban +tinggi (Desy Intan Permatasari, 2020). + + Terutama di SMK Taruna Bakti Kertosono, sistem kehadiran telah +diperbaharui menggunakan pendekatan AI dengan menggunakan pendekatan +face recognition untuk mencatat kehadiran secara otomatis, siswa juga +melakukan absensi digital pada aplikasi mobile. Admin bertanggung jawab +untuk mengelola dan memverifikasi data absensi melalui situs website, +sedangkan siswa dan guru akan dapat mengakses informasi kehadiran melalui +aplikasi Mobile yang sedang dirancang. Akan tetapi, kinerja sistem menjadi +elemen yang yang penting harus diteliti lebih mendalam karena dengan +bertambahnya jumlah pengguna akan muncul kemungkinan masalah terkait +stabilitas dan kecepatan sistem. Berdasarkan hasil wawancara menunjukkan +bahwa pihak admin mengungkapkan kekhawatiran bahwa performa sistem +dapat turun saat diakses secara bersamaan, terutama pada jam sibuk. Guru dan +siswa menyampaikan harapan agar sistem ini dapat stabil ketika digunakan +secara bersama sama, karena jumlah pengguna mencapai di atas 1000 +pengguna. Masalah tersebut menunjukkan betapa pentingnya melakukan +pengujian kinerja sistem sebelum diterapkan. Apabila tidak diambil tindakan, +risiko seperti keterlambatan akses, serta gangguan saat banyak pengguna +mengakses bersamaan dapat terjadi. Oleh sebab itu, pengujian kinerja sistem +diperlukan untuk memastikan bahwa sistem absensi dapat beroperasi secara + 3 + +maksimal dalam situasi penggunaan yang tinggi. Salah satu cara yang sering +dipakai dalam uji performa adalah load testing, yaitu pendekatan yang +digunakan untuk menilai kemampuan sistem dalam menangani banyak +pengguna secara bersamaan (Dwinur Andrianto dan Fatrianto Suyatno, 2024). +Teknik ini dianggap paling sesuai karna mampu menilai kinerja aplikasi saat +menghadapi peningkatan beban akses drari sejumlah pengguna secara bertahap +(Alga Saputra, 2023). Apache JMeter digunakan sebagai alat uji, Aplikasi ini +dipilih karena merupakan salah satu tools open-source yang banyak digunakan +dalam pengujian performa sistem, Apache Jmeter juga memiliki tampilan +antarmuka yang ramah bahkan dapat digunakan oleh pengguna yang kurang +berpengalaman (Ushakova dkk., 2022). sistem dapat direplikasi dalam kondisi +tekan tinggi sehingga kemungkinan celah dapat ditemukan lebih awal. +Pengujian ini penting untuk memastikan bahwa sistem absensi di SMK Taruna +Bakti Kertosono dapat berfungsi dengan stabil, respons if, dan dapat diandalkan +dalam mendukung proses administrasi kehadiran secara digital tanpa kendala +teknis, serta memberikan pengalaman terbaik bagi semua pengguna, baik +admin, guru, ataupun siswa. + + Penentuan jumlah pengguna pada penelitian ini didasarkan pada hasil +perhitungan tingkat kelonggaran error (margin of error) sebesar 1%, 5%, dan +10%. Semakin kecil nilai margin of error yang digunakan, maka semakin besar +jumlah pengguna virtual yang disimulasikan dalam pengujian (Ridwan & Aji, +2021). Nilai Ramp-up period pada pengujian ditetapkan sama dengan jumlah +user pada masing-masing skenario. Pengaturan ini dilakukan agar peningkatan +jumlah pengguna virtual terjadi secara bertahap, sehingga server tidak +menerima lonjakan request secara tiba-tiba (Malik Fajar Thaha & Tenriawaru, +2023) + + Studi ini akan mengevaluasi kinerja sistem absensi berbasis webite dan +Mobile di SMK Taruna Bakti Kertosono menggunakan metode load testing +dengan Apache JMeter. Penelitian ini akan mengevaluasi kinerja sistem absensi +berbasis website dan mobile di SMK Taruna Bakti Kertosono menggunakan +metode load testing dengan Apache JMeter. Pengujian load testing dilakukan + 4 + +dengan memberikan variasi beban pengguna secara bertahap, mulai dari jumlah +pengguna yang rendah hingga tinggi, untuk mengevaluasi kecepatan respons, +stabilitas sistem, serta kemampuan sistem dalam menangani peningkatan beban +sebelum mengalami penurunan performa. + + Gorilla testing dilakukan dengan menerapkan perulangan (looping) pada +skenario pengujian yang sama untuk mengidentifikasi kemampuan sistem +dalam mempertahankan performanya ketika fitur dijalankan secara berulang +(Indrianto, 2023). Penerapan gorilla testing pada penelitian ini difokuskan pada +fitur utama sistem absensi yang memiliki aktivitas tinggi, yaitu proses +pengiriman hasil scan QR Code absensi mapel oleh siswa, pengambilan data +perizinan siswa pada Mobile guru, serta pengambilan data rekap absensi mapel +dan absensi kehadiran pada website. Menurut (Indrianto, 2023) . Simulasi beban +pengguna dapat lebih mendekati kondisi penggunaan sebenarnya di lingkungan +sekolah. Nilai loop count pada load testing ditetapkan sebanyak 1 kali karena +pengujian difokuskan pada pengukuran kemampuan sistem dalam menangani +akses simultan. Nilai loop count pada gorilla testing ditetapkan sebanyak 100 +kali untuk menguji kestabilan sistem terhadap pengulangan request secara +intensif. + + Parameter pengujian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Load +Time, Response Time, Latency, Throughput, dan Error Rate. Kualitas performa +sistem yang baik ditunjukkan oleh waktu muat (Load Time), waktu respons +(Response Time), dan Latency yang rendah, Throughput yang tinggi, serta Error +Rate yang rendah. Semakin cepat sistem merespons permintaan pengguna, +semakin banyak request yang mampu diproses dalam satuan waktu, dan semakin +kecil tingkat kegagalan yang terjadi, maka semakin baik kualitas performa +sistem dalam melayani banyak pengguna secara bersamaan. Berdasarkan standar +yang digunakan dalam penelitian ini, nilai Load Time yang baik berada di bawah +3 detik agar halaman website maupun aplikasi mobile dapat dimuat dengan +cepat. Nilai Response Time yang optimal berada di sekitar 0,1 detik, sedangkan +Latency yang baik berada di bawah 1 detik sehingga sistem mampu memberikan +respons awal dengan cepat kepada pengguna. Nilai Error Rate yang kurang dari + 5 + +5% menunjukkan bahwa sistem memiliki tingkat keandalan yang baik dalam +memproses permintaan pengguna. Nilai Throughput yang semakin tinggi +menunjukkan bahwa sistem mampu memproses lebih banyak request dalam +satuan waktu, sehingga mencerminkan kapasitas pemrosesan sistem yang +semakin baik (Harry Setiawan & Depandi Enda, 2025). Pengujian difokuskan +pada fitur login dan scan QR Code pada aplikasi mobile serta fitur rekap absensi +pada website. Berdasarkan hasil analisis tersebut, penelitian menghasilkan +rekomendasi perbaikan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam +pengembangan dan optimalisasi sistem absensi di SMK Taruna Bakti Kertosono. +1.2. Rumusan Masalah + + Adapun rumusan masalah yang dibahas pada penelitian ini adalah: +a. Bagaimana menganalisis performa sistem absensi berbasis website dan + + Mobile di SMK Taruna Bakti Kertosono dalam menangani banyaknya + pengguna secara bersamaan? +b. Sejauh mana sistem dapat mempertahankan stabilitas dan kecepatan respons + saat beban pengguna meningkat? + +1.3. Tujuan +Tujuan dari penelitian ini adalah: +a. Menganalisis performa sistem absensi berbasis website dan Mobile di SMK + + Taruna Bakti Kertosono menggunakan teknik load testing dengan JMeter. +b. Sistem dapat mempertahankan stabilitas dan kecepatan respon dengan + + mengidentifikasi batasan maksimum beban yang dapat ditangani. + +1.4. Manfaat +Manfaat dari penelitian ini adalah: +a. Manfaat bagi Siswa + + Meningkatkan kenyamanan siswa dalam memantau data kehadiran melalui + aplikasi Mobile yang cepat dan andal secara langsung. +b. Manfaat bagi Admin + Meningkatkan kemudahan admin untuk mengatur dan memantau data + kehadiran, karena sistem yang sudah melalui pengujian performa dapat + 6 + + tetap berjalan stabil dan optimal meskipun diakses oleh banyak pengguna + secara bersamaan, khususnya pada waktu diakes oleh banyak pengguna. +c. Manfaat bagi Guru + Membantu guru untuk dapat memantau dan mengevaluasi kehadiran dengan + lebih praktis dan cepat, karena sistem sudah stabil dan tidak menghambat + pekerjaan mereka. +d. Manfaat bagi Peneliti + Menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan + evaluasi performa sistem menggunakan teknik load testing, khususnya + dalam konteks sistem informasi pendidikan berbasis website dan mobile. +e. Manfaat bagi Sekolah + Menjadi pertimbangan untuk memperbaiki dan mengembangkan sistem IT + sekolah agar lebih kuat dan dapat diandalkan, sekaligus untuk mendukung + pelaksanaan absensi digital dengan sistem yang stabil. +f. Manfaat bagi Institusi (POLIJE) + Menunjukkan betapa pentingnya melakukan pengujian performa sistem + sebelum diterapkan secara menyeluruh, sekaligus menjadi rujukan dalam + pengembangan sistem absensi digital yang tangguh dan dapat diterapkan di + berbagai institusi pendidikan lainnya. +1.5. Batasan Masalah +Batasan masalah pada penelitian ini, berupa: +a. Objek untuk melakukan pengujian performa menggunakan website dan + aplikasi Mobile absensi di SMK Taruna Bakti Kertosono di Kabupaten + Nganjuk. +b. Penelitian ini menggunakan pendekatan load testing. +c. Hanya menggunakan tools Apache Jmeter + BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA + + 2.1. Software testing + Software testing menurut adalah tahap yang dilakukan untuk menilai + +kinerja dari sebuah aplikasi atau sistem dengan maksud untuk mengidentifikasi +kesalahan dan memastikan perangkat lunak berfungsi sesuai dengan kriteria +yang telah ditetapkan (Hidayat dkk., 2025). Software testing dilakukan untuk +menemukan kesalahan, kekurangan, atau kebutuhan yang belum dipenuhi +dalam sistem atau perangkat lunak yang sedang dalam proses pengembangan +(MARDIATI & SAPUTRA, 2025). Menurut (Zahra dkk., 2025) Software +testing adalah tahap di mana aplikasi yang telah dibuat oleh tim pengembang +dijalankan dan diuji, dengan tujuan menemukan isu atau kesalahan (seperti bug) +yang mungkin ada. Tujuan utama dari pengujian ini adalah untuk memastikan +bahwa aplikasi berfungsi sebagaimana mestinya dan memiliki standar kualitas +yang baik. Pengujian sangat penting karena selama proses pembuatan perangkat +lunak, seringkali ada elemen yang terlewat atau tidak sempurna, sehingga +pengujian menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi dan memperbaiki +masalah tersebut. + + Software testing berperan sebagai langkah akhir yang menentukan +apakah sistem siap digunakan, serta menjadi sarana untuk menjamin bahwa +aplikasi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna. +2.2. Performance testing + + Performance testing menurut Mulana (2022) adalah suatu proses +menjalankan aplikasi dengan mensimulasi virtual user menggunakan sebuah +tools seolah olah aplikasi sedang berjalan dan di akses oleh penguna sebenarnya +untuk mengetahui sistem berjalan dengan baik dan memilki kinerja yang baik. +Pada penelitian (Hamidah dkk., 2025) ada beberapa jenis performance test, +yaitu stress test, load test, Sebagai berikut: +a. Stress testing + + 7 + 8 + + Stress testing merupakan bentuk evaluasi lanjutan yang menekan sistem +hingga mencapai atau melampaui kapasitas maksimumnya. Dengan +memberikan beban yang sangat tinggi, pengujian ini memperlihatkan respons +sistem saat menghadapi keterbatasan sumber daya, kepadatan koneksi database, +atau tekanan berat pada komponen perangkat keras. Metode ini bertujuan untuk +mengidentifikasi potensi titik kegagalan dan mengevaluasi kemampuan sistem +dalam melakukan pemulihan (Hamidah dkk., 2025). +b. Load testing + + Load testing adalah pengujian beban dilakukan dengan memberikan +beban pengguna dalam berbagai tingkat pada sistem perangkat lunak guna +menilai waktu response, pemakaian sumber daya, serta performa sistem secara +keseluruhan dalam berbagai skenario penggunaan. Metode ini berguna untuk +menemukan kendala kinerja, seperti lambatnya waktu respons atau kegagalan +server, yang bisa terjadi ketika jumlah pengguna meningkat (Hamidah dkk., +2025). + + Performance testing merupakan proses penting untuk mengevaluasi +kinerja sistem dengan cara mensimulasikan kondisi penggunaan nyata. Load +testing merupakan metode yang paling tepat untuk digunakan dalam penelitian +ini. Hal ini karena load testing fokus pada pengujian performa sistem dalam +kondisi beban pengguna yang bervariasi, mencerminkan situasi nyata saat +sistem digunakan oleh banyak pengguna secara bersamaan. Metode ini +memungkinkan peneliti untuk mengevaluasi response sistem, penggunaan +sumber daya, dan mengidentifikasi potensi masalah performa yang relevan +dengan kebutuhan pengujian sistem absensi. Sementara itu, stress testing lebih +cocok digunakan untuk menguji ketahanan sistem dalam kondisi ekstrem yang +melebihi kapasitas normal, yang kurang relevan dengan tujuan utama penelitian +ini. +2.3. Load testing + + Load testing menurut (Mutmainnah & Ihsan, 2024) adalah suatu jenis +pengujian non-fungsional yang bertujuan untuk memahami bagaimana +performa aplikasi ketika dihadapkan pada volume klik pengguna yang besar. + 9 + +Pengujian ini memungkinkan kita untuk menilai seberapa baik aplikasi dapat + +menangani lalu lintas yang tinggi. Sedangkan menurut (Setiawan dan Enda, + +2025) pengujian beban merupakan pemeriksaan kinerja evaluatif yang menilai + +respons sistem dalam keadaan dan kondisi beban yang beragam. Pelaksanaan + +pengujian beban dilakukan untuk memastikan kapasitas sistem untuk + +menangani tantangan spesifik atau beban yang dievaluasi, tergantung pada + +berbagai parameter situasional. Pengujian berfokus pada lima parameter yakni + +Load Time, latency, Throughput, Error Rate dan Response Time. perhitungan + +dengan rumus sebagai berikut: + +a. Load Time + +Load Time adalah durasi yang diperlukan agar seluruh elemen pada + +halaman website maupun aplikasi mobile dapat dimuat dan ditampilkan secara + +sempurna pada perangkat pengguna. Metrik ini digunakan untuk mengukur + +kecepatan sistem dalam menyajikan halaman kepada pengguna. Nilai Load + +Time di bawah 3 detik menunjukkan bahwa sistem memiliki waktu muat yang + +baik sehingga mampu memberikan pengalaman pengguna yang optimal. + +b. Latency + +Latency atau waktu tunda merupakan jeda waktu yang berlangsung + +antara permintaan dari klien (pengguna) dan tanggapan awal dari server. Waktu + +latensi yang optimal adalah di bawah 1 detik. Angka Latency dapat dihitung + +menggunakan rumus berikut: + + ℎ ℎ ----------------------- 2.1 + + = ℎ + +c. Throughput + +Throughput mengindikasikan jumlah permintaan (request) yang sukses + +diproses oleh sistem dalam periode waktu tertentu. Indikator ini penting untuk + +menilai kemampuan pemrosesan sistem. Nilai Throughput dapat diperoleh + +melalui rumus: + + ℎ ----------------------- 2.2 +ℎℎ = − + +d. Error Rate + 10 + +Error Rate merupakan perbandingan antara banyaknya permintaan + +(request) yang tidak berhasil dengan total jumlah permintaan yang dikirimkan + +selama proses pengujian. Metrik ini digunakan untuk mengukur tingkat + +kegagalan sistem dalam memproses permintaan. Berdasarkan standar yang + +digunakan dalam penelitian ini, nilai Error Rate kurang dari 5% menunjukkan + +bahwa sistem memiliki tingkat keandalan yang baik dalam menangani + +permintaan pengguna Formula untuk menghitung Error Rate adalah: + + = ( ℎ ) × 100% -----------2.3 + + + +e. Response Time + +Waktu respons mengukur durasi yang diperlukan sistem untuk + +menjawab permintaan dari pengguna. Waktu response yang optimal adalah + +sekitar 0,1 detik agar pengguna merasakan bahwa sistem memberikan + +tanggapan secepat mungkin. Perhitungan waktu response dapat dilakukan + +menggunakan rumus: + + = ℎ ℎ --------- 2.4 + + ℎ + + Seluruh parameter performa tersebut diuji dalam berbagai kondisi beban +(load condition) secara bertahap, mulai dari beban ringan, sedang, hingga berat +(Barus dkk., 2021). Pengaruh beban terhadap waktu muat halaman (Load Time), +jeda waktu response awal (latency), kapasitas pemrosesan (Throughput), +tingkat kesalahan (Error Rate), dan waktu response keseluruhan (Response +Time) dapat dievaluasi secara objektif dan terukur. Penyesuaian kondisi beban +menjadikan pengujian lebih nyata terhadap situasi yang mungkin terjadi saat +sistem digunakan secara bersamaan oleh banyak pengguna. Selain jumlah +pengguna (virtual user), hasil load testing juga dipengaruhi oleh beberapa faktor +lain, seperti kualitas jaringan internet, spesifikasi perangkat keras (hardware), +kapasitas server, konfigurasi aplikasi, serta kondisi lingkungan pengujian. +Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi nilai Load Time, Response Time, +Latency, Throughput, maupun Error Rate yang diperoleh selama proses +pengujian. Oleh karena itu, hasil pengujian performa tidak hanya + 11 + +mencerminkan kemampuan sistem dalam menangani beban pengguna, tetapi +juga dipengaruhi oleh kondisi infrastruktur yang digunakan saat pengujian +dilakukan. +2.4. Apache Jmeter + + Apache JMeter menurut adalah sebuah perangkat lunak yang digunakan +untuk melakukan pengujian kinerja atau pengujian beban pada aplikasi website +dan mobile. Memungkinkan pengguna untuk menguji seberapa baik sebuah +aplikasi atau situs website dapat menangani jumlah pengguna yang besar, +seberapa cepat halaman website dapat dimuat, dan bagaimana sistem tersebut +bertahan terhadap beban yang tinggi. JMeter memungkinkan simulasi berbagai +skenario penggunaan untuk mengevaluasi kinerja suatu sistem secara luas (A. +M. N. Hidayat dkk., 2024). Apache JMeter merupakan proyek sumber terbuka +yang dimanfaatkan dengan memakai bahasa java yang dipakai untuk alat +pengujian beban dan kinerja. Apache JMeter akan menciptakan beberapa +simulasi pengguna yang akan mengakses server dengan banyak pengguna dan +berbagai permintaan yang bervariasi bergantung pada pengaturan yang +dilakukan di Apache JMeter (Ginasari dkk., 2021). Pada penelitian (Ushakova +dkk., 2022) JMeter dapat dengan mudah digunakan untuk pengujian pada +berbagai platform, seperti objek Java, servlet, server FTP, kueri database, HTTP, +SOAP, skrip Perl. JMeter juga dapat dengan mudah digunakan karena +antarmuka pengguna yang ramah, bahkan digunakan oleh pengguna yang +kurang berpengalaman. + + Apache JMeter menjadi salah satu alat yang efektif dan fleksibel dalam +melakukan evaluasi performa sistem, khususnya dalam konteks pengujian +beban terhadap aplikasi berbasis webite dan mobile. +2.5 Website + + Website adalah sekumpulan halaman yang diakses melalui browser dan +internet. Website terletak dalam sebuah domain atau subdomain, yang umumnya +dikenal dengan sebutan WWW atau World Wide Web. Website dibuat +menggunakan bahasa pemrograman HTML (Hyper Text Markup Language) +dan dapat diakses melalui protokol di internet (Endra dkk., 2022). Menurut + 12 + +(Noviana, 2022) Website merupakan sekumpulan halaman yang saling +terhubung, yang berisi berbagai informasi dalam bentuk teks, gambar, animasi, +audio, dan video. Halaman ini dapat diakses melalui koneksi internet dan +ditujukan untuk individu, organisasi, serta perusahaan. Terdapat banyak +dokumen yang tersimpan di server komputer (web server), di mana server- +server ini tersebar di lima benua, termasuk Indonesia, dan saling terhubung +melalui jaringan internet. Menurut (Marpaung dkk., 2022) Website adalah +sebuah platform yang terdiri dari berbagai halaman. Masing-masing halaman +terbuat dari sejumlah file yang mengandung kode program yang berhubungan +satu sama lain, bertujuan untuk menyampaikan informasi dalam bentuk gambar, +suara, teks, atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat tetap maupun +berubah-ubah. + + Website dapat disimpulkan sebagai media digital yang memuat dan +menyampaikan informasi melalui jaringan internet, yang terdiri dari halaman- +halaman saling terhubung, dan berfungsi sebagai sarana komunikasi, publikasi, +serta layanan interaktif bagi berbagai kalangan. + + Penggunaan website sistem absensi di SMK Taruna Bakti Kertosono +yang berperan sebagai media pengelolaan data absensi oleh admin. Website ini +menyediakan berbagai fitur, seperti login admin, pengelolaan data siswa dan +guru, pembuatan QR Code absensi, pengelolaan kelas dan mata pelajaran, serta +rekapitulasi dan pelaporan data kehadiran. Website tersebut terintegrasi dengan +aplikasi mobile siswa dan guru sehingga seluruh data absensi yang diperoleh +dari proses face recognition dan pemindaian QR Code dapat tersimpan, +dikelola, dan ditampilkan secara terpusat. Website menjadi salah satu objek +pengujian performa untuk mengetahui kemampuannya dalam menangani +permintaan pengguna serta menjaga stabilitas layanan selama proses +pengelolaan data absensi. +2.6 Aplikasi Mobile + + Aplikasi Mobile merupakan perangkat lunak yang dirancang khusus +untuk digunakan pada perangkat bergerak, seperti smartphone dan tablet. +Pengguna dapat mengunduh dan menginstal aplikasi ini melalui toko aplikasi + 13 + +yang disediakan oleh sistem operasi perangkat mereka, seperti App Store untuk +iOS dan Google Play Store untuk Android (Indriyani dkk., 2025). Pengertian +lain aplikasi Mobile merupakan perangkat lunak yang beroperasi di perangkat +bergerak seperti smartphone atau tablet. Aplikasi Mobile juga disebut sebagai +aplikasi yang dapat diinstal dan memiliki tujuan tertentu yang meningkatkan +kemampuan dari perangkat Mobile itu sendiri. Aplikasi ini memiliki berbagai +kegunaan, mulai dari meningkatkan produktivitas, menyediakan hiburan, +mendukung pembelajaran, hingga memfasilitasi komunikasi. Biasanya, aplikasi +Mobile diunduh dan dipasang melalui toko aplikasi (contohnya, App Store +untuk iOS dan google play store untuk android) dan bisa diakses dengan mudah +oleh pengguna melalui tampilan antarmuka yang ramah pengguna (Hermansyah +dkk., 2024). + + Aplikasi Mobile dapat disimpulkan sebagai solusi perangkat lunak +praktis yang mendukung berbagai aktivitas pengguna dalam kehidupan sehari- +hari melalui kemudahan akses, fleksibilitas penggunaan, serta fungsionalitas +yang beragam sesuai kebutuhan. + + Penggunaan aplikasi mobile merupakan bagian dari sistem absensi di +SMK Taruna Bakti Kertosono yang digunakan oleh siswa dan guru. Aplikasi +mobile siswa digunakan untuk melakukan login, melihat jadwal pelajaran, +melakukan absensi melalui pemindaian QR Code, mengajukan perizinan, serta +melihat informasi pengumuman. Aplikasi mobile guru digunakan untuk +melakukan login, melihat jadwal mengajar, memantau data kehadiran siswa, +mengelola perizinan, serta mengakses informasi yang berkaitan dengan proses +pembelajaran. Aplikasi mobile tersebut terintegrasi dengan website sehingga +seluruh data absensi dapat tersimpan dan dikelola secara terpusat. Penelitian ini +aplikasi mobile menjadi objek pengujian performa untuk mengevaluasi +kemampuan sistem dalam menangani beban pengguna serta mempertahankan +stabilitas layanan saat diakses secara bersamaan. +2.7 Application Programming Interface (API) + + API atau web service merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi +performansi suatu sistem. API (Application Programming Interface) merupakan + 14 + +sekumpulan prosedur yang dapat digunakan oleh aplikasi lain untuk memenuhi +kebutuhannya. API sendiri dapat diartikan sebagai antarmuka yang dibangun +oleh pengembang sistem agar sebagian atau keseluruhan fungsi sistem dapat +diakses secara terprogram. API dibangun dengan tujuan mampu mempersingkat +proses pengembangan sebuah perangkat lunak agar fitur-fitur yang sama bisa +digunakan oleh perangkat lunak lain dan pengembang tidak perlu membangun +fitur yang sama lagi (Barus dkk., 2021). Menurut (Hadinata dan Stianingsih, +2024) Application Programming Interface (API) sendiri merupakan sebuah +interface yang mampu untuk mengintegrasikan data dan menghubungkan +sebuah aplikasi yang berjalan di banyak platform sehingga dapat saling +terhubung satu sama lain. Selain dapat bertukar data di berbagai platform yang +berbeda, API juga dapat mempercepat proses development dengan +menyediakan function secara terpisah sehingga developer tidak perlu membuat +fitur yang serupa. +2.8 Populasi dan Sampel + + Populasi menurut (Sari dkk., 2025) merupakan totalitas objek yang akan +atau dikehendaki untuk diteliti. Populasi ini sering dikenal juga Universal. +Anggota populasi yang akan diteliti bisa berupa makhluk hidup maupun benda +mati, di mana karakteristik yang dimilikinya dapat diukur atau diamati, +sedangkan menurut (Susanto dkk., 2024) populasi dalam penelitian merujuk +pada seluruh unit analisis yang memiliki karakteristik serupa atau memiliki +hubungan relevan dengan topik yang diteliti. Memahami tingkat dan sifat suatu +populasi sangatlah penting untuk memastikan representasi yang akurat dari +kelompok tersebut dalam kajian. Populasi penelitian mencakup semua individu, +benda, atau kejadian yang menjadi objek studi. Sangat penting untuk +memahami dengan baik tentang populasi yang diterjuni. Pengambilan sampel +dilakukan dengan menerapkan metode Stratified Random Sampling, yang +merupakan cara pengambilan sampel secara acak berdasarkan sektor pekerjaan. + + Pada penelian (Amin dkk., 2023) berbagai rumus yang umum digunakan +untuk menentukan jumlah sampel dalam suatu penelitian, seperti rumus +Cochran, Yamane, Krejcie & Morgan, serta Slovin. Pemilihan rumus + 15 + +disesuaikan dengan karakteristik populasi, ketersediaan data, dan tingkat +ketelitian yang dibutuhkan. Peneliti memilih untuk menggunakan rumus Slovin +karena jumlah populasi diketahui secara pasti dan tidak tersedia data varians +populasi, sehingga rumus ini dianggap paling sesuai dengan kondisi penelitian +yang bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan survei. + + -------------------2.5 + = 1 + ()2 + +Keterangan: +n = Ukuran Sampel +N = Ukuran Pupulasi +()2 = Persen kelonggaran sampel + + Pemilihan metode sampling dan rumus perhitungan jumlah sampel harus +disesuaikan dengan karakteristik populasi serta tujuan penelitian, agar hasil +yang diperoleh bersifat representatif dan akurat. + +2.9 Software Testing Life Cycle (STLC) + Software Testing Life Cycle (STLC) adalah tahap-tahap proses pengujian + +yang dilaksanakan secara sistematis dan terencana. Berbagai kegiatan dilakukan +pada proses STLC untuk meningkatkan kualitas produk. STLC mengacu pada +tahap-tahap yang spesifik dalam proses pengujian untuk memastikan kualitas +produk. Setiap tahap-tahap dari STLC memiliki Entry Criteria (ketentuan yang +harus dimiliki sebelum pengujian dimulai), Exit Criteria (ketentuan yang harus +diselesaikan sebelum menyelesaikan pengujian), Activities dan Deliverable +(hasil yang didapatkan setelah menyelesaikan pengujian) yang terkait +(Dhaifullah dkk., 2022). Siklus Hidup Pengujian Perangkat Lunak (Software +Testing Life Cycle/STLC) adalah serangkaian tahapan sistematis yang +dijalankan dalam proses pengujian perangkat lunak (Ruliansyah dkk., 2023). +Tahapan-tahapan dalam STLC dapat diuraikan seperti yang terlihat pada +gambar 2.1. + 16 + + Gambar 2.1 STLC (Ruliansyah dkk., 2023) + + Proses STLC terdiri dari Requirement Analysis, Test Planning, Test case +Development, Test Environment Setup, Test Execution dan Test Closure. +a. Requirement Analysis + + Meneliti detail perangkat lunak, modul, dan fitur yang akan diuji menurut +kriteria yang disediakan oleh pihak yang bersangkutan. Tahap ini melibatkan +analisis jumlah pengguna, waktu tanggapan, skenario yang sesuai, dan area +pengujian, dilakukan saat developer melakukan Product Backlog untuk +merancang dan mengidentifikasi kebutuhan sistem yang akan diuji (Shalsabilla +dkk., 2024). +b. Test Planning + + Test Planning adalah tahapan yang penting STLC. Tahap ini mencakup +penentuan alat uji yang akan digunakan, penetapan tujuan pengujian, +penyusunan skenario pengujian, serta identifikasi output yang diharapkan +setelah proses pengujian selesai. Selain itu, pada tahap ini juga dilakukan +estimasi waktu pelaksanaan, penentuan jumlah pengguna yang akan +disimulasikan, dan pengaturan lingkungan pengujian. Seluruh proses ini +biasanya dilakukan saat developer melakukan Sprint Planning, setelah tahap +analisis kebutuhan (requirement analysis) diselesaikan, guna memastikan +bahwa pengujian selaras dengan rencana pengembangan yang akan dilakukan + 17 + +dalam sprint tersebut (Shalsabilla dkk., 2024). Contoh penulisan test plan +dapaat dilihat pada Tabel 2.1 +Tabel 2.1 Contoh Test Plan + +Modul Feature + +Manajemenen 1. Pengujian fungsionalitas tambah data notifikasi + +Notifikasi rutin. + + 2. Pengujian fungsionalitas tambah data notifikasi + + khusus. + + 3. Pengujian fungsionalitas ubah data notifikasi + + rutin. + + 4. Pengujian fungsionalitas ubah data notifikasi + + khusus. + + 5. Pengujian fungsionalitas hapus data notifikasi + + rutin. + + 6. Pengujian fungsionalitas hapus data notifikasi + + khusu. + +Sumber: (Ruliansyah dkk., 2023). + +c. Test case Development + Tahap ini melibatkan perancangan skenario pengujian berdasarkan + +tingkat beban yang bervariasi, mulai dari beban ringan, sedang, hingga berat. +Selain itu, dilakukan penyusunan test case, pembuatan data uji, serta penentuan +target pengujian yang disesuaikan dengan test case yang telah dibuat. Pada +tahapan ini, kegiatan pengujian dilakukan secara berjalan bersama saat +developer sedang melakukan Sprint Execution, sehingga proses pengujian dapat +menyesuaikan dengan fitur atau modul yang sedang dikembangkan dalam +sprint berjalan (Shalsabilla dkk., 2024). Contoh penulisan test case dapat dilihat +pada Tabel 2.2 dan Gambar 2.2. + 18 + +Table 2.2 Contoh Test Case + + TC ID Nama Test Case Expected Result + TC001 Tambah data notifikasi rutin Dapat menambahkan data + TC002 Tambah data notifikasi khusus notifikasi rutin + TC003 Ubah data notifikasi rutin Dapat menambahkan data + TC004 Ubah data notifikasi khusus notifikasi khusu + TC005 Hapus data notifikasi rutin Dapat mengubah data notifikasi + TC006 Hapus data notifikasi khusus rutin +Sumber: (Ruliansyah dkk., 2023) Dapat mengubah data notifikasi + khusu + Dapat menghapus data + notifikasi rutin + Dapat menghapus data + notifikasi khusu + + Gambar 2.2 Contoh Pengumpulan Data (Siti hannaniyah Sucipto, 2025) +d. Test Environment Setup + + Tahap ini bertujuan untuk mempersiapkan lingkungan pengujian yang +sesuai agar proses pengujian perangkat lunak dapat berjalan dengan optimal. +Persiapan mencakup penyediaan infrastruktur, perangkat keras (hardware), + 19 + +perangkat lunak (software), serta pengaturan konfigurasi yang dibutuhkan +untuk mendukung pelaksanaan pengujian. Seluruh aktivitas ini dilakukan saat +developer sedang melakukan Sprint Execution, sehingga pengujian dapat +langsung dijalankan ketika fitur atau modul yang dikembangkan sudah siap +diuji (Shalsabilla dkk., 2024). +e. Test Execution + + Pada tahap ini, skenario pengujian dijalankan pada perangkat lunak, +dengan pelaksanaan yang mengacu pada skenario yang telah dirancang +sebelumnya. Selama proses pengujian berlangsung, data performa sistem +didokumentasikan secara menyeluruh, mencakup waktu respon (Response +Time), kecepatan transfer data (Throughput), serta tingkat kesalahan (Error +Rate). Pengujian ini dilakukan secara bersamaan saat developer sedang +melakukan Sprint Execution, sehingga hasil pengujian dapat langsung +memberikan umpan balik terhadap fitur yang tengah dikembangkan +(Shalsabilla dkk., 2024). +f. Test Closure + + Tahap ini berfokus pada penyusunan laporan hasil pengujian yang +mencakup data performa sistem, temuan permasalahan, analisis penyebab, serta +saran perbaikan bagi tim pengembang. Tujuan utama dari tahap Test Closure +adalah memastikan bahwa seluruh aktivitas pengujian telah diselesaikan dengan +baik dan bahwa perangkat lunak telah siap untuk dipublikasikan atau digunakan +secara luas. Proses ini dilakukan saat developer melakukan Sprint Review, di +mana hasil pengujian menjadi bagian dari evaluasi terhadap fitur-fitur yang +telah dikembangkan selama sprint, serta menjadi bahan masukan untuk +perbaikan pada sprint berikutnya (Shalsabilla dkk., 2024). + + Siklus Hidup Pengujian Perangkat Lunak (Software Testing Life Cycle) +merupakan proses terstruktur dan sistematis yang terdiri dari beberapa tahapan +penting, mulai dari Requirement Analysis hingga Test Closure. Setiap tahapan +memiliki peran krusial dalam menjamin kualitas perangkat lunak +sebelum dirilis. + 20 + +2.10 Test Plan + Test Plan adalah dokumen yang berisi definisi tujuan dan sasaran + +pengujian dalam lingkup iterasi (atau proyek), item-item yang test plan adalah +dokumen yang berisi definisi tujuan dan sasaran pengujian dalam lingkup iterasi +(atau proyek), item-item yang menjadi target pengujian, pendekatan yang akan +diambil, sumber daya yang dibutuhkan dan point untuk diproduksi. Dengan +kata lain test plan dapat disebut sebagai perencanaan atau scenario untuk +melakukan testing yang akan dilakukan baik oleh expert atau user umum +menjadi target pengujian, pendekatan yang akan diambil, sumber daya yang +dibutuhkan dan point untuk diproduksi. Test plan dapat disebut sebagai +perencanaan atau scenario untuk melakukan testing yang akan dilakukan baik +oleh expert atau user umum (Prakasa, 2024). Menurut (Syifa dkk., 2025) Test +plan merupakan sebuah list atau dokumen yang berisi tujuan serta target +pengujian dalam ruang lingkup iterasi, item-item yang menjadi sasaran +pengujian, pendekatan yang akan diambil, sumber daya yang dibutuhkan + + Test plan merupakan komponen penting dalam proses pengujian +perangkat lunak karena berfungsi sebagai panduan menyeluruh yang +memastikan pengujian berjalan sistematis, terarah, dan sesuai dengan tujuan +yang telah ditentukan. Perencanaan yang matang akan meningkatkan efektivitas +serta ketepatan dalam menemukan dan menangani potensi permasalahan dalam +sistem. +2.11 Test case + + Test case menurut (Hasibuan dan Dirgahayu, 2021) adalah pengujian +yang dilakukan berdasarkan beberapa masukan seperti kondisi dan hasil +yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil dari test case yang telah dilakukan +akan dibandingkan dengan hasil yang telah ditentukan sebelumnya. Jika +terdapat perbedaan di antara keduanya maka akan dilakukan perbaikan pada +kode program. Test case menjadi titik awal untuk melakukan pengujian setelah +memasukan nilai-nilai inputan ke sistem. Setelah itu, akan didapat hasil yang +definitif dan meninggalkan sistem di beberapa titik akhir atau juga dikenal +sebagai Post condition eksekusi. Menurut (Dhaifullah dkk., 2022b) Test case + 21 + +adalah sekumpulan skenario yang disusun oleh QA agar sistem yang akan dites +dapat memenuhi ketentuan, standar tertentu serta dapat berfungsi dengan baik. + + Test case memiliki peran penting dalam proses pengujian karena menjadi +acuan utama dalam mengevaluasi apakah sistem telah berjalan sesuai dengan +kebutuhan yang ditetapkan. Melalui test case, penguji dapat secara sistematis +menguji fungsi sistem, mendeteksi kesalahan, dan memastikan bahwa setiap +fitur berfungsi sebagaimana mestinya sebelum sistem digunakan secara luas. +2.12 Gorilla testing + + Gorilla testing digunakan untuk memastikan bahwa modul berfungsi +dengan benar dan tidak terdapat bug. Modul dapat diuji lebih dari seratus kali +dengan cara yang sama. Gorilla testing sangat berguna untuk menguji +ketahanan (robustness) suatu aplikasi (Indrianto, 2023). Penggunaan metode +Gorilla testing, dimana modul program diuji berulang kali bertujuan untuk +memastikan ketahanan dan kinerja dari modul tersebut dapat bekerja sesuai +dengan fungsinya (Wiyatnanto & Haris, 2021). + + Gorilla testing dapat disimpulkan sebagai metode pengujian yang +dilakukan secara berulang pada satu modul untuk memastikan bahwa modul +tersebut bebas dari bug, berfungsi dengan benar, serta memiliki ketahanan +(robustness) dan kinerja yang stabil sesuai dengan fungsinya. +2.13 Automation testing + + Automation testing merupakan proses pengujian perangkat lunak yang +dilakukan dengan membuat program atau test script untuk mensimulasikan +langkah-langkah pengujian manual menggunakan bahasa pemrograman +tertentu serta didukung oleh berbagai tools otomatisasi. Pada pengujian end-to- +end, test case yang telah disusun terlebih dahulu dikonversi menjadi test script, +kemudian dieksekusi menggunakan tools automation testing untuk +memverifikasi fungsi sistem secara otomatis (Dhimas Wicaksono & Rani, +2022). + + Automation testing adalah metode pengujian yang memanfaatkan script +uji yang telah dibuat oleh penguji untuk dijalankan secara otomatis dalam +membandingkan hasil aktual dengan hasil yang diharapkan. Pengujian ini + 22 + +memiliki beberapa keunggulan, antara lain dapat dilakukan secara berulang, + +memberikan umpan balik yang lebih cepat, serta mengurangi kebutuhan + +interaksi manusia selama proses pengujian berlangsung. Dengan demikian, +automation testing mampu meningkatkan frekuensi pengujian dan mendukung + +pelaksanaan regression testing secara lebih efisien (Prasetyo & Silfianti, 2023). + +Sebelum automation testing banyak diterapkan, proses pengujian + +umumnya dilakukan secara manual. Namun, metode tersebut memerlukan +waktu dan biaya yang lebih besar serta berpotensi menimbulkan kesalahan + +akibat faktor manusia. Oleh karena itu, automation testing dikembangkan + +sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi, konsistensi, dan efektivitas dalam + +proses pengujian perangkat lunak. + +2.14 State of the Art + Penelitian terkait identifikasi objek telah banyak dilakukan dengan + +berbagai metode, memberikan referensi berharga bagi penelitian ini. Temuan + +dari penelitian terdahulu menjadi bagian penting dalam Analisis Performa +Sistem Absensi Menggunakan Teknik Load testing dengan JMeter di SMK + +Taruna Bakti Kertosono, yang membantu dalam memahami dan + +mengembangkan metode pengujian performa sistem absensi. + +Tabel 2.1 State Of The Art + +Nama Judul Metode Kekurangan Pembeda + +Peneliti & Penelitian + +Tahun + +(Ginasari Pengujian Stress Kelemahan dari Menggunakan + +dkk., Stress Testing stress testing load testing + +2021) Testing dalam studi ini dan gorilla + API terletak pada batas testing pada + + Sistem maksimum yang sistem absensi + + Pelayanan terlalu ringan di berbasis + + dengan 75 sampel, website dan + + skenario mobile. + 23 + +Nama Judul Metode Kekurangan Pembeda + +Peneliti & Penelitian + +Tahun + + Apache pengujian yang + + JMeter tidak cukup rumit, + + serta kurangnya + + analisis mengenai + + reaksi dan faktor + + penyebab + + kegagalan sistem + + ketika + + menghadapi + + tekanan yang + + tinggi. + +(Tejaya Pengujian Load Nilai Error Rate Menambahkan +dkk., Website testing +2023) Invitees 0% tidak gorilla testing + Mengguna + kan mencerminkan sebagai + Metode + Load kestabilan sistem, pengujian + testing + Dengan karena performa lanjutan selain + Apache + Jmeter menurun drastis load testing. + + saat jumlah + + pengguna + + bertambah, + + menunjukkan + + sistem belum siap + + menangani akses + + secara serentak. + 24 + +Nama Judul Metode Kekurangan Pembeda + +Peneliti & Penelitian + +Tahun + +(Raweyai Performa Load Website Menguji + +dan nce testing menunjukkan sistem absensi + +Widiasari, Testing Of performa baik website dan + +2024) Academic secara mobile dengan + + Website keseluruhan, parameter + + Using terdapat indikasi performa yang + + Load potensi penurunan lebih lengkap, + + testing performa jika yaitu load + + Method trafik melebihi time, latency, + + Supported batas pengujian respons time, + + By saat ini, serta throughput, + + Apache kurangnya data error rate. + + Jmetertm teknis tambahan + + At XYZ seperti + + University Throughput, + + beban maksimum, + + dan pemakaian + + sumber daya, + + yang penting + + untuk analisis + + kapasitas dan + + perencanaan + + skalabilitas + + jangka panjang. + 25 + +Nama Judul Metode Kekurangan Pembeda + +Peneliti & Penelitian + +Tahun + +(Abda’u Perbandin Load Skenario Mengombinas + +dkk., gan testing pengujian yang ikan load + +2024) Kinerja sederhana, skala testing dan + + Antara beban yang gorilla testing + + Gatling terbatas, serta untuk evaluasi + + dan Error Rate yang performa + + Apache tinggi tanpa sistem. + + Jmeter analisis penyebab. + + pada Uji Selain itu, tidak + + Beban ada monitoring + + RESTful sumber daya + + API sistem dan uji + + tidak dilakukan + + berulang. Metrik + + yang digunakan + + juga terbatas, + + sehingga hasil + + pengujian kurang + + komprehensif dan + + belum + + mencerminkan + + kondisi riil secara + + menyeluruh. + +(Arief Rancang Stress Throughput Berfokus pada + Testing +Anastiar Bangun sistem menurun sistem absensi + +Suharsono, Analisis saat jumlah berbasis + +2024) Performa pengguna website dan + + Website meningkat. Ini mobile dengan + 26 + +Nama Judul Metode Kekurangan Pembeda + +Peneliti & Penelitian + +Tahun + + Dengan terlihat dari kombinasi dua + + Pendekata penurunan metode + + n persentase pengujian. + + Automatio keberhasilan + + n Stress sistem yang + + Testing drastis, bahkan di + + (Studi bawah 15% ketika + + Kasus ada 1000 + + SMA pengguna. + + Negeri 1 + + Jember + + Berdasarkan Tabel State of the Art 2.1, penelitian yang dilakukan oleh +Tejaya dkk. (2023) bertujuan untuk mengevaluasi performa website Invitees +menggunakan metode load testing dengan Apache JMeter. Pengujian dilakukan +dengan memberikan beban pengguna secara bertahap untuk mengetahui +kemampuan sistem dalam menangani akses secara bersamaan. Hasil penelitian +menunjukkan bahwa sistem memperoleh Error Rate sebesar 0%. Peningkatan +jumlah pengguna menyebabkan performa sistem menurun secara signifikan +sehingga menunjukkan bahwa nilai Error Rate yang rendah belum tentu +mencerminkan kestabilan sistem ketika menerima beban yang lebih tinggi. + + Penelitian yang dilakukan oleh Ginasari dkk. (2021) menggunakan +metode stress testing dengan Apache JMeter untuk menguji performa API +sistem pelayanan. Pengujian dilakukan dengan memberikan tekanan kepada +sistem hingga batas tertentu untuk mengetahui kemampuan sistem dalam +menghadapi peningkatan beban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem +masih mampu memberikan respons pada skenario yang diuji. Keterbatasan +penelitian terlihat pada batas maksimum pengujian yang hanya mencapai 75 + 27 + +sampel, skenario pengujian yang belum cukup kompleks, serta belum adanya +analisis mengenai penyebab kegagalan sistem ketika menerima tekanan yang +lebih tinggi. + + Penelitian oleh Abda’u dkk. (2024) membandingkan performa Gatling +dan Apache JMeter dalam melakukan load testing pada RESTful API. Pengujian +dilakukan untuk mengetahui efektivitas kedua alat dalam mengevaluasi +performa sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua alat mampu +melakukan pengujian beban sesuai skenario yang telah ditentukan. +Keterbatasan penelitian meliputi skenario pengujian yang masih sederhana, +jumlah beban pengguna yang terbatas, nilai Error Rate yang tinggi tanpa +analisis penyebab, belum adanya pemantauan penggunaan sumber daya sistem, +serta pengujian yang tidak dilakukan secara berulang. + + Penelitian yang dilakukan oleh Raweyai dan Widiasari (2024) bertujuan +mengevaluasi performa website akademik menggunakan metode load testing +dengan Apache JMeter. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kemampuan +website dalam melayani permintaan pengguna pada kondisi beban tertentu. +Hasil penelitian menunjukkan bahwa website memiliki performa yang baik +selama proses pengujian. Penelitian tersebut masih menunjukkan potensi +penurunan performa apabila jumlah trafik melebihi batas pengujian serta belum +menyajikan informasi mengenai throughput, kapasitas beban maksimum, dan +penggunaan sumber daya sistem sehingga analisis kapasitas serta skalabilitas +sistem belum dilakukan secara komprehensif. + + Penelitian yang dilakukan oleh Arief Anastiar Suharsono (2024) +bertujuan menganalisis performa website menggunakan pendekatan automation +stress testing. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kemampuan sistem dalam +menangani peningkatan jumlah pengguna secara bertahap. Hasil penelitian +menunjukkan bahwa nilai throughput sistem menurun seiring bertambahnya +jumlah pengguna. Penurunan performa terlihat dari persentase keberhasilan +sistem yang menurun secara signifikan hingga berada di bawah 15% pada beban +1.000 pengguna. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan beban + 28 + +pengguna memberikan pengaruh terhadap kemampuan sistem dalam +mempertahankan performanya. + + Berdasarkan hasil analisis penelitian terdahulu, metode load testing +menggunakan Apache JMeter banyak digunakan untuk mengevaluasi performa +sistem karena mampu mensimulasikan akses dari banyak pengguna secara +bersamaan serta menghasilkan parameter pengujian, seperti response time, +throughput, dan error rate. Penelitian terdahulu masih memiliki beberapa +keterbatasan, antara lain variasi beban pengguna yang terbatas, skenario +pengujian yang belum kompleks, kurangnya analisis penyebab kegagalan +sistem, serta belum dikombinasikannya metode lain untuk mengevaluasi +ketahanan sistem. Penelitian ini menggunakan metode load testing untuk +mengevaluasi performa sistem berdasarkan variasi beban pengguna dan gorilla +testing untuk mengevaluasi ketahanan sistem melalui perulangan (looping) +pada skenario pengujian yang sama. Kombinasi kedua metode tersebut +menghasilkan evaluasi performa yang lebih komprehensif pada sistem absensi +berbasis website dan mobile di SMK Taruna Bakti Kertosono. + BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN + +3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan +3.3.1. Tempat Penelitian + + Penelitian dengan judul “Analisis Performa Sistem Absensi +Menggunakan Teknik Load testing dengan Jmeter di SMK Taruna Bakti +Kertosono”. Penelitian ini dilakukan di SMK Taruna Bakti Kertosono Ds. +Tembarak Kec. Kertosono Kab. Nganjuk, dan dikerjakan di Politeknik Negeri +Jember (Polije) PSDKU Kampus 3 Nganjuk. +3.3.2. Waktu Penelitian + + Penelitian dengan judul “Analisis Performa Sistem Absensi +Menggunakan Teknik Load testing dengan Jmeter di SMK Taruna Bakti +Kertosono”. dilakukan selama rentan waktu 5 (lima) bulan, dimulai dari bulan +Februari 2026 hingga Juli 2026. +3.2 Alat dan Bahan + + Alat dan bahan adalah komponen krusial yang perlu diperhatikan dalam +melaksanakan penelitian. Berikut adalah rincian mengenai alat dan bahan yang +digunakan dalam penelitian berjudul " Analisis Performa Sistem Absensi +Menggunakan Teknik Load testing dengan Jmeter di SMK Taruna Bakti +Kertosono ". +3.2.1. Alat +Alat yang digunakan untuk melakukan kegiatan penelitian ini terdiri dari: +a. Hardware: +1) Processor Intel Celeron inside +2) Memory 3GB +3) Operating System Windows 8 64-bit +b. Software: +1) Apache JMeter Versi 5.4.3 + + 29 + 30 + +3.2.2. Bahan + Bahan yang digunakan untuk melakukan penelitian ini sebagai beikut : + +a. Hasil wawancara dengan admin, guru, dan siswa SMK Taruna Bakti + Kertosono mengenai penggunaan sistem absensi dan kebutuhan pengujian + performa. + +b. Website absensi SMK Taruna Bakti Kertosono sebagai objek pengujian. +c. Aplikasi Mobile absensi SMK Taruna Bakti Kertosono sebagai objek + + pengujian. +d. Dokumen perencanaan pengujian (Test Plan, Test case, Test Report). +e. Dokumen sistem dan dokumen Software Requirement Specification (SRS) + + dan Software Design Documentation website dan aplikasi mobile sebagai + acuan untuk menyusun test case. +3.3 Tahapan Penelitian + + Tahapan penelitian ini disusun secara sistematis agar prosesnya berjalan +terarah dan menghasilkan output yang sesuai dengan tujuan. Setiap langkah +dilakukan secara runtut dan saling mendukung. Masing-masing tahapan +berperan penting dalam membentuk alur berpikir yang logis dan mendukung +keakuratan analisis. Gambar 3.1 berikut menyajikan alur tahapan penelitian yang +digunakan dalam penyusunan skripsi ini. + 31 + + Gambar 3. 1 Tahapan penelitian +3.3.1. Identifikasi Masalah + + Tahap ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi permasalahan yang +dapat muncul pada sistem absensi berbasis website dan Mobile yang sedang +dalam tahap perancangan. Fokus utama adalah pada aspek performa sistem +ketika nantinya diakses oleh banyak pengguna secara bersamaan. Pengujian +performa dirancang sejak awal untuk memastikan bahwa sistem yang +dikembangkan nantinya dapat berjalan dengan stabil, respons if, dan mampu +menangani beban tinggi saat digunakan secara nyata. +3.3.2. Studi Literatur + + Tahapan awal yang dilakukan dengan mengumpulkan berbagai referensi +dari jurnal ilmiah, buku, artikel, maupun laporan penelitian terdahulu yang +memiliki relevansi dengan topik penelitian. Tujuan dari studi literatur ini adalah +untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai konsep dasar +sistem absensi, teknologi yang digunakan dalam implementasinya, serta teknik +load testing sebagai metode evaluasi performa sistem. Studi ini menjadi +landasan teoritis yang mendukung perumusan masalah dan penyusunan +metodologi penelitian. + 32 + +3.3.3. Requirement Analysis + Pada tahap ini, mengidentifikasi terhadap modul dan fitur yang akan diuji + +dari sistem absensi berbasis website dan Mobile di SMK Taruna Bakti +Kertosono. Analisis dilakukan untuk mengetahui estimasi jumlah pengguna +yang akan disimulasikan, waktu respons yang diharapkan, serta skenario +pengujian yang relevan. Lingkungan pengujian juga ditentukan sesuai dengan +kebutuhan simulasi penggunaan sistem secara nyata. +3.3.4. Test Planning + + Tahap ini berisi perencanaan pada alat bantu pengujian yang digunakan, +yaitu Apache JMeter. Merancang tujuan pengujian, jenis skenario yang akan +dijalankan (seperti beban rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi), jumlah +pengguna virtual, waktu pelaksanaan, serta output yang diharapkan. +Perencanaan ini mengacu pada hasil analisis kebutuhan sebelumnya. Hasil dari +tahap ini adalah dokumen test plan yang menjadi acuan dalam pelaksanaan +pengujian. + +3.3.5. Test case Development + Pada tahap ini, dibuat skenario beban yang bervariasi, mulai dari kondisi + +penggunaan ringan hingga beban tinggi. Merancang test case dan data uji yang +akan digunakan untuk menilai performa sistem pada berbagai variasi beban. +Target pengujian ditentukan untuk masing-masing skenario, misalnya respon +maksimal, stabilitas sistem, dan tingkat kesalahan. Hasil dari tahap ini adalah +test case yang akan digunakan dalam proses eksekusi pengujian. + +3.3.6. Test Environment Setup + Tahap ini penyiapan infrastruktur pengujian, seperti perangkat keras, + +sistem operasi, server lokal/hosting sistem absensi, dan konfigurasi perangkat +lunak pendukung untuk menjalankan Apache JMeter. Lingkungan ini disusun +sedemikian rupa agar mampu merepresentasikan kondisi sebenarnya saat sistem +diakses oleh banyak pengguna. + 33 + +3.3.7. Test Execution + Pengujian yang dilakukan untuk menjalankan skenario beban + +menggunakan Apache JMeter sesuai dengan test case yang telah disusun. +Pengujian dilakukan secara bertahap dengan peningkatan beban secara +bertahap. Selain itu, dilakukan juga pengujian lanjutan menggunakan +pendekatan Gorilla testing, yaitu pengujian intensif pada modul-modul penting +seperti input kehadiran dan rekap data. Selama proses ini, dikumpulkan metrik +performa seperti Response Time, Throughput dan Error Rate. Selama proses +pengujian, dikumpulkan metrik performa seperti Response Time, Throughput, +dan Error Rate. Hasil dari pengujian ini dicatat dan didokumentasikan dalam +test case sebagai bahan evaluasi performa sistem. + +3.3.8. Test Closure + Tahap ini bertujuan untuk menyelesaikan seluruh aktivitas pengujian, + +mendokumentasikan temuan dan hasil secara lengkap, serta mengevaluasi +proses pengujian. Menyusun laporan pengujian yang mencakup rekapitulasi +data, kendala yang ditemukan. Hasil dari tahap ini adalah dokumen test report +yang menjadi acuan untuk perbaikan dan pengambilan keputusan selanjutnya. + +3.3.9. Hasil Analisis + Hasil dari semua pengujian selanjutnya dianalisis untuk mengevaluasi + +performa sistem absensi. Analisis meliputi interpretasi terhadap Response Time, +kestabilan sistem, dan kapasitas maksimum pengguna yang bisa ditangani. +Kesimpulan dapat ditarik berdasarkan hasil pengujian untuk mengidentifikasi +kekuatan serta kelemahan sistem. + +3.4 Jadwal Pelaksanaan Penelitian + Berikut jadwal penelitian yang dilaksanakan selama 5 bulan pada Tabel + + 3.1 + Tabel 3. 1 Jadwal Penelitian + +Tahapan Bulan ke- +Kegiatan + 12 3 4 5 +Idenifikasi +Masalah + 34 + +Studi Literatur +Requirement +Analysis +Test Planning + +Test case +Development +Test +Environment +Setup +Test Execution +Test Closure +Hasil Analisis + 35 + + BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN + +4.1. Identifikasi Masalah + Berdasarkan dokumen Software Requirement Specification (SRS), + +dokumen Software Desain Documentation (SDD) dan hasil observasi di SMK +Taruna Bakti Kertosono, sistem absensi yang digunakan saat ini telah +dikembangkan menjadi sistem digital berbasis website dan Mobile dengan +memanfaatkan teknologi Face Recognition dan QR Code. Sistem ini dirancang +untuk menggantikan metode absensi manual yang sebelumnya menggunakan +kertas, sehingga dapat meningkatkan keakuratan dan efisiensi dalam pencatatan +kehadiran siswa. + + Sistem Presensiku memiliki beberapa karakteristik yang berpotensi +menimbulkan permasalahan pada sisi performa. Sistem ini digunakan oleh tiga +jenis pengguna, yaitu admin, guru dan siswa, dengan aktivitas yang cukup +intens, terutama pada jam masuk sekolah dan saat pergantian mata pelajaran. +Pada kondisi tersebut, banyak siswa melakukan proses absensi secara +bersamaan melalui aplikasi mobile, baik menggunakan Face Recognition +maupun pemindaian QR Code. Di sisi lain, admin juga mengakses website +untuk memantau dan mengelola data absensi. + + Selain itu, sistem ini bergantung pada koneksi internet dan server sebagai +pusat pengolahan data. Proses pengenalan wajah, pemindaian QR Code, serta +penyimpanan data absensi dilakukan secara terpusat pada server. Hal ini +menyebabkan sistem berpotensi mengalami penurunan performa ketika +menerima banyak permintaan (request) dalam waktu yang bersamaan, seperti +meningkatnya waktu respon, keterlambatan proses absensi, atau bahkan +terjadinya kegagalan pengiriman data. + + Berdasarkan ruang lingkup dan batasan sistem yang telah ditetapkan +dalam dokumen Software Requirement Specification (SRS) yang dapat diakses + 36 + +melalui https://bit.ly/DokumenSrs dan dokumen Software Design Document +(SDD) yang dapat diakses melalui https://intip.in/DokumenSDD sistem +Presensiku hanya difokuskan pada proses absensi siswa dan tidak mencakup +fitur lain seperti pengelolaan nilai atau keuangan. Fokus utama sistem pada +proses absensi menjadikan keandalan dan kecepatan sistem sebagai aspek yang +sangat penting, sehingga proses kehadiran siswa dapat berjalan lancar. + + Sistem Presensiku belum diketahui secara pasti bagaimana performanya +ketika digunakan secara bersamaan oleh banyak pengguna. Oleh karena itu, +diperlukan pengujian performa untuk mengetahui kemampuan sistem dalam +menangani beban pengguna, khususnya pada kondisi jam sibuk. Pengujian ini +dapat memberikan gambaran apakah sistem sudah mampu melayani permintaan +pengguna dengan baik atau masih terdapat potensi masalah pada waktu respon, +tingkat kesalahan, maupun kestabilan sistem. + + Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masalah utama yang dapat +diidentifikasi adalah belum adanya evaluasi terhadap performa sistem absensi +Presensiku ketika diakses oleh banyak pengguna secara bersamaan. Hal ini +menjadi dasar perlunya dilakukan analisis performa sistem menggunakan +teknik load testing dengan bantuan Apache JMeter agar dapat diketahui tingkat +keandalan sistem dalam kondisi beban tertentu. +4.2. Studi Literatur + + Studi literatur dalam penelitian ini dilakukan untuk memperoleh +landasan teori yang mendukung pembahasan mengenai sistem absensi digital +dan pengujian performa sistem. Sumber literatur yang digunakan meliputi buku, +jurnal ilmiah, artikel penelitian, serta dokumentasi resmi yang berkaitan dengan +teknologi absensi, pengujian performa, dan penggunaan Apache JMeter sebagai +alat bantu pengujian. + + Melalui studi literatur, peneliti mempelajari konsep dasar terkait +performa sistem, seperti waktu respon, latency, Throughput, dan tingkat +kesalahan (Error Rate). Selain itu, literatur juga digunakan untuk memahami +tahapan dalam melakukan load testing, mulai dari penyusunan skenario + 37 + +pengujian, penentuan jumlah pengguna, hingga cara menganalisis hasil +pengujian yang dihasilkan oleh JMeter. + + Kajian pustaka ini juga berperan dalam membantu peneliti menentukan +metode pengujian yang sesuai dengan karakteristik sistem absensi Presensiku +yang digunakan di SMK Taruna Bakti Kertosono. Studi literatur memberikan +dasar teori yang jelas dalam pelaksanaan pengujian, sehingga pengujian tidak +hanya dilakukan berdasarkan perkiraan semata. + + Pembahasan secara lebih detail mengenai teori-teori pendukung, konsep +load testing, parameter pengujian performa, serta penggunaan Apache JMeter +dijelaskan secara lengkap pada Bab II (Studi Literatur). Oleh karena itu, pada +bagian ini hanya disampaikan gambaran umum sebagai pengantar sebelum +masuk ke tahap pengujian dan pembahasan hasil penelitian pada bab +berikutnya. +4.3. Requirement Analysis + + Tahap analisis kebutuhan pengujian dilakukan berdasarkan hasil +observasi dan wawancara yang telah dilakukan di SMK Taruna Bakti +Kertosono. Observasi dilakukan untuk mengetahui alur proses absensi yang +akan diterapkan menggunakan sistem Presensiku yang saat ini masih dalam +tahap pengembangan. Selain itu, wawancara dilakukan dengan pihak admin dan +guru untuk menggali kebutuhan serta gambaran penggunaan sistem absensi +yang akan diterapkan di lingkungan sekolah. + + Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, dapat ditentukan kebutuhan +pengujian performa sistem. Load testing mencakup seluruh modul utama yang +digunakan agar dapat mensimulasikan beban pengguna yang mendekati kondisi +nyata di sekolah. Cakupan pengujian meliput pada aplikasi website, fungsi +login, membaca QR Code, mengakses halaman Absensi Harian, mengakses +halaman Absensi Mata Pelajaran, serta mengirim data foto. Mobile siswa, +fungsi login, mengirim scan QR Code, mengakses halaman perizinan, mengirim +perizinan, mengakses data jadwal, dan mengakses data pengumuman. Mobile +guru, fungsi login, mengakses halaman Absensi Mata Pelajaran, mengirim +pengumuman, mengakses halaman Absensi Kehadiran, mengakses halaman + 38 + +perizinan, mengirim persetujuan perizinan, mengakses halaman jadwal +personal, dan mengakses halaman jadwal kelas. Pengujian ini bertujuan +memperoleh gambaran performa sistem saat digunakan secara bersamaan oleh +banyak pengguna. + + Gorilla testing difokuskan pada empat modul utama yang dianggap +krusial untuk kestabilan sistem, yaitu scan QR di aplikasi mobile, pengiriman +keputusan perizinan siswa di aplikasi mobile, melihat riwayat absensi kehadiran +di website, dan melihat riwayat absensi mata pelajaran di website. Pengujian ini +dilakukan untuk memastikan sistem tetap stabil saat digunakan secara intensif +dalam waktu singkat pada modul-modul kritis tersebut. + + Hasil wawancara menunjukkan bahwa pada saat sistem ini nanti +digunakan, proses absensi akan dilakukan secara bersamaan, terutama pada jam +masuk sekolah dan saat pergantian mata pelajaran. Sistem mampu menangani +banyak permintaan dalam waktu yang relatif singkat tanpa mengalami +penurunan performa yang signifikan. Pihak sekolah juga menyampaikan agar +proses absensi dapat berjalan dengan cepat dan tidak mengganggu kegiatan +belajar mengajar. + + Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tersebut, dapat ditentukan +kebutuhan pengujian performa sistem. Pengujian akan difokuskan pada modul- +modul utama yang akan digunakan, yaitu modul login, modul absensi mata +pelajaran menggunakan QR Code, serta modul perizinan siswa dan akses data +absensi oleh guru. Pengujian juga perlu mensimulasikan jumlah pengguna yang +mendekati kondisi nyata di sekolah agar hasil pengujian dapat menggambarkan +performa sistem pada saat digunakan secara bersamaan. + + Analisis ini digunakan sebagai dasar dalam menentukan skenario +pengujian, jumlah pengguna yang akan disimulasikan, serta parameter performa +yang akan diukur, seperti Response Time, latency, Throughput, dan Error Rate. +Lingkungan pengujian disesuaikan dengan spesifikasi sistem yang sedang +dikembangkan agar hasil pengujian yang diperoleh dapat mewakili kondisi +sistem pada saat diimplementasikan nanti. + 39 + + Proses pengujian performa yang dilakukan dapat memberikan gambaran +awal mengenai kemampuan sistem absensi Presensiku dalam menangani beban +pengguna sebelum sistem benar-benar digunakan di lingkungan sekolah. +4.4. Test Planning + + Tahap Test Planning dilakukan setelah kebutuhan pengujian berhasil +diidentifikasi. Tahap ini disusun rencana pengujian sebagai acuan pelaksanaan +pengujian performa sistem absensi Presensiku. Rencana pengujian mencakup +penentuan tujuan pengujian, objek yang akan diuji, metode pengujian, +lingkungan pengujian, jumlah virtual user, parameter pengujian, serta kriteria +keberhasilan yang digunakan dalam penelitian. + + Tujuan pengujian adalah menganalisis kemampuan sistem absensi +berbasis website dan aplikasi mobile dalam menangani beban pengguna secara +bersamaan serta mengevaluasi ketahanan sistem ketika fitur dijalankan secara +berulang. Objek pengujian terdiri atas website admin, aplikasi mobile siswa, dan +aplikasi mobile guru yang merupakan bagian dari sistem Presensiku di SMK +Taruna Bakti Kertosono. + + Penentuan jumlah virtual user pada pengujian load testing didasarkan +pada jumlah pengguna sistem yang dihitung menggunakan rumus Slovin +sebagaimana dijelaskan pada rumus 2.5. Hasil perhitungan tersebut digunakan +sebagai dasar dalam penyusunan skenario pengujian sehingga jumlah pengguna +yang disimulasikan dapat mewakili kondisi penggunaan sistem di SMK Taruna +Bakti Kertosono. Berdasarkan hasil tersebut, pengujian pada aplikasi mobile +siswa menggunakan 92, 297, dan 1034 virtual user, sedangkan aplikasi mobile +guru menggunakan 38, 52, dan 59 virtual user. Pengujian pada website +dilakukan menggunakan 1 virtual user pada setiap fitur dengan tetap +mempertimbangkan beban akses yang berasal dari aplikasi mobile sehingga +kondisi pengujian mendekati penggunaan sistem yang sebenarnya. + + Metode pengujian yang digunakan meliputi load testing dan gorilla +testing dengan bantuan Apache JMeter sebagai tools pengujian. Load testing +dilakukan untuk mengetahui performa sistem ketika menerima beban pengguna +yang meningkat secara bertahap. Gorilla testing dilakukan dengan memberikan + 40 + +perulangan (looping) sebanyak 100 kali pada fitur-fitur yang dianggap kritis +untuk menguji ketahanan sistem terhadap eksekusi secara terus-menerus. +Pelaksanaan pengujian juga menetapkan Suspension Criteria dan Resumption +Criteria sebagai bagian dari dokumen Test Plan. Pengujian akan dihentikan +sementara (suspension) apabila ditemukan kondisi yang menyebabkan proses +pengujian tidak dapat dilaksanakan sesuai skenario, seperti server sistem +Presensiku tidak dapat diakses, koneksi internet mengalami gangguan, atau +terjadi kesalahan konfigurasi Apache JMeter yang memengaruhi validitas hasil +pengujian. Pengujian akan dilanjutkan kembali (resumption) setelah penyebab +penghentian berhasil diperbaiki, server kembali beroperasi secara normal, +koneksi internet stabil, serta konfigurasi Apache JMeter telah sesuai dengan +skenario pengujian sehingga seluruh tahapan pengujian dapat dilaksanakan +sesuai dengan Test Plan. + + Parameter performa yang diukur pada penelitian ini meliputi Load Time, +Response Time, Throughput, Latency, dan Error Rate. Kriteria keberhasilan +pengujian mengacu pada standar yang digunakan dalam penelitian, yaitu Load +Time kurang dari 3 detik, Latency kurang dari 1 detik, Error Rate kurang dari +5%, serta Response Time dengan waktu respons optimal sebesar 0,1 detik. Nilai +Throughput digunakan untuk mengevaluasi kemampuan sistem dalam +memproses permintaan secara konsisten selama proses pengujian. + + Tahap Test Planning menghasilkan dokumen Test Plan yang menjadi +acuan dalam penyusunan test case, konfigurasi Apache JMeter, serta +pelaksanaan pengujian performa pada tahap berikutnya. Dokumen test plan bisa +diakses secara lengka pada link https://bit.ly/DokumenTestPlan. +4.5. Test case Development + + Tahap pengembangan test case dilakukan setelah perencanaan pengujian +selesai disusun. Peneliti terlebih dahulu menentukan skenario pengujian yang +akan digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan pengujian performa sistem. +Pengujian ini terdapat 4 skenario pengujian, yang terdiri dari 3 skenario load +testing dan 1 skenario gorilla testing. Skenario load testing digunakan untuk +menguji performa sistem berdasarkan jenis pengguna, yaitu pengguna Mobile + 41 + +siswa, Mobile guru, dan website admin. Sedangkan skenario gorilla testing +digunakan untuk menguji kestabilan sistem dengan melakukan request secara +berulang pada endpoint API dalam kondisi beban tinggi. Berikut merupakan +rincian skenario pengujian yang digunakan: +Tabel 4. 1 Skenario Load testing 1 Website Admin + +No Jenis Skenario Skenario + +1 SLO1.1 Pengajuan Login + +2 SLO1.2 Akses Jadwal + +3 SLO1.3 Akses Absensi mapel + +4 SLO1.4 Akses Absensi Kehadiran + +5 SLO1.5 Kelola Siswa + + Tabel 4.1 menunjukkan skenario load testing pada sistem berbasis website +yang digunakan oleh admin. Setiap skenario difokuskan pada pengujian +performa fitur utama, seperti login, akses jadwal, absensi kehadiran, absensi +mata pelajaran, serta pengelolaan data siswa. +Tabel 4. 2 Skenario Load testing 2 Mobile Siswa + +No Jenis Skenario Skenario + Pengajuan Login +1 SLO2.1 Absensi mapel + Pengajuan Perizinan +2 SLO2.2 Akses Pengumuman + Akses Jadwal +3 SLO2.3 + +4 SLO2.4 + +5 SLO2.5 + + Tabel 4.2 menunjukkan skenario load testing pada aplikasi Mobile siswa. +Setiap skenario difokuskan pada pengujian performa fitur utama yang sering +digunakan oleh siswa, meliputi login, absensi mata pelajaran, perizinan, +pengumuman, serta jadwal. +Tabel 4. 3 Skenario Load testing 3 Mobile Guru + 42 + +No Jenis Skenario Skenario + Pengajuan Login +1 SLO3.1 Akses Absensi Mapel + Tambah Pengumuman +2 SLO3.2 Akses Absensi Kehadiran + Akses Perizinan +3 SLO3.3 Kelola Perizinan + Akses Jadwal Personal +4 SLO3.4 Akses Jadwal Kelas + Kelola Laporkan +5 SLO3.5 + +6 SLO3.6 + +7 SLO3.7 + +8 SLO3.8 + +9 SLO3.9 + + Tabel 4.3 menunjukkan skenario load testing yang dilakukan pada +aplikasi Mobile guru. Pengujian difokuskan pada berbagai fitur yang digunakan +oleh guru dalam aktivitas sehari-hari, seperti login, akses absensi mata +pelajaran, pembuatan pengumuman, akses absensi siswa, serta pengelolaan +perizinan. +Tabel 4. 4 Skenario Gorilla testing + +No Jenis Skenario Skenario + +1 SGO1.1 Scan QR Code Absensi Mapel (Mobile Siswa) + +2 SGO1.2 Kelola Perizinan (Mobile Guru) + +3 SGO1.3 Akses Absensi mapel (Website) + +4 SGO1.4 Akses Absensi Kehadiran (Website) + + Tabel 4.4 menunjukkan skenario gorilla testing yang digunakan dalam +pengujian performa sistem. Pengujian ini difokuskan pada beberapa fungsi +penting, seperti proses scan QR Code, pengelolaan perizinan, absensi mata +pelajaran, dan absensi kehadiran. + + Test case pada penelitian ini juga disesuaikan dengan modul-modul +utama yang terdapat pada sistem absensi, seperti modul login, modul absensi +kehadiran, modul absensi mata pelajaran, serta modul perizinan dan akses data +absensi oleh guru. Secara keseluruhan terdapat 48 test case utama, yang terdiri + 43 + +dari 44 test case untuk load testing dan 4 test case untuk gorilla testing. Test +case tersebut disusun dalam dokumen tersendiri dan dilengkapi dengan +Requirement Traceability Matrix (RTM) untuk memastikan bahwa setiap +kebutuhan pengujian telah terhubung dengan skenario pengujian yang dibuat. +Dokumen test case dan RTM ini disertakan pada link +https://bit.ly/DokumenRTMPengujian agar dapat digunakan sebagai +pendukung dalam penelitian ini. Tabel test case pada tabel 4.5 sampai tabel 4.8 +digunakan untuk menjelaskan hubungan antara skenario pengujian dengan test +case yang mencakup ID skenario, deskripsi pengujian, serta endpoint API yang +diuji. +Tabel 4. 5 test case load testing website + +No ID Test Test case ID Skenario API + Case + mengirim fungsi SLO1.1 /login +1 login SLO1.2 + TCW.1 mengakses QR Code SLO1.3 /jadwal/qr/1 + Mengakses halaman SLO1.4 /pages/absensi/ +2 TCW.2 Absensi Harian SLO1.5 absensi_harian/1 +3 TCW.3 Mengakses halaman /pages/absensi/ + Absensi mapel absensi_mapel/1 +4 TCW.4 Mengirim data Foto /flaskpresensiku/ + pipeline/run +5 TCW.5 + + Tabel 4.5 menunjukkan daftar test case pada sistem berbasis website +yang digunakan oleh admin. Setiap test case disusun berdasarkan skenario +pengujian yang telah ditentukan dan direpresentasikan dalam bentuk +permintaan ke endpoint API yang sesuai. Setiap aktivitas pada test case, seperti +login, mengakses QR Code, absensi, dan pengiriman data, berhubungan +langsung dengan API yang digunakan oleh sistem. Pengujian dilakukan dengan +mengirim request ke masing-masing endpoint API untuk mengetahui +kemampuan sistem dalam merespons permintaan tersebut secara bersamaan. + 44 + +Tabel 4. 6 test case load testing Mobile siswa + +No ID Test Test case ID Skenario API + Case + mengirim fungsi login SLO2.1 /api/login +1 TCMS.1 Mengirim scan QR SLO2.2 /api/qrattendance +2 TCMS.2 Code + Menampilkan data SLO2.3 /api/attendance/ +3 TCMS.3 perizinan permission/report + mengirim perizinan SLO2.3 /api/attendance/ +4 TCMS.4 permission + Mengakses data jadwal SLO2.6 /api/classes/1 +5 TCMS.5 /api/student/ +6 TCMS.6 Mengakses data SLO2.7 notifications + + pengumuman + + Tabel 4.6 menunjukkan test case pada aplikasi Mobile siswa yang +digunakan dalam skenario load testing. Setiap test case disusun berdasarkan +skenario pengujian yang telah ditentukan dan direpresentasikan dalam bentuk +permintaan ke endpoint API yang sesuai. Setiap aktivitas, seperti login, +pemindaian QR Code, perizinan, serta akses data jadwal dan pengumuman, +berhubungan langsung dengan API yang digunakan oleh sistem. Pengujian +dilakukan dengan mengirim request ke masing-masing endpoint API untuk +mengetahui kemampuan sistem dalam merespons permintaan pengguna secara +bersamaan. +Tabel 4. 7 test case load testing Mobile guru + +No ID Test Test case ID Skenario API + fungsi /api/login + case + SLO3.1 +1 TCMG.1 Mengirim + + login + 45 + +No ID Test Test case ID Skenario API + +case /api/teacher/ + attendance/class/ +2 TCMG.2 Mengakses SLO3.2 2/2026-05-25 + /api/fcm/ + halaman Absensi send-announcement + /api/teacher/attend + mapel ance/ + daily/class?id_clas +3 TCMG.3 Mengirim SLO3.3 s=1 + &date=2026-04-1 + pengumuman /api/teacher/attend + ance/ +4 TCMG.4 Mengakses SLO3.4 permission/report/ + 1? + halaman Absensi start_date=2026- + 05-22 + Kehadiran &end_date=2026- + 05-22 +5 TCMG.5 Mengakses SLO3.5 /api/teacher/attend + ance/ + halaman perizinan permission/accept + /api/teacher/schedule +6 TCMG.6 Mengirim SLO3.5 s + + persetujuan /api/schedules/2 + + perizinan /api/teacher/attendan + ce/disrepancy/report +7 TCMG.7 Mengakses SLO3.6 + + halaman jadwal + + personal + +8 TCMG.8 Mengakses SLO3.7 + + halaman jadwal + + kelas + +9 TCMG.9 Mengirim SLO3.8 + + Laporkan siswa + 46 + + Tabel 4.7 menunjukkan test case pada aplikasi Mobile guru yang +digunakan dalam skenario load testing. Setiap test case disusun berdasarkan +skenario pengujian yang telah ditentukan dan direpresentasikan dalam bentuk +permintaan ke endpoint API yang sesuai. Setiap aktivitas, seperti login, +pengelolaan absensi mata pelajaran, pengiriman pengumuman, pengelolaan +absensi kehadiran, perizinan, serta akses jadwal, berhubungan langsung dengan +API yang digunakan oleh sistem. Pengujian dilakukan dengan mengirim request +ke masing-masing endpoint API untuk mengetahui kemampuan sistem dalam +merespons permintaan pengguna secara bersamaan. +Tabel 4. 8 test case Gorilla testing + +No ID Test Test case ID API + + case Skenario + +1 TCGO.1 mengirim Scan QR SGO1.1 /api/qrattendance + + (Mobile Siswa) + +2 TCGO.2 Mengirim Update SGO1.2 /api/teacher/attendan + + data perizianan ce/ + + (Mobile Guru) permission/accept + +3 TCGO.3 Mengakses halaman SGO1.3 /pages/absensi/ + + Absensi Kehadiran absensi_mapel/1 1 + + (Website) + +4 TCGO.4 Mengakses halaman SGO1.4 /pages/kelas/kelas_map + + Absensi Mapel el + + (Website) + + Tabel 4.8 menunjukkan test case pada skenario gorilla testing yang +difokuskan pada pengujian fitur-fitur tertentu secara berulang dengan intensitas +tinggi. Setiap test case merepresentasikan aktivitas yang terhubung langsung +dengan endpoint API dalam sistem. Pengujian dilakukan dengan mengirim +request secara berulang pada fungsi tertentu untuk mengetahui tingkat +kestabilan sistem dalam menangani beban tinggi dalam jangka waktu tertentu.. + 47 + +4.6. Test Envionment setup + Tahap test environment setup merupakan proses penyiapan lingkungan + +pengujian yang digunakan dalam pelaksanaan pengujian performa sistem. +Lingkungan pengujian disusun agar mampu merepresentasikan kondisi +penggunaan sistem secara nyata, sehingga hasil pengujian yang diperoleh dapat +dianalisis secara lebih akurat. Sistem absensi yang diuji dijalankan pada server +hosting, sedangkan simulasi pengguna dilakukan menggunakan aplikasi +Apache JMeter yang dijalankan pada perangkat komputer penguji. Link +https://bit.ly/DokumenSUD. + +3.9.1. Spesifikasi Lingkungan Pengujian + Subbab ini menjelaskan spesifikasi perangkat keras (hardware) dan + +perangkat lunak (software) yang digunakan dalam proses pengujian performa +sistem absensi Presensiku. Spesifikasi tersebut digunakan sebagai lingkungan +pengujian untuk menjalankan simulasi pengguna virtual menggunakan Apache +JMeter serta mendukung proses pengujian sistem secara keseluruhan. Adapun +spesifikasi perangkat yang digunakan dalam proses pengujian dapat dilihat pada +tabel 4.9. + Tabel 4. 9 Spesifikasi Lingkungan Pengujian + +No Komponen Spesifikasi + Laptop / Komputer Pengujian +1 Perangkat Keras Intel Core i5 / setara + 8 GB +2 Prosesor Windows 10 + XAMPP / Apache +3 RAM MySQL + Apache JMeter +4 Sistem Operasi + +5 Web Server + +6 Database + +7 Tools Pengujian + + Lingkungan pengujian ini digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan +proses pengujian performa sistem absensi. Adanya konfigurasi lingkungan +pengujian yang jelas, proses eksekusi pengujian dapat dilakukan secara + 48 + +terstruktur dan hasil yang diperoleh dapat dianalisis secara lebih akurat pada +tahap selanjutnya. + + Gambar 4.x Arsitektur Lingkungan Pengujian + Gambar 3.x menunjukkan arsitektur lingkungan pengujian yang +digunakan pada penelitian ini. Apache JMeter berperan sebagai alat pengujian +yang mensimulasikan sejumlah virtual user untuk mengirimkan request ke +sistem yang diuji (Application Under Test). Setiap virtual user menjalankan +skenario pengujian sesuai test case yang telah dirancang. Sistem kemudian +memproses setiap request dan mengembalikan response kepada Apache JMeter. +Response tersebut digunakan untuk memperoleh nilai parameter performa, +meliputi Load Time, Response Time, Throughput, Latency, dan Error Rate. +3.9.2. Konfigurasi Pengujian Load testing Pada Website Admin + Konfigurasi pengujian website pada Apache JMeter diawali dengan +pengaturan Thread Group. Thread Group digunakan untuk mensimulasikan +pengguna virtual yang mengakses website secara bersamaan. Pada bagian ini, +peneliti mengisi parameter utama berupa Number of Threads untuk menentukan +jumlah pengguna virtual, Ramp-up Period untuk mengatur waktu menjalankan +pengguna secara bertahap, dan Loop count untuk menentukan jumlah +pengulangan request. Konfigurasi Thread Group ini menjadi dasar sebelum +penambahan HTTP Request pada masing-masing test case. Tampilan +konfigurasi Thread Group ditunjukkan pada Gambar 4.1 + 49 + + Gambar 4. 1 Thread Group Pada pengujian Website + Gambar 4.1 menunjukan Konfigurasi Thread Group pada pengujian +website disesuaikan dengan jumlah pengguna yang tersedia pada sistem. Karena +website hanya digunakan oleh satu pengguna admin, maka jumlah pengguna +virtual pada Thread Group diatur sebanyak 1 user. Parameter lainnya yang +digunakan yaitu Ramp-up Period selama 1 detik untuk menjalankan user secara +bertahap, serta Loop count sebanyak 1 kali karena pengujian hanya dilakukan +satu kali pada setiap skenario. Konfigurasi ini digunakan untuk mensimulasikan +akses admin pada website secara sederhana sesuai kondisi penggunaan +sebenarnya. + a. Konfigurasi HTTP Request mengirim fungsi login + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +login pengguna pada sistem Presensiku menggunakan Apache JMeter. +Pengaturan ini digunakan untuk mengirim permintaan login ke server melalui +endpoint yang telah ditentukan sehingga performa sistem dapat dianalisis saat +menerima akses dari pengguna secara bersamaan. + 50 + + Gambar 4. 2 HTTP Request mengirim fungsi login + Berdasarkan konfigurasi pada gambar 4.2, HTTP Request menggunakan +protocol https dengan server presensiku.site. Method yang digunakan yaitu +POST dengan path /login untuk proses autentikasi pengguna. Parameter yang +dikirim meliputi email, password, dan _token sebagai token keamanan pada +framework Laravel. Konfigurasi ini digunakan untuk mensimulasikan aktivitas +login pengguna pada sistem selama proses load testing berlangsung. + b. Konfigurasi HTTP Request mengakses halaman QR Code + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +akses halaman QR Code pada sistem Presensiku menggunakan Apache JMeter. + + Gambar 4. 3 HTTP Request mengakses halaman QR Code + Berdasarkan konfigurasi pada gambar 4.3, HTTP Request menggunakan +protocol https dengan server presensiku.site. Method yang digunakan yaitu GET +dengan endpoint /jadwal/qr/1 untuk mengambil data Qr Code. Angka 1 pada +endpoint menunjukkan parameter identitas data yang digunakan sistem untuk +menampilkan informasi QR Code tersebut. Konfigurasi ini digunakan untuk + 51 + +mensimulasikan aktivitas pengguna saat membuka halaman QR Code pada +sistem. + c. Konfigurasi HTTP Request mengakses halaman absensi harian + + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +akses halaman absensi harian pada sistem Presensiku menggunakan Apache +JMeter. + + Gambar 4. 4 HTTP Request mengakses halaman absensi harian + Berdasarkan konfigurasi pada gambar 4.4, HTTP Request menggunakan +protocol https dengan server presensiku.site. Method yang digunakan yaitu GET +dengan endpoint /pages/absensi/absensi_harian/1 untuk mengambil data +riwayat absensi harian dari server. Angka 1 pada endpoint menunjukkan +parameter identitas data yang digunakan sistem untuk menampilkan informasi +absensi tertentu. Konfigurasi ini digunakan untuk mensimulasikan aktivitas +pengguna saat membuka halaman riwayat absensi harian pada sistem. + d. Konfigurasi HTTP Request mengakses halaman absensi mapel + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +akses halaman absensi mata pelajaran pada sistem Presensiku menggunakan +Apache JMeter. + 52 + + Gambar 4. 5 HTTP Request mengakses halaman absensi mapel + Berdasarkan konfigurasi pada gambar 4.5, HTTP Request menggunakan +protocol https dengan server presensiku.site. Method yang digunakan yaitu GET +dengan endpoint /pages/kelas/kelas_mapel untuk mengambil data riwayat +absensi mata pelajaran dari server. Endpoint tersebut digunakan untuk +menampilkan informasi absensi berdasarkan mata pelajaran yang tersedia pada +sistem. Konfigurasi ini digunakan untuk mensimulasikan aktivitas pengguna +saat mengakses halaman riwayat absensi mapel pada sistem. + e. Konfigurasi HTTP Request mengirim data foto + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +pengiriman data foto pada sistem Presensiku menggunakan Apache JMeter. + + Gambar 4. 6 HTTP Request mengirim data foto + Berdasarkan konfigurasi pada Gambar 4.6, HTTP Request menggunakan +protocol HTTPS dengan server presensiku.site. Method yang digunakan yaitu + 53 + +POST dengan endpoint /flaskpresensiku/pipeline/run untuk mengirim data foto +ke server. Endpoint tersebut digunakan untuk memproses foto yang dikirim +pengguna sebagai bagian dari proses presensi pada sistem. Konfigurasi ini +digunakan untuk mensimulasikan aktivitas pengguna saat melakukan +pengiriman foto ke server melalui aplikasi Presensiku. Pengujian dilakukan +untuk mengetahui kemampuan sistem dalam menerima dan memproses data +foto dari banyak pengguna secara bersamaan selama proses presensi +berlangsung. +3.9.3. Konfigurasi Pengujian Load testing Pada Mobile Siswa + + Konfigurasi pengujian Mobile siswa pada Apache JMeter diawali dengan +pengaturan Thread Group. Thread Group digunakan untuk mensimulasikan +pengguna virtual yang mengakses sistem secara bersamaan melalui aplikasi +mobile. Peneliti mengisi parameter utama berupa Number of Threads untuk +menentukan jumlah pengguna virtual, Ramp-up Period untuk mengatur waktu +menjalankan pengguna secara bertahap, dan Loop count untuk menentukan +jumlah pengulangan request. Konfigurasi Thread Group ini menjadi dasar +sebelum penambahan HTTP Request pada masing-masing test case. Tampilan +konfigurasi Thread Group ditunjukkan pada Gambar 4.7 + + Gambar 4. 7 Thread Group pada pengujian Mobile siswa + Gambar 4.7 menunjukkan Konfigurasi Thread Group pada pengujian +Mobile siswa disesuaikan dengan jumlah pengguna siswa yang menggunakan +aplikasi Presensiku. Jumlah pengguna virtual pada Thread Group diatur sesuai + 54 + +skenario pengujian, yaitu sebanyak 92 user, 297 user, dan 1034 user. Parameter +Ramp-up Period disamakan dengan jumlah user pada setiap skenario sehingga +pengguna virtual dijalankan secara bertahap dengan jangka sekitar 1 user per +detik. Pengaturan ini dilakukan agar peningkatan jumlah request berjalan secara +bertahap, sehingga server tidak langsung menerima beban akses yang besar +dalam waktu singkat selama proses pengujian. Loop count diatur sebanyak 1 +kali karena setiap skenario pengujian dijalankan satu kali sesuai kebutuhan +pengambilan data. Konfigurasi tersebut digunakan untuk mensimulasikan akses +siswa pada aplikasi Mobile secara bersamaan sesuai dengan kondisi +penggunaan sistem sebenarnya. +a. Konfigurasi HTTP Request mengirim fungsi login + + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +login pengguna pada aplikasi Mobile Presensiku menggunakan Apache JMeter. +Pengaturan ini digunakan untuk mengirim data autentikasi pengguna ke server +sebagai tahap awal akses aplikasi. + + Gambar 4. 8 HTTP Request mengirim fungsi login + Berdasarkan konfigurasi pada gambar 4.8, HTTP Request menggunakan +protocol https dengan server presensiku.site. Method yang digunakan yaitu +POST dengan endpoint /api/login untuk mengirim data login pengguna ke +server. Parameter yang digunakan pada request terdiri dari email, password, dan +_token sebagai data autentikasi pengguna saat proses login berlangsung. +Konfigurasi ini digunakan untuk mensimulasikan aktivitas login siswa pada +aplikasi mobile. +b. Konfigurasi HTTP Request mengirim scan QR Code + 55 + + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +pengiriman data scan QR Code pada aplikasi Mobile Presensiku menggunakan +Apache JMeter. Pengaturan ini digunakan untuk mengetahui performa server +saat menerima data presensi dari pengguna. + + Gambar 4. 9 HTTP Request mengirim scan QR Code + Gambar 4.9 pada bagian Body Data, request mengirimkan data dalam +format JSON berupa id_student, id_class, latitude, longitude, date, dan qrCode. +Data tersebut diambil dari variabel CSV, seperti ${id_student}, ${id_class}, +${latitude}, ${longitude}, ${date}, dan ${qrCode}. Konfigurasi ini digunakan +untuk menguji kemampuan server dalam menerima request presensi dari +banyak pengguna secara bersamaan. +c. Konfigurasi HTTP Request Menampilkan data perizinan + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +akses data perizinan pada aplikasi Mobile Presensiku menggunakan Apache +JMeter. Pengaturan ini digunakan untuk mengetahui performa server saat +menampilkan data perizinan pengguna. + 56 + + Gambar 4. 10 HTTP Request Menampilkan data perizinan + Berdasarkan konfigurasi pada gambar 4.10, HTTP Request +menggunakan protocol https dengan server presensiku.site. Method yang +digunakan yaitu POST dengan endpoint /api/attendance/permission/report +untuk mengambil data perizinan dari server berdasarkan rentang tanggal yang +ditentukan. Parameter yang digunakan pada request terdiri dari start_date dan +end_date sebagai data filter untuk menampilkan laporan perizinan pengguna. +Konfigurasi ini digunakan untuk mensimulasikan aktivitas pengguna saat +membuka data perizinan pada aplikasi mobile. +d. Konfigurasi HTTP Request mengirim perizinan + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +pengiriman data perizinan pada aplikasi Mobile Presensiku menggunakan +Apache JMeter. Pengaturan ini digunakan untuk mengetahui performa server +saat menerima data perizinan dari pengguna. + 57 + + Gambar 4. 11 HTTP Request mengirim perizinan + Berdasarkan konfigurasi pada gambar 4.11, HTTP Request +menggunakan protocol https dengan server presensiku.site. Method yang +digunakan yaitu POST dengan endpoint /api/attendance/permission untuk +mengirim data perizinan siswa ke server. Parameter yang digunakan pada +request terdiri dari reason, information, date_permission, dan time_period +sebagai data pengajuan perizinan pengguna. Selain itu, request juga +menggunakan parameter evidence berupa file gambar sebagai bukti pendukung +perizinan yang dikirim melalui fitur multipart/form-data. Konfigurasi ini +digunakan untuk mensimulasikan aktivitas pengguna saat mengirim pengajuan +perizinan pada aplikasi mobile. +e. Konfigurasi HTTP Request Mengakses data jadwal + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +akses data jadwal pada aplikasi Mobile Presensiku menggunakan Apache +JMeter. Pengaturan ini digunakan untuk mengetahui performa server saat +menampilkan data jadwal kepada pengguna. + + Gambar 4. 12 HTTP Request Mengakses data jadwal + Berdasarkan konfigurasi pada gambar 4.12, HTTP Request +menggunakan protocol https dengan server presensiku.site. Method yang +digunakan yaitu GET untuk mengambil data jadwal dari server melalui endpoint +/api/classes/1. Konfigurasi ini digunakan untuk mensimulasikan aktivitas +pengguna saat mengakses data jadwal pada aplikasi mobile. +f. Konfigurasi HTTP Request Mengakses data pengumuman + 58 + + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +akses data jadwal pada aplikasi Mobile Presensiku menggunakan Apache +JMeter. Pengaturan ini digunakan untuk mengetahui performa server saat +menampilkan data jadwal kepada pengguna. + + Gambar 4. 13 HTTP Request Mengakses data pengumuman + Berdasarkan konfigurasi pada gambar 4.13, HTTP Request +menggunakan protocol https dengan server presensiku.site. Method yang +digunakan yaitu POST untuk mengambil data pengumuman dari server melalui +endpoint yang telah ditentukan. Parameter yang digunakan pada request terdiri +dari start_date dan end_date sebagai data filter untuk menampilkan informasi +pengumuman berdasarkan rentang tanggal tertentu. Konfigurasi ini digunakan +untuk mensimulasikan aktivitas pengguna saat mengakses data pengumuman +pada aplikasi mobile. +3.9.4. Konfigurasi Pengujian Load testing Pada Mobile Guru + Konfigurasi pengujian Mobile guru pada Apache JMeter diawali dengan +pengaturan Thread Group. Thread Group digunakan untuk mensimulasikan +pengguna virtual yang mengakses sistem secara bersamaan melalui aplikasi +Mobile guru. Pada bagian ini, peneliti mengisi parameter utama berupa Number +of Threads untuk menentukan jumlah pengguna virtual, Ramp-up Period untuk +mengatur waktu menjalankan pengguna secara bertahap, dan Loop count untuk +menentukan jumlah pengulangan request. Konfigurasi Thread Group ini + 59 + +menjadi dasar sebelum penambahan HTTP Request pada masing-masing test +case. Tampilan konfigurasi Thread Group ditunjukkan pada Gambar 4.14 + + Gambar 4. 14 Thread Group pada pengujian Mobile guru + Gambar 4.14 Konfigurasi Thread Group pada pengujian Mobile guru +disesuaikan dengan jumlah pengguna guru yang menggunakan aplikasi +Presensiku. Jumlah pengguna virtual pada Thread Group diatur sesuai skenario +pengujian yaitu sebanyak 38 user, 52 user, dan 59 user. Parameter Ramp-up +Period disamakan dengan jumlah user pada setiap skenario sehingga pengguna +virtual dijalankan secara bertahap dengan interval sekitar 1 user per detik. Serta +Loop count sebanyak 1 kali karena pengujian dilakukan satu kali pada setiap +skenario. Konfigurasi ini digunakan untuk mensimulasikan akses guru pada +aplikasi Mobile secara bersamaan sesuai kondisi penggunaan sistem +sebenarnya. +a. Mengakses halaman Absensi Kehadiran + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +akses halaman absensi kehadiran pada aplikasi Mobile guru menggunakan +Apache JMeter. Pengaturan ini digunakan untuk mengetahui performa server +saat menampilkan data absensi kehadiran kepada pengguna. + 60 + + Gambar 4. 15 HTTP Request halaman Absensi Kehadiran + Gambar 4.15 menjelaskan konfigurasi HTTP Request yang digunakan +pada Apache JMeter untuk melakukan pengujian fitur absensi kehadiran guru +pada aplikasi mobile. Endpoint yang digunakan yaitu +/api/teacher/attendance/daily/class?id_class=1&date=2026-05-25. Test case ini +menggunakan method GET karena sistem hanya melakukan pengambilan data +absensi dari server tanpa mengirim atau mengubah data. Protocol HTTPS +digunakan untuk memastikan proses komunikasi data berlangsung secara aman +melalui server presensiku.site. Parameter id_class=1 digunakan untuk +menentukan kelas yang diakses, sedangkan parameter date=2026-05-25 +digunakan untuk menampilkan data absensi berdasarkan tanggal tertentu. +Konfigurasi ini digunakan untuk mensimulasikan aktivitas guru saat membuka +halaman absensi kehadiran pada aplikasi Mobile sehingga performa sistem +dalam menangani permintaan pengambilan data dapat dianalisis selama proses +load testing berlangsung. +b. Mengakses halaman perizinan + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +akses halaman perizinan pada aplikasi Mobile guru menggunakan Apache +JMeter. Pengaturan ini digunakan untuk mengetahui performa server saat +menampilkan data perizinan kepada pengguna. + 61 + + Gambar 4. 16 HTTP Request halaman perizinan + Gambar 4.16 menjelaskan konfigurasi HTTP Request yang digunakan +pada Apache JMeter untuk melakukan pengujian fitur halaman perizinan pada +aplikasi Mobile guru. Endpoint yang digunakan yaitu +/api/teacher/attendance/permission/report/2?start_date=2026-0501&end_date= +2026-05-25 dengan method GET karena sistem hanya mengambil data +perizinan dari server tanpa melakukan perubahan data. Protocol HTTPS +digunakan untuk memastikan proses komunikasi data dengan server +presensiku.site berjalan dengan aman. Parameter start_date dan end_date +digunakan untuk menentukan rentang tanggal data perizinan yang ditampilkan +pada halaman aplikasi. Konfigurasi ini digunakan untuk mensimulasikan +aktivitas guru saat mengakses halaman perizinan pada aplikasi Mobile sehingga +performa sistem dalam menangani permintaan pengambilan data dapat +dianalisis selama proses load testing berlangsung. +c. Mengirim persetujuan perizinan + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +pengiriman persetujuan perizinan pada aplikasi Mobile guru menggunakan +Apache JMeter. Pengaturan ini digunakan untuk mengetahui performa server +saat menerima data persetujuan perizinan dari pengguna. + 62 + + Gambar 4. 17 HTTP Request Mengirim persetujuan perizinan + Berdasarkan konfigurasi pada gambar 4.17, HTTP Request +menggunakan protocol https dengan server presensiku.site. Method yang +digunakan yaitu POST untuk mengirim data persetujuan perizinan ke server +melalui endpoint yang telah ditentukan. Konfigurasi ini digunakan untuk +mensimulasikan aktivitas guru saat memberikan persetujuan perizinan pada +aplikasi mobile. +d. Mengakses halaman jadwal personal + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +akses halaman jadwal personal pada aplikasi Mobile guru menggunakan +Apache JMeter. Pengaturan ini digunakan untuk mengetahui performa server +saat menampilkan data jadwal personal kepada pengguna. + + Gambar 4. 18 HTTP Request Mengakses halaman jadwal personal + Berdasarkan konfigurasi pada gambar 4.18, HTTP Request +menggunakan protocol HTTPS dengan server presensiku.site. Method yang + 63 + +digunakan yaitu GET untuk mengambil data jadwal personal dari server melalui +endpoint/api/teacher/schedules. Endpoint tersebut digunakan untuk +menampilkan informasi jadwal mengajar guru pada aplikasi Mobile tanpa +melakukan perubahan data pada server. Konfigurasi ini digunakan untuk +mensimulasikan aktivitas guru saat mengakses halaman jadwal personal pada +aplikasi Mobile sehingga performa sistem dalam menangani permintaan +pengambilan data jadwal dapat dianalisis selama proses load testing +berlangsung. +e. Mengakses halaman jadwal kelas + + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +akses halaman jadwal kelas pada aplikasi Mobile guru menggunakan Apache +JMeter. Pengaturan ini digunakan untuk mengetahui performa server saat +menampilkan data jadwal kelas kepada pengguna. + + Gambar 4. 19 HTTP Request halaman jadwal kelas + Berdasarkan konfigurasi pada gambar 4.19, HTTP Request +menggunakan protocol HTTPS dengan server presensiku.site. Method yang +digunakan yaitu GET untuk mengambil data jadwal kelas dari server melalui +endpoint /api/schedules/2. Endpoint tersebut digunakan untuk menampilkan +informasi jadwal kelas berdasarkan identitas kelas yang dipilih pada aplikasi +Mobile tanpa melakukan perubahan data pada server. Konfigurasi ini digunakan +untuk mensimulasikan aktivitas guru saat mengakses halaman jadwal kelas +pada aplikasi Mobile sehingga performa sistem dalam menangani permintaan + 64 + +pengambilan data jadwal dapat dianalisis selama proses load testing +berlangsung. +3.9.5. Konfigurasi Pengujian Gorilla testing + + Konfigurasi pengujian Gorilla testing pada Apache JMeter diawali +dengan pengaturan Thread Group yang digunakan untuk mensimulasikan +aktivitas pengguna pada fitur utama sistem secara berulang. Thread Group +berfungsi untuk mengatur jumlah pengguna virtual yang menjalankan request +ke server selama proses pengujian berlangsung. Pada bagian ini, peneliti +mengatur parameter utama berupa Number of Threads untuk menentukan +jumlah pengguna virtual, Ramp-up Period untuk mengatur waktu menjalankan +pengguna secara bertahap, serta Loop count untuk menentukan jumlah +pengulangan request pada setiap skenario pengujian. Tampilan konfigurasi +Thread Group Gorilla testing ditunjukkan pada Gambar 4.20. + + Gambar 4. 20 Thread Group pada pengujian Gorilla testing + Gambar 4.20 Konfigurasi Thread Group pada pengujian Gorilla testing +disesuaikan dengan tingkat kelonggaran error sebesar 10% dari jumlah +pengguna yang sesuai pada sistem. Pengaturan Loop count diatur sebanyak 100 +kali untuk melakukan pengulangan request secara terus-menerus selama proses +pengujian berlangsung. Konfigurasi ini digunakan untuk mengetahui kestabilan +dan performa sistem ketika fitur utama dijalankan berulang kali dalam waktu +tertentu. + 65 + + Pengujian Gorilla testing difokuskan pada fitur utama yang sering +digunakan oleh pengguna pada sistem Presensiku. Fitur yang diuji meliputi +proses mengirim scan QR pada Mobile siswa, mengirim update data perizinan +pada Mobile guru, mengakses halaman absensi kehadiran pada website, serta +mengakses halaman absensi mapel pada website. Pengujian dilakukan secara +berulang menggunakan Apache JMeter untuk mengetahui kemampuan sistem +dalam menangani aktivitas pengguna secara terus-menerus pada fitur utama +sistem. +a. Konfigurasi HTTP Request Mengirim Scan QR (Mobile Siswa) + + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +pengiriman data scan QR Code pada aplikasi Mobile siswa dengan beban +pengguna sebanyak 297 user. Pengaturan ini digunakan untuk mengetahui +performa server saat menerima request presensi siswa secara berulang selama +proses Gorilla testing berlangsung. + + Gambar 4. 21 HTTP Request Mengirim Scan QR (Mobile Siswa) + Berdasarkan konfigurasi pada gambar 4.21, HTTP Request +menggunakan protocol https dengan server presensiku.site. Method yang +digunakan yaitu POST untuk mengirim data hasil scan QR Code ke server +melalui endpoint /api/qrattendance. Konfigurasi ini digunakan untuk +mensimulasikan aktivitas presensi siswa melalui scan QR Code secara terus- +menerus pada aplikasi mobile. +b. Konfigurasi HTTP Request Mengirim Update Data Perizinan (Mobile Guru) + 66 + + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +pengiriman update data perizinan pada aplikasi Mobile guru menggunakan +Apache JMeter. Pengaturan ini digunakan untuk mengetahui performa server +saat menerima perubahan data perizinan secara berulang selama proses Gorilla +testing berlangsung. + +Gambar 4. 22 HTTP Request Mengirim Update Data Perizinan (Mobile Guru) + Berdasarkan konfigurasi pada gambar 4.22, HTTP Request + +menggunakan protocol https dengan server presensiku.site. Method yang +digunakan yaitu POST untuk mengirim data update perizinan ke server melalui +endpoint yang telah ditentukan. Konfigurasi ini digunakan untuk +mensimulasikan aktivitas guru saat melakukan update data perizinan pada +aplikasi Mobile secara terus-menerus. +c. Konfigurasi HTTP Request Mengakses Halaman Absensi Kehadiran + + (Website) + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses + +akses halaman absensi kehadiran pada website menggunakan Apache JMeter. +Pengaturan ini digunakan untuk mengetahui performa server saat menerima +request akses halaman absensi kehadiran secara berulang selama proses Gorilla +testing berlangsung. + 67 + + Gambar 4. 23 HTTP Request Mengakses Halaman Absensi Kehadiran + (Website) + + Berdasarkan konfigurasi pada gambar di atas, HTTP Request +menggunakan protocol https dengan server presensiku.site. Method yang +digunakan yaitu GET untuk mengambil data absensi kehadiran dari server +melalui endpoint /pages/absensi/absensi_harian/1. Konfigurasi ini digunakan +untuk mensimulasikan aktivitas admin saat mengakses halaman absensi +kehadiran pada website secara terus-menerus. +d. Konfigurasi HTTP Request Mengakses Halaman Absensi Mapel (Website) + + Konfigurasi HTTP Request dilakukan untuk mensimulasikan proses +akses halaman absensi mapel pada website menggunakan Apache JMeter. +Pengaturan ini digunakan untuk mengetahui performa server saat menerima +request akses halaman absensi mapel secara berulang selama proses Gorilla +testing berlangsung. + + Gambar 4. 24 HTTP Request Mengakses Halaman Absensi Mapel (Website) + Berdasarkan konfigurasi pada gambar 4.24, HTTP Request + +menggunakan protocol https dengan server presensiku.site. Method yang + 68 + +digunakan yaitu GET untuk mengambil data absensi mapel dari server melalui +endpoint yang telah ditentukan. Konfigurasi ini digunakan untuk +mensimulasikan aktivitas admin saat mengakses halaman absensi mapel pada +website secara terus-menerus. +4.7. Test Execution + + 4.7.1. Load testing + Pengujian load testing dilakukan untuk mengetahui kemampuan sistem + +dalam menangani permintaan pengguna secara bersamaan. Pengujian ini +menggunakan jumlah pengguna yang ditentukan berdasarkan tingkat +kelonggaran error sebesar 10%, 5%, dan 1% dari total populasi pengguna +sistem. Jumlah pengguna pada setiap tingkat kelonggaran error dihitung +menggunakan Persamaan Rumus 2.5. Hanya lima parameter dianalisis Load +Time (dari nilai minimum), Response Time (rata-rata), Throughput, Error Rate, +dan Latency (diukur terpisah). Hasil pengujian diambil dari Summary Report +dan View Results in Table pada JMeter. + + Pengujian load testing dilakukan pada beberapa platform sebagai +berikut: +a. Website + + Pengujian dilakukan pada sistem berbasis website yang digunakan oleh +admin untuk mengelola data absensi, jadwal, dan data siswa. Pengujian juga +dilakukan dengan skenario di mana 1 user admin mengakses halaman melalui +website, untuk melihat performa sistem saat terjadi akses. Hasil pengujian +diperoleh dari tiga tampilan utama pada JMeter, yaitu Summary Report, View +Results in Table, dan View Results Tree. Summary Report digunakan untuk +melihat nilai Load Time, Response Time, Throughput, dan Error Rate. View +Results in Table digunakan sebagai dasar perhitungan nilai Latency Perhitungan +lengkap Latency dicantumkan pada RTM melalui link +https://bit.ly/DokumenRTMPengujian. Hasil pengujian website pada jmeter ada +pada gambar 4.25 dan gambar 4.26. + 69 + + Gambar 4. 25 Summary Report Load testing pada website + + Gambar 4. 26 View Results in Table Load testing pada Website +1) Post Login + + Hasil pengujian pada gambar 4.25 dan 4.26 diketahui Load Time 2,342 +detik, Response Time 2,342 detik, Throughput 25,6 request/menit, Error Rate +0%, dan Latency 0,565 detik. Proses login berhasil dilakukan tanpa kegagalan +request. Nilai Latency yang lebih rendah dibandingkan Respons Time +menunjukkan bahwa sebagian waktu digunakan untuk proses validasi data +pengguna dan autentikasi pada server. +2) Get QR Code + + Hasil pengujian pada gambar 4.25 dan 4.26 diketahui Load Time 0,207 +detik, Response Time 0,207 detik, Throughput 4,8 request/menit, Error Rate +0%, dan Latency 0,165 detik. Pengambilan data QR Code berjalan dengan cepat +dan stabil. Nilai Respons Time yang rendah menunjukkan bahwa sistem mampu +menampilkan data QR Code dengan waktu tunggu yang singkat. +3) Get Absensi Harian + + Hasil pengujian pada gambar 4.25 dan 4.26 diketahui Load Time 4,528 +detik, Response Time 4,528 detik, Throughput 13,3 request/menit, Error Rate +0%, dan Latency 0,613 detik. Proses pengambilan data absensi harian berhasil + 70 + +dilakukan tanpa error. Nilai Respons Time yang cukup tinggi menunjukkan +bahwa sistem perlu memproses dan mengambil data absensi dalam jumlah yang +lebih besar dibandingkan request lainnya. +4) Get Absensi Mapel + + Hasil pengujian pada gambar 4.25 dan 4.26 diketahui Load Time 0,166 +detik, Response Time 0,166 detik, Throughput 6 request/menit, Error Rate 0%, +dan Latency 0,089 detik. Pengambilan data absensi mata pelajaran berjalan +dengan cepat dan efisien. Nilai Respons Time dan Latency yang rendah +menunjukkan bahwa data dapat ditampilkan dengan baik tanpa kendala +performa. +5) Post Foto + + Hasil pengujian pada gambar 4.25 dan 4.26 diketahui Load Time 0,037 +detik, Response Time 0,037 detik, Throughput 27 request/menit, Error Rate +100%, dan Latency 0,037 detik. Proses pengiriman foto memiliki waktu respons +yang sangat cepat. Namun, seluruh request tercatat gagal sehingga +menghasilkan Error Rate sebesar 100%. Kegagalan tersebut perlu dianalisis +berdasarkan hasil View Results Tree untuk mengetahui penyebab error yang +terjadi selama proses pengujian. + + Pengujian yang dilakukan pada 5 test case yang diuji, sebagian besar +request berhasil diproses dengan baik tanpa error. Nilai Response Time tercepat +diperoleh pada fitur Post Kirim Foto sebesar 0,037 detik dan nilai Response +Time tertinggi terdapat pada fitur Get Absensi Harian sebesar 4,528 detik. Hasil +pengujian menunjukkan bahwa fitur login, QR Code, absensi harian, dan +absensi mata pelajaran mampu berjalan dengan stabil. Error Rate yang muncul +pada pengujian dipengaruhi oleh kegagalan pada fitur Post Kirim Foto. +Kegagalan tersebut terjadi karena server belum menggunakan VPS yang +memadai untuk menangani proses pengiriman dan penyimpanan data foto. +Akibatnya, permintaan unggah foto dari pengguna tidak dapat diproses secara +optimal sehingga menghasilkan responsrror. +b. Mobile Siswa + 71 + + Pengujian dilakukan pada aplikasi Mobile siswa dengan jumlah +pengguna secara bersamaan sebanyak 92, 297, dan 1034 user, sesuai dengan +tingkat kelonggaran error yang telah ditentukan. Hasil pengujian diperoleh dari +tiga tampilan utama pada JMeter, yaitu Summary Report, View Results in Table, +dan View Results Tree. Summary Report digunakan untuk melihat nilai Load +Time, Response Time, Throughput, dan Error Rate. View Results in Table +digunakan sebagai perhitungan nilai Latency. Perhitungan lengkap Latency +dicantumkan pada RTM melalui link https://bit.ly/DokumenRTMPengujian. + + Hasil pengujian pada test case ini menunjukkan performa sistem dalam +menangani berbagai aktivitas siswa, seperti mengirim fungsi login, mengakses +halaman absensi mata pelajaran, mengirim scan QR Code, mengakses halaman +perizinan, mengirim data perizinan, mengakses data jadwal, serta mengakses +data pengumuman. Setiap aktivitas diuji dengan mengirim request secara +bersamaan untuk melihat kemampuan sistem dalam merespons permintaan dari +pengguna Mobile siswa. +1) Hasil Pengujian Mobile Siswa 92 Sampel + + Pengujian performa dilakukan pada aplikasi Mobile siswa dengan 92 +user. Hasil pengujian mobile siswa dengan 92 sampel ada pada gambar 4.27 dan +gambar 4.28. + + Gambar 4. 27 Summary Reports Load testing pada mobile siswa 92 sampel + 72 + +Gambar 4. 28 View Results in table Load testing pada mobile siswa 92 sampel +a) Post Login + + Hasil pengujian pada gambar 4.27 dan 4.28 diketahui Load Time 0,427 +detik, Response Time 0,684 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0%, dan +Latency 0,6821 detik. Login siswa berjalan lancar tanpa error. Nilai Latency +pada proses login relatif lebih tinggi karena sistem perlu melakukan validasi +data pengguna dan autentikasi sebelum pengguna dapat masuk ke aplikasi +b) Get Jadwal Siswa + + Hasil pengujian pada gambar 4.27 dan 4.28 diketahui Load Time 0,131 +detik, Response Time 0,207 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0%, dan +Latency 0,2078 detik. Pengambilan data jadwal siswa berjalan cepat dan stabil. +Hal ini menunjukkan bahwa sistem mampu menampilkan data jadwal dengan +waktu tunggu yang rendah. +c) Get perizinan + + Hasil pengujian pada gambar 4.27 dan 4.28 diketahui Load Time 0,088 +detik, Response Time 0,139 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0%, dan +Latency 0,1393 detik. Proses pengambilan data perizinan berjalan efisien karena +request dapat diproses dengan cepat tanpa adanya kegagalan. +d) Get pengumuman + 73 + + Hasil pengujian pada gambar 4.27 dan 4.28 diketahui Load Time 0,070 +detik, Response Time 0,124 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0%, dan +Latency 0,1247 detik. Pengambilan data pengumuman memiliki performa yang +sangat cepat. Nilai Load Time, Response Time, dan Latency yang rendah +menunjukkan bahwa fitur ini dapat diakses dengan baik oleh pengguna. +e) Post perizinan + + Hasil pengujian pada gambar 4.27 dan 4.28 diketahui Load Time 0,150 +detik, Response Time 0,532 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0%, dan +Latency 0,5322 detik. Pengiriman data perizinan berjalan lancar, meskipun +Response Time dan Latency lebih tinggi dibandingkan beberapa request GET. +Hal ini wajar karena proses Post Perizinan melibatkan pengiriman data, +validasi, dan penyimpanan data ke server. +f) Post QR Code + + Hasil pengujian pada gambar 4.27 dan 4.28 diketahui Load Time 0,103 +detik, Response Time 0,161 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 1,09%, +dan Latency 0,1578 detik. Proses Post Qr Code memiliki waktu respon yang +cukup cepat. Namun, terdapat sebagian kecil request yang gagal, sehingga fitur +QR Code perlu dievaluasi lebih lanjut agar prosesnya lebih stabil. + + Pengujian dilakukan terhadap 92 virtual user yang menjalankan 6 test +case, sehingga menghasilkan total 552 request selama proses load testing, Load +Time terendah adalah 0,070 detik, rata-rata Response Time sebesar 0,308 detik, +total Throughput sebesar 6 request/s, Error Rate total sebesar 0,18%, dan rata- +rata Latency sebesar 0,3073 detik. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem mampu +menangani 92 siswa dengan performa yang baik dan stabil. Aplikasi Mobile +siswa memenuhi harapan karena rata-rata Respons Time dan Latency masih +berada di bawah satu detik, serta Error Rate total tergolong rendah. Meskipun +demikian, fitur Post Qr Code masih perlu diperhatikan karena memiliki Error +Rate sebesar 1,09%. +2) Hasil Pengujian Mobile Siswa 297 Sampel + 74 + + Pengujian performa dilakukan pada aplikasi Mobile siswa dengan jumlah +sampel sebanyak 297 pengguna. Hasil pengujian mobile siswa 297 sampel ada +pada gambar 4.29 dan gambar 4.30. + + Gambar 4. 29 Summary Reports Load testing pada mobile siswa 297 sampel + + Gambar 4. 30 View Results in table Load testing pada mobile siswa 297 + sampel + +a) Post Login + Hasil pengujian pada gambar 4.29 dan 4.30 diketahui Load Time 0,425 + +detik, Response Time 0,788 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0%, dan +Latency 0,7779 detik. Proses login siswa berjalan lancar tanpa adanya error. +Nilai Response Time dan Latency pada test case ini relatif lebih tinggi +dibandingkan beberapa test case lainnya karena proses login melibatkan +validasi data pengguna dan autentikasi sebelum pengguna dapat masuk ke +dalam aplikasi. +b) Get Jadwal + 75 + + Hasil pengujian pada gambar 4.29 dan 4.30 diketahui Load Time 0,132 +detik, Response Time 0,272 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0%, dan +Latency 0,2712 detik. Pengambilan data jadwal siswa berjalan dengan cukup +cepat dan stabil. Tidak adanya error menunjukkan bahwa sistem mampu +menampilkan data jadwal dengan baik pada pengujian 297 sampel. +c) Get Perizinan + + Hasil pengujian pada gambar 4.29 dan 4.30 diketahui Load Time 0,086 +detik, Response Time 0,155 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0%, dan +Latency 0,1548 detik. Proses pengambilan data perizinan berjalan efisien karena +waktu respon dan Latency yang dihasilkan tergolong rendah. +d) Get pengumuman + + Hasil pengujian pada gambar 4.29 dan 4.30 diketahui Load Time 0,070 +detik, Response Time 0,147 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0%, dan +Latency 0,1473 detik. Fitur pengumuman memiliki performa yang sangat baik +karena nilai Load Time, Response Time, dan Latency tergolong rendah. +e) Post Perizinan + + Hasil pengujian pada gambar 4.29 dan 4.30 diketahui Load Time 0,149 +detik, Response Time 0,468 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0,34%, +dan Latency 0,4675 detik. Pengiriman data perizinan masih dapat berjalan +dengan cukup baik, meskipun terdapat sedikit error. Nilai Response Time dan +Latency lebih tinggi dibandingkan request GET karena proses ini melibatkan +pengiriman data, validasi, dan penyimpanan data ke server. +f) Post QR Code + + Hasil pengujian pada gambar 4.29 dan 4.30 diketahui Load Time 0,075 +detik, Response Time 0,150 detik, Throughput 1,1 request/s, Error Rate 0,34%, +dan Latency 0,1501 detik. Proses Post Qr Code memiliki waktu respon yang +cukup cepat. Namun, masih terdapat sedikit kegagalan request yang +ditunjukkan melalui Error Rate sebesar 0,34%, sehingga fitur ini tetap perlu +diperhatikan pada tahap evaluasi sistem. + + Pengujian dilakukan terhadap 297 virtual user dengan 6 test case yang +dijalankan pada setiap virtual user, sehingga total request yang diproses selama + 76 + +pengujian sebanyak 1.782 request. Load Time terendah adalah 0,070 detik, rata- +rata Respons Time keseluruhan sebesar 0,329 detik, total Throughput sebesar 6 +request/s, Error Rate total sebesar 0,11%, dan rata-rata Latency sebesar 0,3281 +detik. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem mampu menangani 297 siswa +dengan performa yang cukup baik dan stabil. Aplikasi Mobile siswa dapat +dinyatakan memenuhi harapan karena rata-rata Respons Time dan Latency +masih berada di bawah satu detik. Selain itu, Error Rate total hanya sebesar +0,11%, sehingga tingkat kegagalan request tergolong rendah. Fitur Post +Perizinan dan Post Qr Code masih perlu dilakukan pemantauan karena kedua +test case tersebut memiliki Error Rate sebesar 0,34%. +3) Hasil Pengujian Mobile Siswa 1034 Sampel + + Pengujian performa dilakukan pada aplikasi Mobile siswa dengan jumlah +sampel sebanyak 1034 pengguna. Hasil pengujiam mobile siswa 1034 sampel +ada pada gambar 4.31 dan gambar 4.32. + +Gambar 4. 31 Summary Reports Load testing pada mobile siswa 1034 sampel + 77 + + Gambar 4. 32 View Results in table Load testing pada mobile siswa 1034 + sampel + +a) Post Login + Hasil pengujian pada gambar 4.31 dan 4.32 diketahui Load Time 0,426 + +detik, Response Time 0,703 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0%, dan +Latency 0,6973 detik. Proses login siswa berjalan dengan baik tanpa error. Nilai +Response Time dan Latency pada test case ini relatif lebih tinggi dibandingkan +beberapa fitur lainnya karena proses login melibatkan validasi data pengguna +dan autentikasi sebelum siswa dapat masuk ke dalam aplikasi. +b) Get Jadwal + + Hasil pengujian pada gambar 4.31 dan 4.32 diketahui Load Time 0,131 +detik, Response Time 0,329 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0%, dan +Latency 0,3293 detik. Pengambilan data jadwal siswa berjalan stabil tanpa +error. Hal ini menunjukkan bahwa sistem mampu menampilkan data jadwal +siswa dengan baik pada pengujian 1034 sampel. +c) Get Perizinan + + Hasil pengujian pada gambar 4.31 dan 4.32 diketahui Load Time 0,004 +detik, Response Time 0,158 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0,10%, +dan Latency 0,1588 detik. Proses pengambilan data perizinan berjalan cukup +cepat dengan waktu respon yang rendah. Meskipun terdapat sedikit error, nilai + 78 + +tersebut masih tergolong kecil sehingga tidak terlalu memengaruhi performa +keseluruhan sistem. +d) Get pengumuman + + Hasil pengujian pada gambar 4.31 dan 4.32 diketahui Load Time 0,001 +detik, Response Time 0,134 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0,29%, +dan Latency 0,1344 detik. Pengambilan data pengumuman memiliki waktu +respon yang cepat. Namun, terdapat Error Rate sebesar 0,29%, sehingga fitur +ini tetap perlu dipantau untuk memastikan seluruh request dapat diproses secara +stabil. +e) Post Perizinan + + Hasil pengujian pada gambar 4.31 dan 4.32 diketahui Load Time 0,148 +detik, Response Time 0,412 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0%, dan +Latency 0,4127 detik. Pengiriman data perizinan berjalan dengan baik tanpa +error. Nilai Response Time dan Latency lebih tinggi dibandingkan request GET +karena proses ini melibatkan pengiriman data, validasi, dan pemrosesan data +pada server. +f) Post QR Code + + Hasil pengujian pada gambar 4.31 dan 4.32 diketahui Load Time 0,002 +detik, Response Time 0,188 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0,10%, +dan Latency 0,1871 detik. Proses Post Qr Code memiliki waktu respon yang +cukup cepat. Meskipun terdapat sedikit error, nilai Error Rate masih rendah +sehingga tidak terlalu memengaruhi hasil pengujian secara keseluruhan. + + Pengujian dilakukan oleh 1.034 virtual user yang menjalankan 6 test +case, sehingga menghasilkan total 6.204 request selama proses load testing. +Load Time terendah adalah 0,001 detik, rata-rata Response Time keseluruhan +sebesar 0,321 detik, total Throughput sebesar 6 request/s, Error Rate total +sebesar 0,08%, dan rata-rata Latency sebesar 0,3199 detik. Hasil ini +menunjukkan bahwa sistem mampu menangani 1034 sampel dengan performa +yang cukup baik dan stabil. + + Fitur Post Login, Get Jadwal Siswa, Get Perizinan, Get Pengumuman, +Post Perizinan, dan Post Qr Code dapat diproses dengan baik. Nilai rata-rata + 79 + +Response Time dan Latency masih berada di bawah satu detik, sedangkan Error +Rate total hanya sebesar 0,08%. +c. Mobile Guru + + Pengujian dilakukan pada aplikasi Mobile guru dengan jumlah pengguna +secara bersamaan sebanyak 38, 52, dan 59 user, sesuai dengan tingkat +kelonggaran error yang telah ditentukan. Hasil pengujian diperoleh dari tiga +tampilan utama pada JMeter, yaitu Summary Report, View Results in Table, dan +View Results Tree. Summary Report digunakan untuk melihat nilai Load Time, +Response Time, Throughput, dan Error Rate. View Results in Table digunakan +sebagai dasar perhitungan nilai Latency Perhitungan lengkap Latency +dicantumkan pada RTM melalui link https://bit.ly/DokumenRTMPengujian, +sedangkan View Results Tree digunakan untuk melihat detail request dan +respons, terutama pada test case yang mengalami error. Melalui View Results +Tree, penyebab kegagalan request dapat dianalisis berdasarkan Response +message, Response Code, atau informasi error yang ditampilkan oleh server. + + Hasil pengujian pada test case ini menunjukkan performa sistem dalam +menangani berbagai aktivitas guru, seperti mengirim fungsi login, mengakses +data jadwal mengajar, mengakses data kelas, mengakses data absensi siswa, +mengirim data kehadiran siswa, mengakses data perizinan siswa, serta +mengirim atau memproses data yang berkaitan dengan aktivitas pembelajaran. +Setiap aktivitas diuji dengan mengirim request secara bersamaan untuk melihat +kemampuan sistem dalam merespons permintaan dari pengguna Mobile guru. +1) Hasil Pengujian Mobile Guru 38 Sampel + + Pengujian performa dilakukan pada aplikasi Mobile guru dengan jumlah +sampel sebanyak 38 pengguna. Hasil pengujian mobileI guru 38 sampel ada +pada gambar 4.33 sampai 4.35. + 80 + + Gambar 4. 33 Summary Reports Load testing pada mobile guru 38 sampel + + Gambar 4. 34 View Results in table Load testing pada mobile guru 38 sampel + + Gambar 4. 35 View Results Tree Load testing pada mobile guru 38 sampel +a) Post Login + + Hasil pengujian pada gambar 4.33 dan 4.34 diketahui Load Time 0,527 +detik, Response Time 0,986 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0%, dan +Latency 0,9758 detik. Proses login guru berjalan dengan baik tanpa adanya + 81 + +error. Nilai Respons Time dan Latency pada proses login relatif lebih tinggi +karena sistem perlu melakukan validasi data pengguna dan autentikasi sebelum +guru dapat masuk ke dalam aplikasi. +b) Get Jadwal Personal + + Hasil pengujian pada gambar 4.33 dan 4.34 diketahui Load Time 0,136 +detik, Response Time 0,564 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0%, dan +Latency 0,5643 detik. Pengambilan data jadwal personal guru berjalan cukup +stabil. Tidak adanya error menunjukkan bahwa sistem mampu menampilkan +data jadwal personal dengan baik pada pengujian 38 sampel. +c) Get Jadwal Kelas + + Hasil pengujian pada gambar 4.33 dan 4.34 diketahui Load Time 0,078 +detik, Response Time 0,166 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0%, dan +Latency 0,1661 detik. Proses pengambilan jadwal kelas berjalan cepat dan +stabil. Nilai Load Time, Respons Time, dan Latency yang rendah menunjukkan +bahwa fitur ini dapat diproses dengan baik oleh sistem. +d) Get Riwayat Absensi Mapel + + Hasil pengujian pada gambar 4.33 dan 4.34 diketahui Load Time 0,092 +detik, Response Time 0,208 detik, Throughput 1 request/s, Error Rate 0%, dan +Latency 0,092 detik. Pengambilan data riwayat absensi mata pelajaran berjalan +dengan baik. Nilai error 0% menunjukkan bahwa seluruh request pada test case +ini berhasil diproses. +e) Get Riwayat Absensi Kelas + + Hasil pengujian pada gambar 4.33 dan 4.34 diketahui Load Time 1,393 +detik, Response Time 9,743 detik, Throughput 41,7 request/min, Error Rate +2,63%, dan Latency 1,5156 detik. Test case ini memiliki Response Time paling +tinggi dibandingkan test case lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa proses +pengambilan riwayat absensi siswa membutuhkan waktu lebih lama, +kemungkinan karena data yang diakses lebih besar atau proses query lebih +berat. Terdapat Error Rate sebesar 2,63%, sehingga fitur ini perlu menjadi +perhatian pada tahap evaluasi sistem. +f) Get Riwayat Perizinan + 82 + + Hasil pengujian pada gambar 4.33 dan 4.34 diketahui Load Time 0,156 +detik, Response Time 0,643 detik, Throughput 42,7 request/min, Error Rate 0%, +dan Latency 0,6434 detik. Pengambilan data riwayat perizinan berjalan cukup +baik dan tidak terdapat error. Meskipun nilai Latency lebih tinggi dibandingkan +beberapa request GET lainnya, sistem masih mampu memproses request +dengan stabil. +g) Post Laporkan + + Hasil pengujian pada gambar 4.33 dan 4.34 diketahui Load Time 0,096 +detik, Response Time 0,191 detik, Throughput 42,9 request/min, Error Rate +100%, dan Latency 0,1941 detik. Waktu respon pada test case ini tergolong +cepat, namun Error Rate sebesar 100% muncul karena proses Post Perizinan +membutuhkan token FCM untuk mengirimkan notifikasi ke perangkat siswa +dapat dilihat pada gambar 4.35. Pengujian menggunakan JMeter, request +dikirim melalui virtual user sehingga tidak memiliki token FCM dari perangkat +asli. Akibatnya, server gagal mengirimkan notifikasi dan request tercatat +sebagai error. Keterangan error ini diperkuat melalui hasil View Results Tree. +h) Post Perizinan + + Hasil pengujian pada gambar 4.33 dan 4.34 diketahui Load Time 0,140 +detik, Response Time 0,602 detik, Throughput 42,7 request/min, Error Rate +100%, dan Latency 0,6134 detik. Test case ini juga mengalami Error Rate +sebesar 100% karena proses Laporkan membutuhkan token FCM untuk +mengirimkan notifikasi kepada siswa dapat dilihat pada gambar 4.35. Karena +pengujian dilakukan secara virtual melalui JMeter dan tidak menggunakan +perangkat Mobile siswa yang memiliki token FCM, server tidak dapat +mengirimkan notifikasi. Error pada test case ini lebih disebabkan oleh +keterbatasan kondisi pengujian virtual, bukan karena lambatnya performa +sistem. +i) Post Penggumuman + + Hasil pengujian pada gambar 4.33 dan 4.34 diketahui Load Time 0,484 +detik, Response Time 0,484 detik, Throughput 42,5 request/min, Error Rate 0%, +dan Latency 0,6950 detik. Proses pembuatan pengumuman berjalan dengan baik + 83 + +tanpa adanya error. Meskipun Response Time dan Latency lebih tinggi +dibandingkan beberapa request GET, fitur ini tetap dapat dikatakan stabil +karena seluruh request berhasil diproses. + + Pengujian melibatkan 38 virtual user yang menjalankan 9 test case, +sehingga menghasilkan total 342 request selama proses load testing. Rata-rata +Response Time keseluruhan sebesar 1,533 detik, total Throughput sebesar 6,0 +request/s, Error Rate total sebesar 22,51%, dan rata-rata Latency sebesar 1,8570 +detik. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar fitur Mobile guru masih +dapat berjalan dengan cukup baik, terutama fitur dengan Error Rate 0%. +Namun, nilai Error Rate total cukup tinggi karena terdapat dua test case dengan +Error Rate 100%, yaitu Post Laporkan dan Post Perizinan. Selain itu, fitur Get +Riwayat Absensi Siswa juga perlu diperhatikan karena memiliki Response Time +dan Latency paling tinggi dibandingkan fitur lainnya. +2) Hasil Pengujian Mobile Guru 52 Sampel + + Pengujian performa dilakukan pada aplikasi Mobile guru dengan jumlah +sampel sebanyak 52 sampel. Hasil pengujian mobile guru 52 sampel ada pada +gambar 4.36 sampai 4.38. + + Gambar 4. 36 Summary Reports Load testing pada mobile guru 52 sampel + 84 + + Gambar 4. 37 View Results in table Load testing pada guru siswa 52 + sampel + + Gambar 4. 38 View Results Tree Load testing pada mobile guru 52 sampel +a) Post Login + + Hasil pengujian pada gambar 4.36 dan 4.37 diketahui Load Time 0,481 +detik, Response Time 3,005 detik, Throughput 55,4 request/min, Error Rate 0%, +dan Latency 3,0007 detik. Proses login guru berjalan tanpa adanya error. +Namun, nilai Response Time dan Latency pada test case ini cukup tinggi karena +proses login melibatkan validasi data pengguna dan autentikasi sebelum guru +dapat masuk ke dalam aplikasi. +b) Get Jadwal Personal + 85 + + Hasil pengujian pada gambar 4.36 dan 4.37 diketahui Load Time 0,143 +detik, Response Time 0,825 detik, Throughput 54,7 request/min, Error Rate 0%, +dan Latency 0,8250 detik. Pengambilan data jadwal personal guru berjalan +cukup baik dan tidak mengalami error. Hal ini menunjukkan bahwa sistem +masih mampu menampilkan data jadwal personal dengan stabil pada pengujian +52 sampel. +c) Get Jadwal Kelas + + Hasil pengujian pada gambar 4.36 dan 4.37 diketahui Load Time 0,081 +detik, Response Time 0,710 detik, Throughput 54,0 request/min, Error Rate 0%, +dan Latency 0,7110 detik. Proses pengambilan jadwal kelas berjalan dengan +baik. Nilai error 0% menunjukkan bahwa seluruh request pada test case ini +berhasil diproses oleh sistem. +d) Get Riwayat Absensi Mapel + + Hasil pengujian pada gambar 4.36 dan 4.37 diketahui Load Time 0,121 +detik, Response Time 0,892 detik, Throughput 53,0 request/min, Error Rate 0%, +dan Latency 0,8919 detik. Pengambilan data riwayat absensi mata pelajaran +berjalan stabil tanpa adanya kegagalan request. Nilai Respons Time dan Latency +masih tergolong dapat diterima karena tetap berada di bawah satu detik. +e) Get Riwayat Absensi Kelas + + Hasil pengujian pada gambar 4.36 dan 4.37 diketahui Load Time 1,525 +detik, Response Time 8,950 detik, Throughput 43,6 request/min, Error Rate 0%, +dan Latency 7,0878 detik. Test case ini memiliki nilai Respons Time dan Latency +paling tinggi dibandingkan test case lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa +proses pengambilan riwayat absensi siswa membutuhkan waktu lebih lama, +karena jumlah data yang diakses lebih besar atau proses query lebih berat. +Meskipun demikian, nilai Error Rate 0% menunjukkan bahwa request tetap +berhasil diproses. +f) Get Riwayat Perizinan + + Hasil pengujian pada gambar 4.36 dan 4.37 diketahui Load Time 0,175 +detik, Response Time 1,031 detik, Throughput 44,6 request/min, Error Rate 0%, +dan Latency 1,0310 detik. Pengambilan data riwayat perizinan berjalan tanpa + 86 + +error. Namun, nilai Respons Time dan Latency sudah berada di atas satu detik, +sehingga fitur ini perlu diperhatikan apabila jumlah data yang diproses semakin +besar. +g) Post Laporkan + + Hasil pengujian pada gambar 4.36 dan 4.37 diketahui Load Time 0,103 +detik, Response Time 0,714 detik, Throughput 44,8 request/min, Error Rate +100%, dan Latency 0,7143 detik. Waktu respon pada test case ini masih +tergolong cukup cepat, tetapi Error Rate sebesar 100% menunjukkan bahwa +seluruh request tercatat gagal. Berdasarkan keterangan error pada View Results +Tree, kegagalan ini terjadi karena proses Post Perizinan membutuhkan token +FCM untuk mengirimkan notifikasi ke perangkat siswa dapat dilihat pada +gambar 4.38. Pada pengujian menggunakan JMeter, request dikirim melalui +virtual user sehingga tidak memiliki token FCM dari perangkat asli. Akibatnya, +server gagal mengirimkan notifikasi kepada siswa dan request tercatat sebagai +error. +h) Post Perizinan + + Hasil pengujian pada gambar 4.36 dan 4.37 diketahui Load Time 0,184 +detik, Response Time 0,953 detik, Throughput 44,6 request/min, Error Rate +100%, dan Latency 0,9528 detik. Test case ini juga mengalami Error Rate +sebesar 100% karena proses Laporkan membutuhkan token FCM untuk +mengirimkan notifikasi kepada siswa dapat dilihat pada gambar 4.38. Karena +pengujian dilakukan secara virtual melalui JMeter dan tidak menggunakan +perangkat Mobile siswa yang memiliki token FCM, server tidak dapat +mengirimkan notifikasi. Oleh karena itu, error pada test case ini lebih +disebabkan oleh keterbatasan kondisi pengujian virtual, bukan karena +lambatnya performa sistem. +i) Post Penggumuman + + Hasil pengujian pada gambar 4.36 dan 4.37 diketahui Load Time 0,500 +detik, Response Time 1,498 detik, Throughput 44,6 request/min, Error Rate 0%, +dan Latency 1,4986 detik. Proses pembuatan pengumuman berjalan tanpa error. +Namun, nilai Response Time dan Latency berada di atas satu detik karena proses + 87 + +ini melibatkan pengiriman data dan pemrosesan pada server sebelum +pengumuman berhasil dibuat. + + Pengujian dilakukan menggunakan 52 virtual user dengan 9 test case, +sehingga menghasilkan total 468 request selama proses pengujian. Load Time +terendah adalah 0,710 detik pada Get Jadwal Kelas, rata-rata Respons Time +keseluruhan sebesar 2,064 detik, total Throughput sebesar 6,4 request/s, Error +Rate total sebesar 22,22%, dan rata-rata Latency sebesar 0,6195 detik. Nilai +Error Rate total cukup tinggi terutama disebabkan oleh test case Post Laporkan +dan Post Perizinan yang memiliki Error Rate 100%. Error tersebut tidak +sepenuhnya menunjukkan kegagalan performa server, tetapi lebih disebabkan +oleh keterbatasan pengujian virtual JMeter yang tidak menggunakan perangkat +asli atau token tertentu yang dibutuhkan oleh sistem. +3) Hasil Pengujian Mobile Guru 59 Sampel + + Pengujian performa dilakukan pada aplikasi Mobile guru dengan jumlah +sampel sebanyak 59 pengguna. Hasil pengujian mobile guru 59 sampel ada pada +gambar 4.39 dan gambar 4.40. + + Gambar 4. 39 Summary Reports Load testing pada mobile guru 59 sampel + 88 + + Gambar 4. 40 View Results in table Load testing pada mobile guru 59 sampel +a) Post Login + + Hasil pengujian pada gambar 4.39 dan 4.40 diketahui Load Time 0,483 +detik, Response Time 1,275 detik, Throughput 58,7 request/min, Error Rate 0%, +dan Latency 1,2592 detik. Proses login guru berjalan dengan baik tanpa error. +Nilai Response Time dan Latency relatif lebih tinggi karena sistem perlu +melakukan validasi dan autentikasi pengguna sebelum dapat masuk +b) Get Jadwal Personal + + Hasil pengujian pada gambar 4.39 dan 4.40 diketahui Load Time 0,135 +detik, Response Time 0,544 detik, Throughput 59,0 request/min, Error Rate 0%, +dan Latency 0,5442 detik. Pengambilan data jadwal personal guru berjalan +stabil tanpa error. +c) Get Jadwal Kelas + + Hasil pengujian pada gambar 4.39 dan 4.40 diketahui Load Time 0,073 +detik, Response Time 0,166 detik, Throughput 59,0 request/min, Error Rate 0%, +dan Latency 0,1661 detik. Proses pengambilan jadwal kelas berjalan cepat dan +stabil, seluruh request berhasil diproses. +d) Get Riwayat Absensi Mapel + + Hasil pengujian pada gambar 4.39 dan 4.40 diketahui Load Time 0,097 +detik, Response Time 0,219 detik, Throughput 59,0 request/min, Error Rate 0%, + 89 + +dan Latency 0,2191 detik. Pengambilan data riwayat absensi mata pelajaran +berjalan lancar dan seluruh request berhasil. +e) Get Riwayat Absensi Kelas + + Hasil pengujian pada gambar 4.39 dan 4.40 diketahui Load Time 1,353 +detik, Response Time 12,055 detik, Throughput 39,7 request/min, Error Rate +6,78%, dan Latency 1,9373 detik. Test case ini memiliki Response Time dan +Latency paling tinggi. Error Rate sebagian kecil tercatat karena jumlah data +yang diakses lebih besar atau proses query lebih berat. +f) Get Riwayat Perizinan + + Hasil pengujian pada gambar 4.39 dan 4.40 diketahui Load Time 0,149 +detik, Response Time 0,715 detik, Throughput 40,2 request/min, Error Rate 0%, +dan Latency 0,7226 detik. Proses pengambilan data perizinan berjalan baik dan +tidak mengalami error. +g) Post Laporkan + + Hasil pengujian pada gambar 4.39 dan 4.40 diketahui Load Time 0,086 +detik, Response Time 0,207 detik, Throughput 40,5 request/min, Error Rate +100%, dan Latency 0,2097 detik. Semua request gagal diproses karena fitur ini +membutuhkan token FCM untuk mengirim notifikasi ke siswa. Pengujian +menggunakan virtual user tidak menyediakan token FCM dari perangkat asli, +sehingga server gagal mengirim notifikasi. Keterangan error diperkuat dari +View Results Tree. +h) Post Perizinan + + Hasil pengujian pada gambar 4.39 dan 4.40 diketahui Load Time 0,149 +detik, Response Time 0,892 detik, Throughput 40,2 request/min, Error Rate +100%, dan Latency 0,7093 detik. Semua request gagal karena alasan sama +dengan Post Perizinan; server tidak menerima token FCM. Error ini bersifat +akibat kondisi pengujian virtual, bukan kegagalan sistem. +i) Post Penggumuman + + Hasil pengujian pada gambar 4.39 dan 4.40 diketahui Load Time 0,462 +detik, Response Time 0,735 detik, Throughput 44,6 request/min, Error Rate 0%, +dan Latency 0,7377 detik. Pembuatan pengumuman berjalan stabil, seluruh + 90 + +request berhasil diproses meskipun Response Time dan Latency sedikit lebih +tinggi. + + Pengujian melibatkan 59 virtual user yang menjalankan 9 test case, +sehingga menghasilkan total 531 request selama proses load testing. Load Time +terendah adalah 0,073 detik, rata-rata Response Time keseluruhan sebesar 1,867 +detik, total Throughput 5,8 request/s, Error Rate total 22,22%, dan rata-rata +Latency 0,7228 detik. Nilai Error Rate total tinggi terutama disebabkan oleh +test case Post Perizinan dan Post Laporkan yang membutuhkan token FCM, +sehingga kegagalan request tercatat sebagai error pada Summary Report. Error +ini bukan murni kegagalan performa sistem, melainkan keterbatasan pengujian +virtual JMeter yang tidak menggunakan perangkat asli. +3.10.1. Gorilla testing + + Pengujian gorilla testing dilakukan untuk menguji kestabilan sistem +dengan memberikan request secara berulang pada fitur tertentu dalam jangka +waktu tertentu. Pengujian difokuskan pada fitur utama yang memiliki aktivitas +tinggi dan berhubungan langsung dengan proses absensi pada sistem +Presensiku. Pada pengujian ini menggunakan nilai loop count sebesar 100 untuk +mensimulasikan pengiriman request secara terus-menerus pada endpoint API +yang diuji. . Hasil pengujian diperoleh dari tiga tampilan utama pada JMeter, +yaitu Summary Report, View Results in Table, dan View Results Tree. Summary +Report digunakan untuk melihat nilai Load Time, Response Time, Throughput, +dan Error Rate. View Results in Table digunakan sebagai dasar perhitungan nilai +Latency Perhitungan lengkap Latency dicantumkan pada RTM melalui link +https://bit.ly/DokumenRTMPengujian, sedangkan View Results Tree digunakan +untuk melihat detail request dan respons, terutama pada test case yang +mengalami error. Melalui View Results Tree, penyebab kegagalan request dapat +dianalisis berdasarkan Response message, Response Code, atau informasi error +yang ditampilkan oleh server. + + Hasil pengujian diperoleh dari tiga tampilan utama pada JMeter, yaitu +Summary Report, View Results in Table, dan View Results Tree. Summary +Report digunakan untuk melihat nilai Load Time, Response Time, Throughput, + 91 + +dan Error Rate. View Results in Table digunakan sebagai dasar perhitungan nilai +Latency Perhitungan lengkap Latency dicantumkan pada RTM melalui link +https://bit.ly/DokumenRTMPengujian, sedangkan View Results Tree digunakan +untuk melihat detail request dan response, terutama pada test case yang +mengalami error. Melalui View Results Tree, penyebab kegagalan request dapat +dianalisis berdasarkan Response message, Response Code, atau informasi error +yang ditampilkan oleh server. +a. Scan QR Code Absensi Mapel (Mobile Siswa) + + Pengujian performa pada fitur QR Code dilakukan menggunakan metode +Gorilla testing, yaitu pengujian berulang pada fitur tertentu untuk mengetahui +konsistensi respons sistem ketika menerima request secara terus-menerus. +Pengujian dilakukan menggunakan 1 virtual user dengan 100 kali looping pada +setiap test case. Hasil pengujian Scan QR Code absensi mapel (mobile siswa) +ada pada gambar 4.41 dan gambar 4.42. + + Gambar 4. 41 Summary Reports golilla testing pada scan qr Code absensi + mapel (mobile siswa) + 92 + +Gambar 4. 42 View Results in table gorilla testing pada scan QR Code absensi +mapel (mobile siswa) + + Hasil pengujian pada gambar 4.41 dan 4.42 diketahui Load Time 0,233 +detik, Response Time 0,233 detik, Throughput 1,6 request/s, Error Rate 0%, dan +Latency 0,2331 detik. Pengujian pada fitur Post QR Code berjalan dengan baik +karena seluruh request berhasil diproses tanpa error. Nilai Error Rate sebesar +0% menunjukkan bahwa sistem mampu menerima dan memvalidasi data QR +Code, id siswa, id kelas, latitude, dan longitude secara stabil selama proses +pengujian berulang. Selain itu, nilai Response Time dan Latency yang berada di +bawah 1 detik menunjukkan bahwa proses pemindaian atau pengiriman data +QR Code pada aplikasi Mobile memiliki waktu respons yang cepat. Fitur QR +Code dapat dikatakan berjalan stabil dan layak digunakan dalam proses absensi +siswa. +b. Kelola Perizinan (Mobile Guru) + + Pengujian performa pada fitur Perizinan dilakukan menggunakan metode +Gorilla testing, yaitu pengujian berulang pada fitur tertentu untuk mengetahui +konsistensi respons sistem ketika menerima request secara terus-menerus. +Pengujian dilakukan menggunakan 1 virtual user dengan 100 kali looping pada +test case Post Perizinan. Hasil pengujian kelola perizinan (mobile siswa) ada +pada gambar 4.3 dan gambar 4.45 + + Gambar 4. 43 Summary Reports gorilla testing pada post perizinan (mobile + siswa) + 93 + +Gambar 4. 44 View Results in table gorilla testing pada post perizinan (mobile + guru) + + Gambar 4. 45 View Results Tree gorilla testing pada post perizinan (mobile + guru) + + Hasil pengujian pada gambar 4.43 dan gambar 4.44 menunjukkan nilai +Load Time sebesar 0,141 detik detik detik, Response Time sebesar 1,510 detik, +Throughput sebesar 28,2 request/min, Error Rate sebesar 100%, dan Latency +sebesar 0,4820 detik. Nilai Error Rate sebesar 100% muncul karena proses Post +Perizinan memerlukan token Firebase Cloud Messaging (FCM) untuk +mengirimkan notifikasi ke perangkat siswa dapat di lihat oada gambar 4.45. +Pengujian yang dilakukan menggunakan Apache JMeter memanfaatkan virtual + 94 + +user sehingga tidak memiliki token FCM dari perangkat asli. Kondisi tersebut +menyebabkan server gagal mengirimkan notifikasi dan setiap request tercatat +sebagai error pada hasil pengujian. Nilai Response Time dan Latency yang +berada di bawah 1 detik menunjukkan bahwa proses pengiriman request ke +server berlangsung dengan cepat. Hasil View Results Tree juga menunjukkan +bahwa error yang terjadi disebabkan oleh kegagalan pengiriman notifikasi +FCM, bukan karena kegagalan proses pengajuan perizinan. Error Rate yang +diperoleh tidak sepenuhnya mencerminkan kegagalan fungsi utama fitur +Perizinan, melainkan keterbatasan lingkungan pengujian yang tidak +menggunakan perangkat Mobile asli. +c. Website + + Pengujian ini digunakan 1 virtual user dengan 100 kali looping pada +masing-masing test case, sehingga total sampel pengujian berjumlah 200 +request. Fitur yang diuji meliputi Akses Absensi Kehadiran dan Akses Absensi +Mapel. Hasil pengujian ada pada gambar 4.46 dan gambar 4.47. + + Gambar 4. 46 Summary Reports gorilla testing pada Website + + Gambar 4. 47 View Results in table gorilla testing pada website + 95 + +1) Akses Absensi Kehadiran + Hasil pengujian pada gambar 4.46 dan 4.47 diketahui Load Time 0,211 + +detik, Response Time 0,211 detik, Throughput 2,5 request/s, Error Rate 0%, dan +Latency 0,0868 detik. Proses akses data absensi kehadiran berjalan dengan baik +tanpa adanya request yang gagal. Nilai Load Time dan Response Time tergolong +rendah, sehingga menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan respons +dengan cepat ketika pengguna mengakses fitur absensi kehadiran. +2) Akses Absensi Mapel + + Hasil pengujian pada gambar 4.46 dan 4.47 diketahui Load Time 0,184 +detik, Response Time 0,184 detik, Throughput 2,5 request/s, Error Rate 1,00%, +dan Latency 0,0856 detik. Proses akses data absensi mapel secara umum +berjalan stabil, meskipun terdapat sebagian kecil request yang mengalami +kegagalan. Error Rate sebesar 1,00% menunjukkan bahwa hampir seluruh +request berhasil diproses oleh server, sedangkan satu request gagal +kemungkinan disebabkan oleh respons server yang tidak stabil pada saat +pengujian berlangsung. + + Pengujian ini dilakukan pada 200 request pada 2 test case, Load Time +rata-rata keseluruhan sebesar 0,197 detik, Response Time rata-rata sebesar 0,197 +detik, total Throughput 4,9 request/s, Error Rate total 0,50%, dan rata-rata +Latency sebesar 0,0862 detik. Hasil ini menunjukkan bahwa performa fitur +website pada akses absensi kehadiran dan absensi mapel tergolong baik karena +waktu respons berada di bawah 1 detik. Error Rate total yang hanya sebesar +0,50% menunjukkan bahwa sistem relatif stabil, meskipun masih terdapat satu +kegagalan request yang dapat disebabkan oleh respons server yang tidak stabil +pada saat pengujian. +4.8. Test Closure +a. Test Closure Website + + Berdasarkan hasil pengujian load testing pada sistem berbasis website +menggunakan Apache JMeter dokumen lengkap nya bisa diakses pada link +https://bit.ly/DokumenTestReport, secara umum sistem telah berhasil +menjalankan sebagian besar skenario pengujian sesuai dengan rancangan test + 96 + +case. Seluruh fitur utama seperti login, akses QR Code, serta pengambilan data +absensi harian dan absensi mata pelajaran menunjukkan hasil yang stabil +dengan nilai Response Time dan Load Time yang relatif rendah serta Error Rate +sebesar 0% pada sebagian besar request. + + Fitur Post Foto menunjukkan Error Rate sebesar 100%. Hasil analisis +menunjukkan bahwa kegagalan tersebut disebabkan oleh belum tersedianya +VPS sebagai infrastruktur server untuk mendukung proses unggah dan +pemrosesan data foto. Kondisi ini menyebabkan permintaan pengiriman foto +tidak dapat diproses dengan baik sehingga menghasilkan error. Meskipun +demikian, error yang muncul tidak menunjukkan kegagalan performa sistem +secara keseluruhan, melainkan keterbatasan infrastruktur server yang +digunakan pada saat pengujian. Oleh karena itu, implementasi VPS diperlukan +untuk meningkatkan kemampuan server dalam menangani proses unggah foto +secara optimal. + + Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, sistem website secara +umum mampu menangani beban akses tunggal dengan baik. Namun, masih +diperlukan penyesuaian pada skenario pengiriman file agar pengujian pada fitur +Post Foto dapat merepresentasikan kondisi sistem yang sebenarnya secara lebih +akurat. + b. Test Closure Mobile Siswa + + Berdasarkan hasil pengujian pada aplikasi Mobile siswa dengan variasi +jumlah pengguna 92, 297, dan 1034 user, sistem menunjukkan kemampuan +yang cukup stabil dalam menangani beban akses secara bersamaan. Sebagian +besar fitur seperti login, pengambilan jadwal, pengumuman, serta pengiriman +perizinan dapat berjalan dengan baik dengan nilai Response Time dan Latency +yang masih berada di bawah ambang batas satu detik pada sebagian besar +skenario pengujian dokumen lengkap nya bisa diakses pada link +https://bit.ly/DokumenTestReport. + + Temuan utama dalam pengujian ini terdapat pada fitur Post QR Code +yang pada beberapa skenario menghasilkan Error Rate kecil (0,10%–1,09%). +Berdasarkan hasil analisis, error tersebut bersifat minor dan tidak mengganggu + 97 + +keseluruhan proses sistem, sehingga masih dalam batas toleransi pengujian +performa. Tidak ditemukan kegagalan sistem yang bersifat konsisten pada +seluruh skenario pengujian. + + Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi Mobile siswa memiliki +performa yang baik dalam menangani peningkatan jumlah pengguna hingga +lebih dari seribu user, dengan tingkat error yang sangat rendah serta waktu +respons yang tetap stabil. +c. Test Closure Mobile Guru + + Berdasarkan hasil pengujian load testing pada aplikasi Mobile guru +dengan jumlah pengguna 38, 52, dan 59 user, sistem secara umum mampu +menjalankan sebagian besar fitur dengan baik. Fitur seperti login, pengambilan +jadwal, serta akses data perizinan dan pengumuman menunjukkan performa +yang stabil dengan Response Time yang masih berada dalam rentang wajar +dokumen lengkap nya bisa diakses pada link https://bit.ly/DokumenTestReport. + + Hasil pengujian menunjukkan adanya temuan penting pada beberapa +fitur yang menghasilkan Error Rate tinggi, yaitu Post Laporkan dan Post +Perizinan yang mencapai 100% pada beberapa skenario pengujian. Berdasarkan +hasil analisis melalui View Results Tree, error tersebut disebabkan oleh ketidak +terpenuhinya kebutuhan token Firebase Cloud Messaging (FCM) pada +lingkungan pengujian menggunakan virtual user. Kondisi ini menyebabkan +server tidak dapat mengirimkan notifikasi, sehingga request tercatat sebagai +gagal. Selain itu, pada fitur Get Riwayat Absensi Kelas juga ditemukan +Response Time yang relatif tinggi dibandingkan fitur lainnya, yang +menunjukkan bahwa proses pengambilan data memiliki tingkat kompleksitas +yang lebih besar. + + Hasil pengujian menunjukkan bahwa kegagalan yang terjadi pada +beberapa fitur tidak disebabkan oleh performa server yang buruk, melainkan +oleh keterbatasan infrastruktur yang digunakan selama pengujian. Secara +keseluruhan, sistem tetap mampu mempertahankan stabilitas dalam menangani +beban pengguna sesuai dengan skenario yang telah diuji. +d. Test Closure Gorilla testing + 98 + + Berdasarkan hasil pengujian Gorilla testing yang dilakukan pada fitur +utama sistem dengan pengulangan request sebanyak 100 kali, sistem +menunjukkan kemampuan yang cukup baik dalam mempertahankan stabilitas +pada sebagian besar fitur. Fitur seperti scan QR Code pada Mobile siswa serta +akses halaman absensi pada website mampu berjalan dengan Response Time +yang rendah dan Error Rate mendekati nol dokumen lengkap nya bisa diakses +pada link https://bit.ly/DokumenTestReport. + + Hasil pengujian menunjukkan temuan penting pada beberapa fitur yang +menghasilkan error. Fitur Kelola Perizinan pada aplikasi mobile guru memiliki +Error Rate sebesar 100%. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegagalan +tersebut disebabkan oleh ketergantungan sistem terhadap token Firebase Cloud +Messaging (FCM) yang tidak tersedia pada lingkungan pengujian +menggunakan virtual user. Kondisi tersebut menyebabkan proses pengiriman +notifikasi tidak dapat dilakukan sehingga seluruh request tercatat sebagai gagal. +Fitur website menunjukkan Error Rate sebesar 1% pada akses absensi mata +pelajaran, yang mengindikasikan adanya ketidakstabilan minor pada sebagian +kecil request selama pengujian berlangsung. + + Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa sistem secara +umum mampu menangani pengujian berulang dengan baik. Error yang muncul +lebih banyak disebabkan oleh keterbatasan lingkungan pengujian, bukan oleh +kegagalan utama pada sistem. +4.9. Hasil Analisis + + Pengujian performa sistem absensi Presensiku dilakukan untuk +mengetahui kemampuan sistem dalam menangani beban pengguna secara +bersamaan serta mengukur kestabilan dan kecepatan respon sistem pada kondisi +penggunaan nyata. Pengujian ini disusun berdasarkan hasil analisis kebutuhan, +perancangan pengujian, hingga implementasi pengujian menggunakan Apache +JMeter yang mencakup metode load testing dan gorilla testing pada sistem +berbasis website dan mobile. +a. Hasil Pengujian Mobile + 99 + +Tabel 4. x hasil pengujian mobile + +User Load Time Respons e Throughput Error Rate Latency + +92 Time +297 +1034 0,070 0,308 6 0,18% 0,3073 + + 0,070 0,329 6 0,11% 0,3281 + + 0,001 0,321 6 0,08% 0,3199 + + Berdasarkan hasil total pengujian, peningkatan jumlah pengguna dari 92, +297, hingga 1.034 virtual user tidak memberikan perubahan yang signifikan +terhadap performa aplikasi mobile siswa. Nilai Load Time tetap berada pada +rentang 0,001–0,070 detik, sehingga menunjukkan bahwa halaman aplikasi +dapat dimuat dengan cepat meskipun jumlah pengguna terus bertambah. +Seluruh nilai Load Time masih berada di bawah standar 3 detik. + + Nilai Response Time mengalami perubahan yang relatif kecil, yaitu dari +0,308 detik pada 92 virtual user menjadi 0,329 detik pada 297 virtual user, +kemudian turun menjadi 0,321 detik pada 1.034 virtual user. Perbedaan tersebut +menunjukkan bahwa peningkatan jumlah pengguna tidak memberikan +pengaruh yang berarti terhadap waktu respons sistem karena seluruh nilai masih +berada pada rentang yang hampir sama. + + Nilai Throughput tetap sebesar 6 request/s pada setiap skenario +pengujian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan sistem dalam +memproses permintaan tetap stabil meskipun jumlah virtual user meningkat +lebih dari sepuluh kali lipat. + + Nilai Error Rate mengalami penurunan dari 0,18% pada 92 virtual user +menjadi 0,11% pada 297 virtual user, kemudian kembali menurun menjadi +0,08% pada 1.034 virtual user. Seluruh nilai Error Rate berada di bawah batas +5%, sehingga menunjukkan bahwa sistem mampu memproses permintaan +pengguna dengan tingkat kegagalan yang sangat rendah. + + Nilai Latency mengalami perubahan yang relatif kecil, yaitu 0,3073 +detik, 0,3281 detik, dan 0,3199 detik pada masing-masing skenario pengujian. +Seluruh nilai tersebut masih berada di bawah 1 detik, sehingga menunjukkan + 100 + +bahwa server mampu memberikan respons awal kepada pengguna dengan cepat +meskipun jumlah virtual user meningkat. Secara keseluruhan, hasil pengujian +menunjukkan bahwa aplikasi mobile siswa mampu mempertahankan performa +yang stabil pada seluruh variasi beban pengguna, ditunjukkan oleh nilai Load +Time, Response Time, Latency, dan Error Rate yang memenuhi standar, serta +nilai Throughput yang tetap konstan selama proses pengujian. + b. Hasil Total Seluruh pengujian + +Tabel 4. x hasil pengujian mobile + +User Load Time Respons e Throughput Error Rate Latency + + Time + +38 0,078 1,533 6/s 22,5% 1,8570 + +52 0,081 2,064 6,4/s 22,22% 0,6195 + +59 0,073 1,867 5,8/s 22,22% 0,7228 + + Berdasarkan hasil total pengujian aplikasi mobile guru, peningkatan +jumlah pengguna dari 38, 52, hingga 59 virtual user menunjukkan perubahan +performa yang relatif kecil pada sebagian besar parameter. Nilai Load Time +berada pada rentang 0,073–0,081 detik, sehingga seluruh skenario pengujian +masih berada di bawah standar 3 detik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa +aplikasi mampu memuat halaman dengan cepat meskipun jumlah virtual user +meningkat. + + Nilai Response Time mengalami peningkatan dari 1,533 detik pada 38 +virtual user menjadi 2,064 detik pada 52 virtual user. Peningkatan tersebut +menunjukkan bahwa bertambahnya jumlah virtual user menyebabkan server +memerlukan waktu yang lebih lama untuk memproses permintaan yang +diterima secara bersamaan. Kondisi ini dapat terjadi karena sumber daya server, +seperti prosesor, memori, maupun proses komunikasi dengan basis data, harus +menangani lebih banyak request secara simultan sehingga waktu respons sistem +meningkat. Nilai Response Time kemudian menurun menjadi 1,867 detik pada +59 virtual user. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa sistem masih mampu +mempertahankan kestabilan performa meskipun menerima beban yang lebih +tinggi. Perbedaan nilai Response Time antar skenario relatif kecil sehingga + 101 + +peningkatan jumlah virtual user tidak menyebabkan penurunan performa yang +signifikan. + + Nilai Throughput mengalami perubahan yang tidak terlalu signifikan, +yaitu 6 request/s pada 38 virtual user, meningkat menjadi 6,4 request/s pada 52 +virtual user, kemudian sedikit menurun menjadi 5,8 request/s pada 59 virtual +user. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan sistem dalam +memproses permintaan tetap relatif stabil pada setiap skenario pengujian. + + Nilai Error Rate sebesar 22,5% pada 38 virtual user serta 22,22% pada +52 dan 59 virtual user menunjukkan bahwa tingkat kegagalan sistem masih +berada di atas batas 5%. Nilai tersebut tidak disebabkan oleh penurunan +performa sistem secara keseluruhan, melainkan dipengaruhi oleh kegagalan +pada fitur Post Perizinan yang memerlukan Firebase Cloud Messaging (FCM) +token. Virtual user yang digunakan selama pengujian tidak memiliki token +tersebut sehingga proses pengiriman permintaan pada fitur tersebut tidak dapat +diproses dengan baik. + + Nilai Latency sebesar 1,8570 detik pada 38 virtual user menunjukkan +waktu respons awal yang lebih tinggi dibandingkan standar 1 detik. Nilai +tersebut menurun menjadi 0,6195 detik pada 52 virtual user dan 0,7228 detik +pada 59 virtual user, sehingga kedua skenario terakhir telah memenuhi standar +yang digunakan. Secara keseluruhan, aplikasi mobile guru mampu +mempertahankan performa yang relatif stabil pada parameter Load Time, +Response Time, dan Throughput. Nilai Error Rate yang masih tinggi +dipengaruhi oleh kendala pada fitur Post Perizinan, sehingga hasil tersebut lebih +mencerminkan keterbatasan lingkungan pengujian daripada penurunan +performa sistem secara keseluruhan. +c. Hasil total seluruh pengujian website +Tabel 4. x hasil pengujian website + +Label Load Respons e Throughput Error Latency + Timen 0,565 +Post 2,342 Time Rate +Login + 2,342 25,6/min 0% + 102 + +Label Load Respons e Throughput Error Latency + Timen 0,165 +Get Qr 0,207 Time Rate 0,1393 +Code 4,528 +Get 0,207 4,8/min 0% 0,089 +Absensi 0, 166 +Harian 4,528 13,3/min 0% 0,037 +Get 0,037 0,2938 +Absensi 0,037 0,166 6/min 0% +Mapel +Post foto 0,037 27/min 100% +Total 1,456 76,7 20% + + Berdasarkan hasil pengujian pada website, nilai Load Time setiap fitur +menunjukkan hasil yang bervariasi. Fitur Post Foto memiliki Load Time +tercepat, yaitu 0,037 detik, diikuti Get Absensi Mapel sebesar 0,166 detik, Get +QR Code sebesar 0,207 detik, Post Login sebesar 2,342 detik, dan Get Absensi +Harian sebesar 4,528 detik. Nilai Load Time pada fitur Get Absensi Harian +melebihi standar 3 detik, sehingga menunjukkan bahwa fitur tersebut +memerlukan waktu pemuatan yang lebih lama dibandingkan fitur lainnya. + + Nilai Response Time menunjukkan pola yang sama dengan Load Time. +Fitur Post Foto memiliki waktu respons tercepat sebesar 0,037 detik, sedangkan +Get Absensi Harian memiliki waktu respons tertinggi sebesar 4,528 detik. Nilai +Response Time pada sebagian besar fitur masih tergolong cepat, namun fitur +Get Absensi Harian memerlukan perhatian karena memiliki waktu respons yang +lebih tinggi dibandingkan standar yang digunakan. + + Nilai Throughput tertinggi diperoleh pada fitur Post Foto sebesar 27 +request/menit, diikuti Post Login sebesar 25,6 request/menit, Get Absensi +Harian sebesar 13,3 request/menit, Get Absensi Mapel sebesar 6 request/menit, +dan Get QR Code sebesar 4,8 request/menit. Hasil tersebut menunjukkan bahwa +fitur Post Foto mampu memproses permintaan lebih banyak dalam satuan waktu +dibandingkan fitur lainnya. + + Nilai Error Rate menunjukkan bahwa empat fitur, yaitu Post Login, Get +QR Code, Get Absensi Harian, dan Get Absensi Mapel, tidak mengalami +kegagalan selama proses pengujian dengan Error Rate sebesar 0%. Fitur Post + 103 + +Foto memperoleh Error Rate sebesar 100%, sehingga menyebabkan Error Rate + +keseluruhan menjadi 20%. Nilai tersebut berada di atas batas 5%, sehingga + +menunjukkan bahwa performa website belum sepenuhnya optimal. + +Berdasarkan hasil pengujian, kegagalan pada fitur Post Foto disebabkan oleh + +server Flask yang tidak berjalan pada VPS, sehingga proses pengiriman foto + +tidak dapat diproses oleh sistem. + +Nilai Latency seluruh fitur berada pada rentang 0,037–0,565 detik, + +sehingga masih berada di bawah standar 1 detik. Nilai Latency tertinggi terdapat + +pada fitur Post Login, yaitu 0,565 detik, sedangkan nilai terendah terdapat pada + +fitur Post Foto, yaitu 0,037 detik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa server + +mampu memberikan respons awal kepada pengguna dengan cepat pada seluruh + +fitur yang diuji. + +Secara keseluruhan, website memperoleh rata-rata Response Time + +sebesar 1,456 detik, Load Time terendah sebesar 0,037 detik, Throughput total + +sebesar 76,7 request/menit, Latency rata-rata sebesar 0,2938 detik, dan Error + +Rate total sebesar 20%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa parameter Load + +Time, Throughput, dan Latency telah menunjukkan performa yang baik. Nilai + +Response Time rata-rata sebesar 1,456 detik masih berada di atas waktu respons + +optimal sebesar 0,1 detik, sehingga waktu respons sistem belum memenuhi + +kriteria yang ditetapkan dalam penelitian ini. Nilai Error Rate total sebesar 20% + +juga melebihi batas 5%, yang dipengaruhi oleh kegagalan pada fitur Post Foto, + +sedangkan fitur lainnya berhasil diproses tanpa kesalahan selama pengujian. + +d. Hasil pengujian gorilla testing + +Tabel 4.x hasil pengujian gorilla testing + +Label Load Respons e Throughput Error Latency + Time 2,233 +Post 0,233 Time Rate +Scan Qr 0,4820 +Code 0,141 0,233 1,6/s 0% +(Mobile +Siswa) 1,510 28.2/min 100% +Post +Perizinan + 104 + +Label Load Respons e Throughput Error Latency + Time 0,0868 +(Mobile 0,211 Time Rate +Guru) +Get 0,184 0,211 2,5/s 0% +Riwayat +Harian 0,184 2,5/s 1,00% 0,0856 +Kelas +(Website) +Get +Riwayat +Harian +Mapel +(Website) + + Berdasarkan hasil gorilla testing, fitur Post Scan QR Code pada aplikasi +mobile siswa memperoleh Load Time dan Response Time sebesar 0,233 detik, +Throughput sebesar 1,6 request/s, serta Error Rate sebesar 0%. Nilai Load Time +telah memenuhi standar karena berada di bawah 3 detik, sedangkan Response +Time masih berada di atas waktu respons optimal sebesar 0,1 detik. Nilai +Latency sebesar 2,233 detik menunjukkan bahwa waktu respons awal server +melebihi standar 1 detik, meskipun seluruh proses pengujian dapat diselesaikan +tanpa kegagalan. + + Fitur Post Perizinan pada aplikasi mobile guru memperoleh Load Time +sebesar 0,141 detik, Response Time sebesar 1,510 detik, Throughput sebesar +28,2 request/menit, Latency sebesar 0,4820 detik, dan Error Rate sebesar 100%. +Nilai Load Time dan Latency masih memenuhi standar yang digunakan dalam +penelitian. Nilai Response Time belum memenuhi waktu respons optimal +sebesar 0,1 detik, sedangkan Error Rate sebesar 100% menunjukkan bahwa +seluruh permintaan gagal diproses. Kondisi tersebut disebabkan oleh fitur Post +Perizinan yang memerlukan Firebase Cloud Messaging (FCM) token, +sementara virtual user pada Apache JMeter tidak memiliki token tersebut +sehingga proses pengiriman permintaan tidak dapat diproses oleh sistem. + + Fitur Get Riwayat Harian Kelas pada website memperoleh Load Time +dan Response Time sebesar 0,211 detik, Throughput sebesar 2,5 request/s, Error +Rate sebesar 0%, serta Latency sebesar 0,0868 detik. Nilai Load Time berada + 105 + +di bawah 3 detik, sedangkan Latency berada di bawah 1 detik, sehingga +menunjukkan bahwa halaman dapat dimuat dengan cepat dan server mampu +memberikan respons awal dengan baik. Nilai Response Time masih berada di +atas waktu respons optimal sebesar 0,1 detik, namun seluruh permintaan +berhasil diproses tanpa kesalahan selama pengujian berulang. + + Fitur Get Riwayat Harian Mapel pada website memperoleh Load Time +dan Response Time sebesar 0,184 detik, Throughput sebesar 2,5 request/s, +Latency sebesar 0,0856 detik, dan Error Rate sebesar 1,00%. Nilai Load Time +dan Latency telah memenuhi standar yang digunakan, sedangkan Response +Time masih berada di atas waktu respons optimal sebesar 0,1 detik. Nilai Error +Rate sebesar 1,00% masih berada di bawah batas 5%, sehingga menunjukkan +bahwa fitur tetap mampu mempertahankan keandalannya selama pengujian +berulang. + + Secara keseluruhan, hasil gorilla testing menunjukkan bahwa sebagian +besar fitur mampu mempertahankan performa yang stabil ketika dijalankan +secara berulang. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai Load Time, Latency, dan +Error Rate yang memenuhi standar pada sebagian besar fitur. Parameter +Response Time pada seluruh fitur masih berada di atas waktu respons optimal +sebesar 0,1 detik, sedangkan Error Rate sebesar 100% pada fitur Post Perizinan +dipengaruhi oleh keterbatasan lingkungan pengujian, yaitu tidak tersedianya +FCM token pada virtual user Apache JMeter, bukan disebabkan oleh penurunan +performa sistem. + 106 + + BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN + +5.1. Kesimpulan + Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian performa sistem absensi + +Presensiku menggunakan metode load testing dan gorilla testing dengan +Apache JMeter, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. +a. Analisis performa sistem absensi berbasis website dan Mobile di SMK + + Taruna Bakti Kertosono dilakukan menggunakan metode load testing dan + gorilla testing dengan Apache JMeter. Pengujian dilakukan pada 3 skenario + load testing (website admin, Mobile siswa, Mobile guru) dan 1 skenario + gorilla testing dengan total 48 test case (44 load testing dan 4 gorilla + testing). Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menangani + banyak pengguna secara bersamaan, namun tingkat performanya berbeda + pada setiap fitur dan jenis request. Hal ini terlihat dari perbedaan nilai + parameter seperti Throughput, Response Time, dan Error Rate pada tiap + modul, di mana fitur berbasis GET cenderung lebih stabil dibandingkan fitur + POST yang memiliki proses pengiriman data lebih kompleks. +b. Sistem belum sepenuhnya mampu mempertahankan stabilitas dan + kecepatan respons saat beban pengguna meningkat. Hal ini dibuktikan dari + hasil pengujian yang menunjukkan Load Time berkisar antara 0,001 detik + hingga 4,528 detik, serta Response Time tertinggi mencapai 9,743 detik pada + fitur Get Riwayat Absensi Kelas Mobile guru. Selain itu, pada beberapa + skenario ditemukan Error Rate sebesar 100% pada fitur Post Perizinan, Post + Laporkan, dan Post Foto. Hasil analisis menunjukkan bahwa error tersebut + tidak sepenuhnya disebabkan oleh kegagalan server backend, melainkan + dipengaruhi oleh faktor pendukung lainnya. Fitur Post Perizinan dan Post + Laporkan, error terjadi akibat kegagalan pengiriman notifikasi melalui + Firebase Cloud Messaging (FCM) karena token perangkat tidak valid atau + tidak tersedia pada beberapa request saat pengujian berlangsung. Sementara + itu, error pada fitur Post Foto disebabkan oleh belum tersedianya VPS yang + 107 + + mendukung proses unggah dan pemrosesan data foto sehingga permintaan + yang dikirim tidak dapat diproses secara optimal. Meskipun demikian, + sebagian besar fitur lainnya masih mampu mempertahankan Error Rate + sebesar 0% dengan waktu respons yang relatif stabil. Hasil tersebut + menunjukkan bahwa sistem memiliki performa yang cukup baik, namun + masih diperlukan optimalisasi pada integrasi layanan notifikasi dan + infrastruktur server agar stabilitas serta kecepatan respons dapat + dipertahankan pada kondisi beban yang lebih tinggi. +5.2 Saran + + Berdasarkan hasil pengujian dan analisis yang telah dilakukan, terdapat + beberapa saran yang dapat diberikan untuk pengembangan sistem, yaitu: + a. Perlu penanganan dan validasi yang lebih baik pada Firebase Cloud + + Messaging (FCM), terutama dalam pengelolaan token perangkat agar tidak + terjadi kegagalan pengiriman notifikasi saat sistem menerima banyak + request secara bersamaan. + b. Perlu dilakukan peningkatan pada stabilitas fitur yang memiliki Response + Time tinggi, khususnya pada fitur Get Riwayat Absensi Kelas Mobile guru + yang mencapai 9,743 detik, dengan melakukan optimasi query database dan + pengurangan beban proses pada server. + c. Mengurangi beban server saat pengiriman data seperti foto dan perizinan, + disarankan menggunakan optimasi proses upload file, seperti kompresi file + atau pemisahan proses upload dan penyimpanan data. + d. Sistem disarankan untuk menerapkan caching pada data yang sering + diakses, seperti jadwal, absensi, dan QR Code, agar dapat meningkatkan + kecepatan respon dan mengurangi request langsung ke server. + 108 + + DAFTAR PUSTAKA + +Abda’u, P. D., Susanto, A., Supriyono, A. R., & Prasetyanti, D. N. (2024). + Perbandingan Kinerja Antara Gatling Dan Apache Jmeter Pada Uji + Beban Restful Api. Infotekmesin, 15(1), 211–215. + +Alga Saputra. (2023). Analisis Performa Website Sman 1 Rogojampi. + +Amin, N. F., Garancang, S., & Abunawas, K. (2023). Konsep Umum + Populasi Dan Sampel Dalam Penelitian. Jurnal Pilar, 14(1), 15–31. + +Arief Anastiar Suharsono. (2024). Rancang Bangun Analisis Performa + Website. + +Armawati, Y., Siambaton, M. Z., & Santoso, H. (2023). Aplikasi Absensi + Online Civitas Akademik Smk Swasta Abdi Sejati Kerasaan I Dengan + Menggunakan Algoritma Sequential Searching. Buletin Utama Teknik + Vol, 18(3). Https://Core.Ac.Uk/Download/Pdf/578296415.Pdf + +Azizah, N., Jannah, R., Sudur, M., Rahman, Z., & Muhammad, J. (2024). + Meningkatkan Efetifitas Penggunaan Absensi Digital Dalam + Rekapitulasi Guru Di Sekolah Dasar (Sd) Desa Trebungan. Jurnal + Masyarakat Berdikari Dan Berkarya (Mardika), 2(1), 1–9. + Https://Doi.Org/10.55377/Mardika.V2i1.9732 + +Barus, A. C., Harungguan, J., & Manulu, E. (2021a). Pengujian Api Website + Untuk Perbaikan Performansi Aplikasi Ditenun. Journal Of Applied + Technology And Informatics Indonesia, 1(2), 14–21. + +Barus, A. C., Harungguan, J., & Manulu, E. (2021b). Pengujian Api Website + Untuk Perbaikan Performansi Aplikasi Ditenun. Journal Of Applied + Technology And Informatics Indonesia, 1(2), 14–21. + +Dhaifullah, I. R., Salsabila, A. A., & Yaqin, M. A. (2022a). Survei Teknik + Pengujian Software. Journal Automation Computer Information + System, 2(1), 31–38. + +Dhaifullah, I. R., Salsabila, A. A., & Yaqin, M. A. (2022b). Survei Teknik + Pengujian Software. Journal Automation Computer Information + System, 2(1), 31–38. + +Dwinur Andrianto, L., & Fatrianto Suyatno, D. (2024). Analisis Performa + +Load testing Antara Mysql Dan Nosql Mongodb Pada Restapi Nodejs + +Menggunakan Postman. + +Https://Ejournal.Unesa.Ac.Id/Index.Php/Jeisbi/Article/View/58157 + 109 + +Endra, R. Y., Aprilinda, Y., Dharmawan, Y. Y., & Ramadhan, W. (2022). + Analisis Perbandingan Bahasa Pemrograman Php Laravel Dengan Php + Native Pada Pengembangan Website. Expert, 11(1), 346061. + +Ginasari, N. L. A. S., Wibawa, K. S., Wirdiani, A., & Kadek, N. (2021a). + Pengujian Stress Testing Api Sistem Pelayanan Dengan Apache + Jmeter. Jurnal Ilmiah Teknologi Dan Komputer, 2(3), 552–557. + Https://Pdfs.Semanticscholar.Org/0eee/223247dd22f8ec17c74ddac57 + dd0f220f687.Pdf + +Ginasari, N. L. A. S., Wibawa, K. S., Wirdiani, A., & Kadek, N. (2021b). + Pengujian Stress Testing Api Sistem Pelayanan Dengan Apache + Jmeter. Jurnal Ilmiah Teknologi Dan Komputer, 2(3), 552–557. + +Hadinata, W., & Stianingsih, L. (2024). Analisis Perbandingan Performa + Restfull Api Antara Express. Js Dengan Laravel Framework. Jurnal + Informatika Dan Teknik Elektro Terapan, 12(1). + +Hamidah, I., Haromain, I., & Drehem, I. M. (2025). Evaluasi Pengujian + Kinerja Menggunakan Jmeter Untuk Menunjang Stabilitas Aplikasi + Layanan Perbankan Pada Pt Bank Rakyat Indonesia Tbk. Dbesti: + Journal Of Digital Business And Technology Innovation, 2(1), 114– + 126. + +Hasibuan, A. N., & Dirgahayu, T. (2021). Pengujian Dengan Unit Testing + Dan Test case Pada Proyek Pengembangan Modul Manajemen + Pengguna. Automata, 2(1). + +Hermansyah, H., Wijaya, R. F., & Wahyuni, S. (2024). Desain Aplikasi + Cinta Mangrove Berbasis Mobile Di Desa Kota Pari Dengan Metode + Waterfall. Senashtek 2024, 2(1), 42–48. + +Hidayat, A. M. N., Rizaldy, A., Hartono, N., & Harwalis, H. (2024). + Pengujian Kinerja Web Server Elastic Cloud Compute (Ec2) Free Tier + Pada Amazon Web Service (Aws) Menggunakan Jmeter. Jurnal Sistem + Informasi Dan Informatika (Simika), 7(1), 82–94. Https://Www.Lppm- + Unbaja.Ac.Id/Ejournal/Index.Php/Jsii/Article/View/3208 + +Hidayat, M. A. R., Izzati, N. N., Prirhatama, A. R. P., Patria, Y., & + Kurmilasari, S. (2025). Pengujian Perangkat Lunak Pada Website + Ka’cake: Implementasi Unit Testing, Integration Testing, System + Testing, Dan Validation Testing Untuk Menjamin Kualitas Dan + Keandalan Sistem. Jati (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 9(4), + 6805–6811. + 110 + +Indrianto, I. (2023). Performance Testing On Web Information System + Using Apache Jmeter And Blazemeter. Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan + Universitas Jambi, 7(2), 138–149. + +Indriyani, F., Anwar, S., Haidir, A., Irfiani, E., Sanjaya, Y. R., Firmansyah, + N., & Khoirunnisa, T. R. (2025). Pelatihan Dan Pendampingan + Penggunaan Aplikasi Mobile Dasawisma Untuk Pengolahan Data + Mandiri Warga. Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Sean + (Abdimas Sean), 3(01), 34–40. + +Mardiati, D., & Saputra, Y. (2025). Implementasi Sistem Informasi + Manajemen Klinik Menggunakan Metode Black Box Testing. Jurnal + Informatika Dan Teknik Elektro Terapan, 13(1). + +Marpaung, N. L., Hutabarat, S., & Izzi, M. (2022). Pembuatan Aplikasi + +Absensi Karyawan Menggunakan BarCode Berbasis Website. + +Fordicate, 1(2), 180–191. + +Https://Jurnal.Mdp.Ac.Id/Index.Php/Fordicate/Article/View/2417/732 + +Mukti, S. (2024). Sistem Informasi Absensi Guru Dan Siswa Smk + +Muhammadiyah 2 Kota Tegal Berbasis Website Menggunakan + +Framework Codeighiter. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran + +(Jrpp), 7(2), 5234–5238. + +Https://Journal.Universitaspahlawan.Ac.Id/Index.Php/Jrpp/Article/Vi + +ew/27870 + +Mulana, L., Prihandani, K., & Rizal, A. (2022). Analisis Perbandingan + Kinerja Framework Codeigniter Dengan Express. Js Pada Server + Restful Api. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(16), 316–326. + Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.5281/Zenodo.7067707 + +Mutmainnah, K., & Ihsan, A. N. (2024). Perbandingan Kualitas Fitur + Pembelian Tiket Konser Blibli. Com Dan Tiket. Com Menggunakan + Metode Load testing. Jurnal Ilmiah Informatika Komputer, 29(2), + 103–116. + Https://Ejournal.Gunadarma.Ac.Id/Index.Php/Infokom/Article/View/ + 11011 + +Nababan, P., Jamaluddin, J., Perangin-Angin, R., & Purba, E. N. (2022). + Sistem Informasi Absensi Siswa Pada Smk Negeri 1 Pantai Labu + Berbasis Web Dengan Whatsapp Gateway. Tamika: Jurnal Tugas Akhir + Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi, 2(2), 61–67. + Https://Doi.Org/10.46880/Tamika.Vol2no2.Pp61-67 + 111 + +Noviana, R. (2022). Pembuatan Aplikasi Penjualan Berbasis Web Monja + Store Menggunakan Php Dan Mysql. Jurnal Teknik Dan Science, 1(2), + 112–124. Https://Journal.Admi.Or.Id/Index.Php/Jts/Article/View/128 + +Nurhasanah, A., Pribadi, R. A., & Nur, M. D. (2021). Analisis Kurikulum + 2013. Didaktik: Jurnal Ilmiah Pgsd Stkip Subang, 7(02), 484–493. + +Prakasa, B. Y. (2024). Auto Bayar App: Software Quality Assurance At Pt. + Xy. Procedia Of Engineering And Life Science, 5, 262–272. + +Rafles, S. A., & Nasution, M. I. P. (2024). Peran Penting Pengolahan Data + Dalam Transformasi Bisnis Melalui Analisis. Jurnal Rimba: Riset Ilmu + Manajemen Bisnis Dan Akuntansi, 2(1), 341–348. + +Raweyai, S. S., & Widiasari, I. R. (2024). Performance Testing Of Academic + Website Using Load testing Method Supported By Apache Jmetertm At + Xyz University. Jurnal Teknik Informatika (Jutif), 5(3), 721–730. + Https://Doi.Org/10.52436/1.Jutif.2024.5.3.1796 + +Ruliansyah, R., Huda, B., & Hananto, A. L. (2023a). Penerapan Software + Testing Life Cycle Pada Pengujian Otomatisasi Platform Dzikra. + Computer Science Research And Its Development Journal, 15(1), 1– + 11. + +Ruliansyah, R., Huda, B., & Hananto, A. L. (2023b). Penerapan Software + Testing Life Cycle Pada Pengujian Otomatisasi Platform Dzikra. + Computer Science Research And Its Development Journal, 15(1), 1– + 11. + +Sari, R. N., Astuti, W., & Suminar, L. (2025). Dampak Industri Pt. Semen + Indonesia Pabrik Tuban Terhadap Kondisi Permukiman Di Sekitarnya. + Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, Dan Permukiman, + 7(1), 149–161. + +Setiawan, H., & Enda, D. (2025). Pengujian Load testing Website Jurusan + Teknik Informatika Politeknik Negeri Bengkalis. Jekin-Jurnal Teknik + Informatika, 5(1), 1–12. + +Shalsabilla, S. Y., Wahyuni, E. D., & Wibowo, N. C. (2024). Implementasi + Blackbox Automation Testing Pada Aplikasi Donor Menggunakan + Framework Stlc Dalam Lingkup Pengembangan Agile Scrum. Jati + (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 8(2), 2261–2269. + +Susanto, P. C., Arini, D. U., Yuntina, L., Soehaditama, J. P., & Nuraeni, N. + (2024). Konsep Penelitian Kuantitatif: Populasi, Sampel, Dan Analisis + Data (Sebuah Tinjauan Pustaka). Jurnal Ilmu Multidisplin, 3(1), 1–12. + 112 + +Syifa, F. N., Nabil, T. N. A., Arifin, D. H., & Sidik, R. (2025). Uji Kualitas + Website Admin Travel Booking Menggunakan Halstead’s Metric Dan + Equivalence Partitioning. Jurnal Nasional Teknologi Dan Sistem + Informasi, 11(1), 67–72. + +Tejaya, W., Rahman, S., Munir, A., Informatika, T., & Kharisma Makassar, + +S. (2023). Pengujian Website Invitees Menggunakan Metode Load + +testing Dengan Apache Jmeter. + +Https://Jurnal.Kharisma.Ac.Id/Kharismatech/Article/View/305 + +Ushakova, I., Plokha, O., & Skorin, Y. (2022). Approaches To Web + Application Performance Testing And Real-Time Visualization Of + Results. Bulletin Of Kharkov National AutoMobile And Highway + University, 96, 71. Https://Doi.Org/10.30977/Bul.2219- + 5548.2022.96.0.71 + +Wiyatnanto, E., & Haris, A. I. (2021). Kinerja Arsitektur Interoperabilitas + Menggunakan Government Service Bus (Gsb) Dan Peer To Peer (P2p). + Ultimatics: Jurnal Teknik Informatika, 13(1), 7–11. + +Zahra, N. R. D., Putri, A. W., Azzahra, K. S., Widhiwipati, D. R., Nurfajri, + M. I., Mindara, G. P., & Wicaksono, A. (2025). Pengujian Pada Website + Smartpetscare Untuk Layanan Grooming Hewan Menggunakan + Metode Black Box Testing. Jati (Jurnal Mahasiswa Teknik + Informatika), 9(1), 378–383. + LAMPIRAN + +Lampiran 1 Kegiatan Wawancara dengan admin + + 113 + 114 +Lampiran 2 Kegiatan Wawancara dengan Siswa + 115 +Lampiran 3 Kegiatan Wawancara dengan Guru + 116 + +Lampiran 4 Hasil Wawancara dengan Admin + +Narasumber : Sita Elisa Permatasari, S.Pd. + +Jabatan : Guru BK (Bimbingan Konseling) + +Waktu : Senin, 17 Maret 2025 + +No Pertanyaan Jawaban + +1 Bagaimana proses pencatatan Saat ini, pencatatan absensi masih + + absensi siswa dilakukan saat ini di dilakukan secara manual setiap + + sekolah? hari. Setelah kegiatan belajar + + selesai, biasanya ketua kelas akan + + mengumpulkan buku absensi dan + + menyerahkannya ke guru BK + + untuk direkap. + +2 Apa saja kendala yang sering Anda Saat ini, pencatatan absensi masih + + hadapi dalam mengelola data dilakukan secara manual setiap + + absensi siswa hari. Setelah kegiatan belajar + + selesai, biasanya ketua kelas akan + + mengumpulkan buku absensi dan + + menyerahkannya ke guru BK + + untuk direkap. + +3 Apakah Anda merasa sistem Belum, karena sistem absensi + + absensi saat ini sudah efisien dan sekarang masih kurang akurat. + + mudah digunakan? Misalnya, ada siswa yang + + sebenarnya hadir tetapi dicatat + + alpa hingga jam pulang hanya + + karena tidak ada di kelas saat guru + + masuk. Siswa juga sering kali pasif + + dan tidak mengklarifikasi + + kesalahan tersebut. + 117 + +4 Seberapa penting fitur rekap Sangat penting, karena + +otomatis dan laporan absensi berhubungan dengan disiplin + +harian/bulanan bagi Anda? siswa. Tanpa sistem rekap + + otomatis, bisa jadi ada siswa yang + + tidak masuk selama beberapa hari + + tanpa terdeteksi. Dengan adanya + + rekap otomatis, kita dapat + + langsung mengetahui dan + + menindaklanjuti lebih cepat + + kepada siswa yang bersangkutan. + +5 Bagaimana pandangan Anda Pengujian sangat penting + +terhadap pentingnya pengujian dilakukan sebelum sistem + +sistem sebelum sistem absensi digunakan secara penuh oleh + +diimplementasikan secara penuh? seluruh pengguna. Tanpa + + pengujian, kami tidak bisa + + memastikan apakah sistem mampu + + berjalan dengan stabil saat diakses + + oleh banyak orang secara + + bersamaan. Terutama saat jam-jam + + sibuk. + +Nganjuk, 17 Maret 2025 Mengetahui, +Peneliti, Guru BK SMK Taruna Bakti + + Kertosono + +Evita Nur Sianturi Siti Elisa Permatasari, S.Pd. + 118 + +Lampiran 5 Hasil Wawancara dengan Siswa + +Narasumber : Azzahra Putri Muyasyaroh + +Jabatan : Siswa + +Kelas : X TKJ 2 + +Waktu : Senin, 17 Maret 2025 + +No Pertanyaan Jawaban + + Bagaimana alur absensi yang Proses absensi dilakukan secara + +1 kamu jalani setiap hari di manual oleh guru. + + sekolah? + + Di mana kamu melakukan Proses absensi dilakukan secara +2 absensi? + manual oleh guru. + + Pernahkah kamu atau temanmu Saya tidak pernah menitip absen, + +3 titip absen? tetapi lebih sering memberi tahu + izin melalui chat kepada teman. + + apa saja kendala / kekurangan Masalah dalam rekap absensi + + dari sistem absensi manual termasuk kesalahan pencatatan + + menurutmu? dan ketidakakuratan, serta buku +4 rekap pribadi yang kadang hilang, + + dan izin lewat WhatsApp tanpa + + surat. + + Apakah kamu punya HP untuk Tidak ada masalah, semua siswa + +5 absensi digital? memiliki ponsel. + +Nganjuk, 17 Maret 2025 Mengetahui, +Peneliti, Siswa BK SMK Taruna Bakti + + Kertosono + +Evita Nur Sianturi Azzahra Putri Musyasyaroh + 119 + +Narasumber : Diva Maulida Agustina Putri + +Jabatan : Siswa + +Kelas : X AKL 1 + +Waktu : Senin, 17 Maret 2025 + +No Pertanyaan Jawaban + + Bagaimana alur absensi yang Proses absensi dengan buku yang + +1 kamu jalani setiap hari di disediakan oleh sekolah dan guru + + sekolah? mencatat kehadiran saat jam mata + + Pelajaran. + + Di mana kamu melakukan Absensi dilakukan di dalam kelas +2 absensi? + masing-masing. + + Pernahkah kamu atau temanmu Tidak pernah menitip absen, tetapi + +3 titip absen? pernah bolos tidak masuk + bilangnya izin ke teman. + + apa saja kendala / kekurangan Ada kesalahan dalam pencatatan, + + dari sistem absensi manual seperti ketika guru mencatat siswa + + menurutmu? sebagai tidak hadir padahal +4 terlambat. + + Apakah kamu punya HP untuk Iya, saya punya Hp +5 absensi digital? + +Nganjuk, 17 Maret 2025 Mengetahui, +Peneliti, Siswa BK SMK Taruna Bakti + + Kertosono + +Evita Nur Sianturi Diva Maulida Agustina Putri + 120 + +Lampiran 6 Hasil Wawancara dengan Guru + +Narasumber : Krismon Nuvi F., S.Pd. + +Jabatan : Guru + +Waktu : Senin, 17 Maret 2025 + +No Pertanyaan Jawaban + +1 Apakah SMK taruna Bakti Belum, saat ini SMK Taruna Bakti + + kertosono saat ini sudah Kertosno masih menggunakan sistem + memiliki sistem absensi + + digital? absensi manual. + +2 Apakah ada keinginn untuk Belum, saat ini SMK Taruna Bakti + + menerapkan sistem absensi Kertosno masih menggunakan sistem + + berbasis digital? absensi manual. + +3 Apa alasan utama sekolah Alasan SMK Taruna Bakti Kertosono + + ingin mengembangkan sistem ingin mengembangkan sistem absensi + + absensi berbasis digital? digital karena proses absensi manual + + sering memakan waktu, rawan + + kesalahan pencatatan, dan sulit saat + + merekap data kehadiran. Dengan + + sistem digital, absensi bisa dilakukan + + lebih cepat, data langsung tercatat + + otomatis, dan laporan bisa dibuat + + dengan mudah. + +4 Apakah suda ada proses Ya, pengembangan sistem abseni + + pengembangan sistem nya? digital sudah mulai direncanakan. + +5 Saat ini sudah sampai pada Masih dalam tahap perancangan dan + + pengembembangan sisten persiapan awal sietem absensi. + + absensinya? + +6 ada berap jumlah murid, guru, Sekitar 1000 murid, 40 guru, dan 5 + + staf admin? staf admin. + +7 Siapa saja yang nantinya akan Siswa, guru, dan staf admin. + + menggunakan sistem absensi + + ini? + +8 Apakah diperlukan pengujian Ya, sangat diperlukan agar sistem + + untuk mengetahui berjalan optimal saat digunakan. + + performance aplikasi sistem + + absensi? + 121 + +9 Sejauh mana harapan sekolah Sekolah berharap sistem dapat + +terhadap keberhasilan sistem berjalan lancar dan digunakan jangka +ini? + + panjang + + . +10 Kira-kira, berapa detik ideal Sekitar 3 detik per orang. + + yang dibutuhkan untuk 1 kali + proses absensi yang sukses? + +Nganjuk, 17 Maret 2025 Mengetahui, +Peneliti, Guru SMK Taruna Bakti Kertosono + +Evita Nur Sianturi Krismon Nuvi F., S.Pd. +