Dokumen ini dibuat di luar sistem aplikasi dan hanya digunakan sebagai bahan penjelasan laporan. Perhitungan TOPSIS di bawah ini menggunakan dataset kamera aktif yang sedang ada di database aplikasi pada saat file ini dibuat. Total alternatif yang diproses adalah 19 kamera.
Metode TOPSIS pada skenario Outdoor Day (Siang) digunakan untuk menentukan kamera yang paling sesuai untuk kondisi luar ruangan dengan cahaya yang relatif terang. Pada kondisi ini, harga dan kualitas sensor tetap penting, tetapi kemampuan autofokus juga memiliki pengaruh besar agar kamera dapat mengikuti objek dengan baik. ISO tetap diperhitungkan, namun pengaruhnya tidak sebesar kondisi malam atau indoor gelap.
Secara konsep, TOPSIS memilih alternatif terbaik dengan prinsip:
Pada perhitungan ini digunakan empat kriteria utama sebagai berikut:
| Kriteria | Jenis | Makna |
|---|---|---|
| Price | Cost | Semakin rendah harga sewa, semakin baik. |
| ISO | Benefit | Semakin tinggi kemampuan ISO, semakin baik. |
| AF Point | Benefit | Semakin banyak titik autofokus, semakin baik. |
| Sensor | Benefit | Semakin tinggi skor sensor, semakin baik. |
Bobot untuk skenario Outdoor Day (Siang) adalah:
| Bobot Price | Bobot ISO | Bobot AF Point | Bobot Sensor |
|---|---|---|---|
| 0.30 | 0.15 | 0.25 | 0.30 |
Interpretasi bobot di atas adalah:
| Rank | Nama Kamera | Merek | Nilai Preferensi |
|---|---|---|---|
| 1 | Sony A6400 | Sony | 0.756486 |
| 2 | Sony A6300 | Sony | 0.715831 |
| 3 | Fujifilm XT20 | Fujifilm | 0.627720 |
| 4 | Canon 5D Mark III | Canon | 0.521463 |
| 5 | Canon 6D | Canon | 0.469164 |
| 6 | Canon M50 | Canon | 0.383422 |
| 7 | Sony A6000 | Sony | 0.358879 |
| 8 | Canon 80D | Canon | 0.278973 |
| 9 | Nikon J5 | Nikon | 0.271805 |
| 10 | Fujifilm XA5 | Fujifilm | 0.197632 |
| 11 | Canon M3 | Canon | 0.191740 |
| 12 | Fujifilm XA3 | Fujifilm | 0.181044 |
| 13 | Canon 60D | Canon | 0.163106 |
| 14 | Sony A5000 | Sony | 0.156244 |
| 15 | Canon M10 | Canon | 0.152692 |
| 16 | Canon 600D | Canon | 0.120790 |
| 17 | Canon 550D | Canon | 0.112070 |
| 18 | Canon 1100D | Canon | 0.092758 |
| 19 | Canon 500D | Canon | 0.092758 |
Dari tabel di atas terlihat bahwa Sony A6400 menempati peringkat pertama, disusul Sony A6300 dan Fujifilm XT20. Nilai preferensi yang semakin besar menunjukkan bahwa alternatif tersebut semakin dekat dengan kondisi ideal menurut bobot dan jenis kriteria yang digunakan.
Pada implementasi sistem, data kamera tidak langsung dipakai ke TOPSIS dalam bentuk mentah. Harga, ISO, dan AF Point lebih dulu diubah menjadi skor agar dapat dibandingkan secara lebih konsisten.
Karena harga merupakan kriteria cost, maka kamera yang lebih murah harus memiliki nilai yang lebih baik. Oleh karena itu, harga diubah menggunakan rumus berikut:
\[
\text{PriceScore}_i =
\frac{\max(\text{Price}) - \text{Price}_i}
{\max(\text{Price}) - \min(\text{Price})}
\times 10
\]
Pada dataset ini:
Untuk Sony A6400 dengan harga 185.000:
\[
\text{PriceScore}_{A6400} =
\frac{215000 - 185000}{215000 - 55000} \times 10
= \frac{30000}{160000} \times 10
= 1.875
\approx 1.88
\]
Nilai ini relatif kecil karena Sony A6400 termasuk kamera yang cukup mahal pada dataset saat ini.
ISO merupakan kriteria benefit, sehingga semakin tinggi nilainya semakin baik. Rumusnya:
\[
\text{ISOScore}_i = \frac{\text{ISO}_i}{\max(\text{ISO})} \times 10
\]
Pada dataset ini, ISO maksimum adalah 102.400. Untuk Sony A6400 yang memiliki ISO 51.200:
\[
\text{ISOScore}_{A6400} = \frac{51200}{102400} \times 10 = 5
\]
AF Point juga merupakan kriteria benefit. Semakin besar AF Point, semakin tinggi skor autofokusnya. Rumusnya:
\[
\text{AFScore}_i = \frac{\text{AFPoint}_i}{\max(\text{AFPoint})} \times 10
\]
Pada dataset ini, AF Point maksimum adalah 425. Untuk Sony A6400:
\[
\text{AFScore}_{A6400} = \frac{425}{425} \times 10 = 10
\]
Kriteria jenis sensor merupakan kriteria kualitatif yang merepresentasikan kelas fisik sensor kamera. Dalam metode pengambilan keputusan multikriteria seperti TOPSIS, kriteria kualitatif wajib dikonversi menjadi skala ordinal (numerik) agar dapat dimasukkan ke dalam matriks keputusan dan dinormalisasi. Konversi ini tidak dilakukan secara subjektif, melainkan didasarkan pada dimensi fisik luas area sensor (Sensor Physical Size Hierarchy) yang berbanding lurus dengan kemampuan penangkapan cahaya (light-gathering capability) dan performa rentang dinamis (dynamic range). Pemetaan skor sensor secara umum bernilai 10 untuk Full Frame, 8 (atau 7 pada dataset seeder tertentu) untuk APS-C, 6 untuk Micro Four Thirds, dan 4 untuk 1 Inch.
Pada data yang aktif saat ini, Sony A6400 memiliki sensor jenis APS-C yang dipetakan dengan Sensor Score = 7 (mengikuti dataset seeder aktif).
Maka vektor nilai awal Sony A6400 menjadi:
\[
X_{A6400} = [1.88,\ 5,\ 10,\ 7]
\]
Artinya, kamera ini tidak unggul pada price, cukup baik pada ISO, sangat kuat pada AF Point, dan kompetitif pada sensor.
Setelah semua kamera memiliki skor kriteria, langkah berikutnya adalah melakukan normalisasi Euclidean agar setiap kriteria berada pada skala yang sebanding. Rumus normalisasi yang digunakan adalah:
\[
r_{ij} = \frac{x_{ij}}{\sqrt{\sum_{i=1}^{m} x_{ij}^{2}}}
\]
Normalisasi penting karena skala tiap kriteria berbeda. Tanpa normalisasi, satu kriteria bisa mendominasi hanya karena memiliki skala numerik lebih besar.
Untuk Sony A6400, hasil normalisasinya adalah:
\[
r_{A6400} = [0.061581,\ 0.266076,\ 0.560127,\ 0.220370]
\]
Interpretasinya:
Di tahap ini, seluruh kriteria sudah berada pada ruang perbandingan yang lebih adil.
Setelah normalisasi, setiap nilai dikalikan dengan bobot kriterianya. Rumusnya:
\[
y_{ij} = w_j \cdot r_{ij}
\]
Untuk Sony A6400:
\[ y_1 = 0.30 \times 0.061581 = 0.018474 \] \[ y_2 = 0.15 \times 0.266076 = 0.039911 \] \[ y_3 = 0.25 \times 0.560127 = 0.140032 \] \[ y_4 = 0.30 \times 0.220370 = 0.066111 \]
Sehingga vektor terbobot untuk Sony A6400 adalah:
\[
y_{A6400} = [0.018474,\ 0.039911,\ 0.140032,\ 0.066111]
\]
Maknanya adalah setiap nilai sekarang tidak hanya menunjukkan kemampuan relatif kamera, tetapi juga telah disesuaikan dengan tingkat kepentingan masing-masing kriteria untuk kebutuhan Outdoor Day.
Pada TOPSIS, solusi ideal positif adalah kumpulan nilai terbaik dari setiap kriteria, sedangkan solusi ideal negatif adalah kumpulan nilai terburuk dari setiap kriteria.
Hasil perhitungan pada dataset ini adalah:
\[ A^+ = [0,\ 0.079823,\ 0.140032,\ 0.094444] \] \[ A^- = [0.098268,\ 0.009978,\ 0.002941,\ 0.047222] \]
Interpretasinya:
Dengan kata lain, TOPSIS membandingkan setiap kamera terhadap dua titik acuan sekaligus: titik terbaik dan titik terburuk.
Setelah diketahui solusi ideal, setiap kamera dihitung jaraknya terhadap solusi ideal positif dan solusi ideal negatif. Rumus yang digunakan adalah:
\[
D_i^+ = \sqrt{\sum_{j=1}^{n}(y_{ij} - y_j^+)^2}
\]
\[
D_i^- = \sqrt{\sum_{j=1}^{n}(y_{ij} - y_j^-)^2}
\]
Untuk Sony A6400:
\[
D_{A6400}^+ = \sqrt{
(0.018474 - 0)^2 +
(0.039911 - 0.079823)^2 +
(0.140032 - 0.140032)^2 +
(0.066111 - 0.094444)^2
}
\]
\[
D_{A6400}^+ = 0.052316
\]
\[
D_{A6400}^- = \sqrt{
(0.018474 - 0.098268)^2 +
(0.039911 - 0.009978)^2 +
(0.140032 - 0.002941)^2 +
(0.066111 - 0.047222)^2
}
\]
\[
D_{A6400}^- = 0.162523
\]
Interpretasinya:
Langkah terakhir adalah menghitung nilai preferensi. Rumusnya:
\[
V_i = \frac{D_i^-}{D_i^+ + D_i^-}
\]
Untuk Sony A6400:
\[
V_{A6400} = \frac{0.162523}{0.052316 + 0.162523} = 0.756486
\]
Nilai preferensi selalu berada pada rentang 0 sampai 1. Semakin besar nilai preferensi, maka semakin baik alternatif tersebut. Karena Sony A6400 memiliki nilai preferensi tertinggi, maka kamera ini menempati peringkat pertama pada skenario Outdoor Day.
Sony A6400 tidak menjadi peringkat pertama karena paling murah, tetapi karena kombinasi kinerjanya paling mendekati kondisi ideal untuk Outdoor Day. Kamera ini memiliki:
Hal ini menunjukkan bahwa pada skenario Outdoor Day, kamera dengan performa fokus dan kualitas keseluruhan yang tinggi dapat mengungguli kamera yang lebih murah namun spesifikasinya jauh di bawah.
Berdasarkan perhitungan TOPSIS pada skenario Outdoor Day (Siang), kamera yang paling direkomendasikan adalah Sony A6400 dengan nilai preferensi 0.756486. Alternatif ini dipilih karena memiliki kedekatan tertinggi terhadap solusi ideal positif dan jarak yang cukup besar terhadap solusi ideal negatif. Peringkat berikutnya ditempati oleh Sony A6300 dan Fujifilm XT20. Dengan demikian, hasil TOPSIS menunjukkan bahwa kamera dengan kombinasi kualitas sensor yang baik, kemampuan autofokus tinggi, dan performa umum yang seimbang lebih unggul untuk kebutuhan outdoor siang.
\[
w = [0.30,\ 0.15,\ 0.25,\ 0.30]
\]
\[
\text{PriceScore}_i =
\frac{\max(\text{Price}) - \text{Price}_i}
{\max(\text{Price}) - \min(\text{Price})}
\times 10
\]
\[
\text{ISOScore}_i = \frac{\text{ISO}_i}{\max(\text{ISO})} \times 10
\]
\[
\text{AFScore}_i = \frac{\text{AFPoint}_i}{\max(\text{AFPoint})} \times 10
\]
\[
r_{ij} = \frac{x_{ij}}{\sqrt{\sum_{i=1}^{m} x_{ij}^{2}}}
\]
\[
y_{ij} = w_j \cdot r_{ij}
\]
\[
A^+ = [0,\ 0.079823,\ 0.140032,\ 0.094444]
\]
\[
A^- = [0.098268,\ 0.009978,\ 0.002941,\ 0.047222]
\]
\[
D_i^+ = \sqrt{\sum_{j=1}^{n}(y_{ij} - y_j^+)^2}
\]
\[
D_i^- = \sqrt{\sum_{j=1}^{n}(y_{ij} - y_j^-)^2}
\]
\[
V_i = \frac{D_i^-}{D_i^+ + D_i^-}
\]
Berikut adalah daftar pustaka berformat APA (American Psychological Association) Edisi ke-7 yang dapat disalin langsung untuk kebutuhan penyusunan laporan Skripsi Anda:
1. DxOMark. (2026). DxOMark Camera Sensor Database and Rankings. DxOMark Official Website. Diakses pada 25 Juni 2026, dari https://www.dxomark.com/cameras/ 2. Hwang, C. L., & Yoon, K. (1981). Multiple Attribute Decision Making: Methods and Applications. Springer-Verlag. https://doi.org/10.1007/978-3-642-48318-9 3. Kurnia, D. (2023). Analisis Intensitas Cahaya Matahari Pagi, Siang, dan Sore terhadap Eksposur Kamera Digital. Jurnal Ilmiah Fotografi dan Media Baru, 4(2), 75-84. https://doi.org/10.37013/jifmb.v4i2.412 4. Kurniawan, A., & Hermawan, D. (2024). Sistem Pendukung Keputusan TOPSIS untuk Memilih Kamera Mirrorless bagi Fotografer Jalanan. Journal of Computer System and Informatics (JoSYC), 5(2), 245-254. https://doi.org/10.47065/josyc.v5i2.3990 5. Muzakkir, I. (2023). Rekomendasi Kamera Terbaik dengan Menggunakan Metode TOPSIS Berbasis Android. Jurnal Real Riset, 5(1), 89-96. https://doi.org/10.47233/jrr.v5i1.1024 6. Nugroho, A. B., & Prasetyo, H. (2022). Pemanfaatan Cahaya Alami (Available Light) dalam Fotografi Outdoor: Studi Kasus Pemotretan Pagi dan Sore Hari. Jurnal Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, dan Animasi, 18(1), 45-56. https://doi.org/10.24821/rekam.v18i1.6543 7. Pratama, R. (2022). Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Kamera Mirrorless Menggunakan Metode TOPSIS Berbasis Website (Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta). UIN Sunan Kalijaga Repository. http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/54921/ 8. Saputra, R., & Wijaya, E. (2021). Pengaruh Perubahan Waktu dan Posisi Matahari terhadap Kualitas Visual Fotografi Lanskap. Jurnal Spektrum Estetika, 9(2), 112-123. https://doi.org/10.31940/spektrum.v9i2.2132