Makanan berfermentasi merupakan salah satu jenis pangan yang telah lama
dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat karena memiliki cita rasa yang khas serta
manfaatnya bagi kesehatan.Proses fermentasi melibatkan aktivitas mikroorganisme
yang berperan dalam mengubah bahan pangan menjadi produk dengan karakteristik
rasa, aroma, dan tekstur tertentu. Salah satu produk fermentasi tradisional Indonesia
yang populer adalah tape ketan.
Tape ketan dibuat dari beras ketan dan tape singkong yang difermentasi
menggunakan ragi, sehingga menghasilkan rasa manis dengan sedikit keasaman
yang khas. Proses fermentasi secara konvensional umumnya membutuhkan waktu
sekitar 48 – 72 jam. Namun, metode ini yang dapat menyebabkan hasil fermentasi
tidak seragam, baik dari segi rasa, aroma, maupun tekstur tape.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penilitian ini bertujuan untuk merancang
dan membangun sistem monitoring dan kontrol pada makanan berfermentasi
berbasis internet of things. Sistem yang dikembangkan untuk memantau suhu pada
ruangan fermentasi, memantau kadar gas alkohol, serta menjaga kondisi fermentasi
tetap optimal. Dengan adanya sistem ini, proses fermentasi tape ketan dapat
berlangsung lebih cepat, stabil, dan terkontrol, serta menghasilkan tape ketan
dengan kualitas yang lebih konsisten dibandingkan dengan metode fermentasi
konvensional.
Updated 2026-07-28 14:31:47 +07:00