Updated 2026-08-06 15:59:00 +07:00
Updated 2026-08-05 15:34:45 +07:00
Source code Tugas Akhir "Rancang Bangun Sistem Pendeteksi dan Pengusir Hama Burung pada Tanaman Padi Berbasis Internet of Things (IoT)" menggunakan ESP32, Firebase Realtime Database, Flutter, serta metode MFCC dan algoritma Random Forest untuk klasifikasi suara burung secara real-time.
Updated 2026-08-05 15:29:10 +07:00
Updated 2026-08-05 12:43:46 +07:00
Updated 2026-08-04 00:57:13 +07:00
Updated 2026-08-03 19:27:12 +07:00
Updated 2026-08-03 09:13:07 +07:00
Updated 2026-08-01 20:05:04 +07:00
Repositori ini berisi kode sumber aplikasi Android yang dikembangkan sebagai bagian dari Tugas Akhir berjudul "Integrasi Sistem Pengeringan Biji Kopi Berbasis Internet of Things (IoT) untuk Meningkatkan Kualitas Produksi".
Updated 2026-08-01 10:01:36 +07:00
Repository ini berisi source code Tugas Akhir dengan judul "Rancang Bangun Sistem Pemantauan Kualitas Udara Pada Ruang Kerja". Sistem ini bekerja dengan memantau kadar CO2, partikel debu PM2.5, Suhu dan Kelembapan pada ruangan dengan kontrol otomatis atau manual terhadap AC (Air Conditioner).
Updated 2026-07-30 12:53:42 +07:00
Updated 2026-07-30 11:34:39 +07:00
Updated 2026-07-29 19:37:54 +07:00
Updated 2026-07-29 12:48:42 +07:00
Updated 2026-07-28 16:32:52 +07:00
Makanan yang mengandung formalin merupakan contoh jelas dari jenis makanan yang sebaiknya tidak dimakan. Makanan yang baik untuk kesehatan seharusnya bebas dari zat berbahaya yang dapat membahayakan tubuh. Ketika makanan berformalin dikonsumsi dalam jangka panjang, dapat menimbulkan dampak negatif yang cukup signifikan. Beberapa dampak tersebut termasuk masalah pencernaan, gangguan pernapasan, reaksi alergi, iritasi pada mata, kerusakan pada ginjal, peningkatan risiko kanker, bahkan kerusakan usus. Oleh sebab itu, penting untuk memastikan keamanan makanan dalam menciptakan pola makanan yang sehat, terutama terkait dengan potensi penyalahgunaan zat kimia berbahaya seperti formalin dalam pangan. Formalin sering kali digunakan sebagai bahan pengawet ilegal dalam produk makanan karena bisa memperpanjang umur simpan, namun memiliki dampak serius terhadap kesehatan jika dikonsumsi secara berulang, seperti masalah pencernaan, gangguan pernapasan, kerusakan organ, hingga potensi kanker. Sebagai langkah lanjutan, diperlukan sistem yang dapat dengan cepat akurat, dan mudah mengidentifikasi adanya formalin dalam ma kanan bagi konsumen. Tujuan akhir dari proyek ini adalah memberikan solusi praktis untuk mendeteksi formalin dalam makanan sebelum dikonsumsi, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya zat kimia berbahaya dalam pangan, serta mendukung upaya untuk mencegah peredaran makanan yang tidak sehat. Selain itu sistem ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk pengembangan yang lebih lanjut dalam teknologi IoT dalam konteks keamanan pangan.
Updated 2026-07-28 15:09:57 +07:00
Updated 2026-07-28 14:56:42 +07:00
Updated 2026-07-28 14:38:10 +07:00
Makanan berfermentasi merupakan salah satu jenis pangan yang telah lama dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat karena memiliki cita rasa yang khas serta manfaatnya bagi kesehatan.Proses fermentasi melibatkan aktivitas mikroorganisme yang berperan dalam mengubah bahan pangan menjadi produk dengan karakteristik rasa, aroma, dan tekstur tertentu. Salah satu produk fermentasi tradisional Indonesia yang populer adalah tape ketan. Tape ketan dibuat dari beras ketan dan tape singkong yang difermentasi menggunakan ragi, sehingga menghasilkan rasa manis dengan sedikit keasaman yang khas. Proses fermentasi secara konvensional umumnya membutuhkan waktu sekitar 48 – 72 jam. Namun, metode ini yang dapat menyebabkan hasil fermentasi tidak seragam, baik dari segi rasa, aroma, maupun tekstur tape. Berdasarkan permasalahan tersebut, penilitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring dan kontrol pada makanan berfermentasi berbasis internet of things. Sistem yang dikembangkan untuk memantau suhu pada ruangan fermentasi, memantau kadar gas alkohol, serta menjaga kondisi fermentasi tetap optimal. Dengan adanya sistem ini, proses fermentasi tape ketan dapat berlangsung lebih cepat, stabil, dan terkontrol, serta menghasilkan tape ketan dengan kualitas yang lebih konsisten dibandingkan dengan metode fermentasi konvensional.
Updated 2026-07-28 14:31:47 +07:00
Perkembangan teknologi informasi mendorong penerapan sistem absensi berbasis teknologi di bidang pendidikan. Namun, proses absensi di sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) masih dilakukan secara manual sehingga kurang efektif. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem monitoring kehadiran berbasis IoT dan aplikasi mobile untuk meningkatkan efektivitas absensi serta mempermudah penyampaian informasi kehadiran kepada orang tua. Sistem menggunakan kartu RFID, modul MFRC522, ESP32, dan Firebase untuk mengirim data kehadiran secara real-time ke aplikasi mobile guru dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu membaca kartu RFID, menyimpan data kehadiran secara real-time, menampilkan informasi sesuai hak akses pengguna, serta membantu guru mengelola absensi dan memudahkan orang tua memantau kehadiran siswa.
Updated 2026-07-28 13:45:34 +07:00
Updated 2026-07-27 12:21:34 +07:00