Penyakit ini dapat diidentifikasi melalui sejumlah gejala, tetapi tanda infeksi yang paling mencolok selama tahap pertumbuhan tanaman adalah adanya bercak-bercak coklat bundar atau oval dengan lingkaran kuning. Saat bercak-bercak tersebut berkembang, pusatnya akan berubah menjadi abu-abu di tengah-tengah, dan tepi coklat kemerahan akan terlihat. Perubahan warna pada batang juga menjadi ciri khas penyakit ini. Pada varietas yang rentan, luka dapat mencapai panjang 5-14 mm dan dapat menyebabkan layu pada daun. Sementara pada varietas yang tahan, luka berwarna kuning hingga kecoklatan dan berukuran sekitar kepala peniti. Infeksi pada kuntum dapat mengakibatkan pengisian bulir yang tidak sempurna atau terganggu, mengurangi kualitas gabah.
Gejala yang timbul disebabkan oleh jamur Cochliobolus miyabeanus. Jamur ini memiliki kemampuan bertahan hidup dalam benih selama lebih dari empat tahun dan menyebar dari satu tanaman ke tanaman lain melalui spora yang tersebar di udara. Penyebaran penyakit ini juga sering terjadi melalui sisa-sisa tanaman terinfeksi yang tertinggal di lahan dan gulma. Bercak coklat dapat muncul pada semua tahap pertumbuhan tanaman, tetapi infeksi yang paling kritis terjadi mulai dari tahap akhir anakan hingga pematangan. Penyakit ini umumnya lebih sering terjadi di lahan dengan manajemen kesuburan tanah yang kurang tepat, terutama dalam hal unsur hara mikro. Pengendalian yang efektif terhadap bercak coklat dapat dicapai dengan penggunaan pupuk silikon. Selain itu, kombinasi pupuk kotoran ternak dan pupuk kimia dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit. Faktor lingkungan seperti kelembaban tinggi (86 - 100%), periode kelembaban daun yang panjang, dan suhu tinggi (16 - 36 °C) sangat mendukung pertumbuhan jamur ini.