MIF_E31231430/revisi_bobot_topsis.md

11 KiB

Penjelasan Bobot Kriteria dan Justifikasi Jenis Penggunaan Kamera (Revisi Halaman 63 & 64)

Dokumen ini menjelaskan asal-usul nilai bobot kriteria pada setiap jenis penggunaan kamera yang diimplementasikan pada sistem rekomendasi kamera (Jember Kamera) menggunakan metode TOPSIS. Penjelasan di bawah ini dirancang secara akademis sehingga Anda dapat langsung menyalinnya untuk merevisi Laporan Skripsi Anda.


1. Tabel Kriteria dan Matriks Pembobotan Dinamis

Pada sistem aplikasi Jember Kamera, bobot kriteria berubah secara dinamis tergantung pada Jenis Penggunaan yang dipilih oleh pengguna di halaman antarmuka. Nilai bobot ini diambil langsung dari logika program di backend (RekomendasiController.php pada fungsi getBobotByPenggunaan).

Berikut adalah tabel matriks bobot kriteria ($W$) yang digunakan oleh sistem:

Jenis Penggunaan (Kondisi) Price Score ($C_1$) (Cost) ISO Score ($C_2$) (Benefit) AF Score ($C_3$) (Benefit) Sensor Score ($C_4$) (Benefit) Total Bobot
Outdoor - Day (Siang) 0,30 0,15 0,25 0,30 1,00 (100%)
Outdoor - Night (Malam) 0,15 0,50 0,15 0,20 1,00 (100%)
Indoor - Cerah 0,35 0,20 0,20 0,25 1,00 (100%)
Indoor - Gelap 0,15 0,55 0,15 0,15 1,00 (100%)
Semua Kondisi 0,25 0,30 0,20 0,25 1,00 (100%)
  • Price Score ($C_1$) bernilai Cost: semakin murah harga sewa harian, semakin tinggi skornya.
  • ISO Score ($C_2$), AF Score ($C_3$), dan Sensor Score ($C_4$) bernilai Benefit: semakin tinggi spesifikasi teknisnya, semakin tinggi skornya.

2. Justifikasi Akademis Penentuan Nilai Bobot per Jenis Penggunaan

Setiap kombinasi bobot di atas ditentukan berdasarkan prinsip ilmiah fotografi dan kegunaan praktis kamera di berbagai kondisi lapangan. Berikut adalah penjelasan masing-masing kondisi:

A. Skenario Outdoor - Day (Siang Hari)

  • Formulasi Bobot: w = [0.30,\ 0.15,\ 0.25,\ 0.30]
  • Penjelasan/Justifikasi: Kondisi luar ruangan di siang hari memiliki pencahayaan alami (ambient light) yang sangat melimpah dari matahari.
    1. Price Score (0.30) dan Sensor Score (0.30) mendapatkan bobot tertinggi. Karena cahaya sangat cukup, kamera entry-level dengan harga sewa murah sudah bisa menghasilkan foto yang terang, sehingga faktor efisiensi biaya (price) menjadi sangat penting. Di sisi lain, kualitas fisik sensor (sensor) tetap diberi bobot tinggi agar kamera mampu menghasilkan rentang dinamis (dynamic range) yang luas untuk menoleransi kontras bayangan (shadow) dan cahaya matahari langsung (highlight) agar foto tidak pecah atau terlalu putih (blown-out).
    2. AF Score (0.25) mendapatkan bobot tinggi kedua karena aktivitas luar ruangan di siang hari kerap melibatkan objek dinamis (misalnya street photography, olahraga, atau anak-anak). Kecepatan dan jumlah titik fokus otomatis (AF Point) sangat diperlukan agar momen tidak terlewat.
    3. ISO Score (0.15) berbobot terendah karena batas ISO tinggi tidak dibutuhkan di siang hari. Kamera hampir selalu disetel pada tingkat ISO terendah (seperti ISO 100) untuk menjaga kebersihan gambar dari gangguan bintik (noise).

B. Skenario Outdoor - Night (Malam Hari)

  • Formulasi Bobot: w = [0.15,\ 0.50,\ 0.15,\ 0.20]
  • Penjelasan/Justifikasi: Kondisi luar ruangan malam hari minim cahaya alami dan sangat mengandalkan pencahayaan buatan (seperti lampu jalan) atau kondisi gelap.
    1. ISO Score (0.50) menempati porsi setengah dari total bobot (50%). Sensitivitas cahaya adalah penentu utama keberhasilan pengambilan gambar. Kamera wajib memiliki ISO tinggi yang bersih agar bisa memakai kecepatan rana (shutter speed) yang cukup cepat untuk mencegah hasil gambar blur akibat goyangan tangan (camera shake).
    2. Sensor Score (0.20) memiliki bobot tinggi kedua karena ukuran fisik sensor yang besar (seperti Full Frame) memiliki kemampuan menyerap cahaya (light-gathering capability) yang jauh lebih baik serta menekan timbulnya noise saat menggunakan ISO tinggi.
    3. Price Score (0.15) dan AF Score (0.15) mendapatkan bobot minimal. Faktor harga sewa dikesampingkan demi mengutamakan performa teknis kamera. Sementara titik autofokus tidak terlalu krusial karena objek di malam hari sering kali statis (lanskap kota malam) yang dipotret menggunakan tripod atau fokus manual.

C. Skenario Indoor - Cerah

  • Formulasi Bobot: w = [0.35,\ 0.20,\ 0.20,\ 0.25]
  • Penjelasan/Justifikasi: Indoor cerah mewakili pemotretan dalam ruangan dengan pencahayaan memadai dan terkontrol (seperti studio foto, kantor, atau aula yang terang).
    1. Price Score (0.35) mendapatkan bobot tertinggi dibandingkan seluruh skenario. Karena kondisi pencahayaan stabil dan bersahabat, hampir semua kamera dapat bekerja dengan optimal. Dengan demikian, penyewa cenderung lebih memprioritaskan kamera dengan harga sewa yang lebih murah (efisiensi biaya).
    2. Sensor Score (0.25) berada di urutan kedua karena performa sensor menentukan keindahan reproduksi warna (color science) dan detail ketajaman gambar yang biasanya krusial untuk foto studio, potret (portraiture), atau produk.
    3. ISO Score (0.20) dan AF Score (0.20) berbobot sedang-rendah karena pencahayaan yang cukup tidak memerlukan sensitivitas ISO tinggi, dan objek foto dalam ruangan umumnya bergerak lambat/statis sehingga autofokus standar sudah memadai.

D. Skenario Indoor - Gelap

  • Formulasi Bobot: w = [0.15,\ 0.55,\ 0.15,\ 0.15]
  • Penjelasan/Justifikasi: Indoor gelap mewakili kondisi minim cahaya ekstrem di dalam ruangan tanpa bantuan sinar matahari (seperti konser indoor, kafe remang-remang, atau gedung pesta malam).
    1. ISO Score (0.55) mendapatkan bobot tertinggi mutlak (55%). Batas atas sensitivitas sensor sangat menentukan apakah kamera mampu menangkap gambar atau tidak. Tanpa spesifikasi ISO tinggi yang andal, gambar akan gelap gulita atau sangat kabur karena kecepatan rana terpaksa disetel lambat.
    2. Price Score, AF Score, dan Sensor Score (masing-masing 0.15) diletakkan pada bobot terendah. Keutamaan dialihkan sepenuhnya pada sensitivitas cahaya kamera, mengabaikan aspek ekonomis maupun jumlah titik fokus demi mendapatkan gambar yang layak.

E. Skenario Semua Kondisi (General/All Conditions)

  • Formulasi Bobot: w = [0.25,\ 0.30,\ 0.20,\ 0.25]
  • Penjelasan/Justifikasi: Skenario ini mewakili penggunaan kamera serbaguna untuk kebutuhan harian tanpa rencana lokasi yang spesifik.
    1. ISO Score (0.30) diberi bobot sedikit lebih tinggi karena fluktuasi pencahayaan harian membutuhkan kesiapan kamera dalam menangani kondisi minim cahaya sewaktu-waktu.
    2. Price Score (0.25) dan Sensor Score (0.25) diberi bobot seimbang guna menjaga titik tengah antara efisiensi anggaran sewa (price) dengan hasil kualitas detail gambar yang dihasilkan ukuran fisik sensor (sensor).
    3. AF Score (0.20) menyeimbangkan performa fokus untuk objek harian secara stabil.

3. Cara Kerja Perhitungan pada Kode Aplikasi (Rujukan Pertanyaan Sidang)

Di depan dosen penguji, Anda dapat menjelaskan alur pemrograman berikut sebagai bukti integrasi teori TOPSIS ke dalam sistem:

  1. Input Pengguna: Pilihan penggunaan dari dropdown di frontend (form_rekomendasi.blade.php) dikirim ke backend controller.
  2. Pemetaan Bobot: Di dalam file RekomendasiController.php pada fungsi proses(), sistem mencocokkan input dengan array bobot kriteria menggunakan fungsi pembantu getBobotByPenggunaan($request->penggunaan):
    private function getBobotByPenggunaan(string $penggunaan): array
    {
        $bobotMap = [
            'outdoor_day' => [0.30, 0.15, 0.25, 0.30],
            'outdoor_night' => [0.15, 0.50, 0.15, 0.20],
            'indoor_cerah' => [0.35, 0.20, 0.20, 0.25],
            'indoor_gelap' => [0.15, 0.55, 0.15, 0.15],
            'all' => [0.25, 0.30, 0.20, 0.25],
        ];
        return $bobotMap[$penggunaan] ?? [0.25, 0.25, 0.25, 0.25];
    }
    
  3. Kalkulasi TOPSIS: Array bobot dikirim ke kelas TopsisService::hitung($dataMatrix, $bobot, $jenis). Pada tahap pembentukan matriks ternormalisasi terbobot, setiap elemen normalisasi ($r_{ij}$) dikalikan dengan bobot kriteria ($w_j$) sesuai rumus TOPSIS:
    y_{ij} = w_j \cdot r_{ij}

4. Format Salin untuk LaTeX Laporan Skripsi

A. Kode Tabel LaTeX (Menggantikan Halaman 63 & 64)

\begin{table}[h!]
\centering
\caption{Matriks Pembobotan Kriteria Berdasarkan Jenis Penggunaan Kamera}
\label{tab:bobot_penggunaan}
\begin{tabular}{|l|c|c|c|c|c|}
\hline
\textbf{Jenis Penggunaan} & \textbf{Price (Cost)} & \textbf{ISO (Benefit)} & \textbf{AF Point (Benefit)} & \textbf{Sensor (Benefit)} & \textbf{Total} \\ \hline
Outdoor - Day (Siang)   & 0,30 & 0,15 & 0,25 & 0,30 & 1,00 \\ \hline
Outdoor - Night (Malam) & 0,15 & 0,50 & 0,15 & 0,20 & 1,00 \\ \hline
Indoor - Cerah          & 0,35 & 0,20 & 0,20 & 0,25 & 1,00 \\ \hline
Indoor - Gelap          & 0,15 & 0,55 & 0,15 & 0,15 & 1,00 \\ \hline
Semua Kondisi           & 0,25 & 0,30 & 0,20 & 0,25 & 1,00 \\ \hline
\end{tabular}
\end{table}

B. Kode Narasi LaTeX Pendukung

\subsection{Justifikasi Penentuan Bobot Kriteria per Jenis Penggunaan}
Pembobotan kriteria pada sistem rekomendasi kamera ini bersifat dinamis sesuai kebutuhan penggunaan yang dipilih oleh pengguna. Berikut adalah justifikasi akademis penentuan bobot untuk masing-masing skenario penggunaan:

\begin{enumerate}
    \item \textbf{Outdoor - Day (Siang):} Bobot dominan ditempatkan pada Price Score (0,30) dan Sensor Score (0,30) karena melimpahnya cahaya membuat kamera ekonomis sudah memadai, namun sensor berukuran besar tetap dibutuhkan untuk menjaga dynamic range di bawah kontras cahaya matahari langsung. AF Score (0,25) menyokong penangkapan objek bergerak luar ruangan, sedangkan ISO Score (0,15) memiliki bobot terendah karena sensitivitas cahaya tinggi tidak diperlukan di siang hari.
    \item \textbf{Outdoor - Night (Malam):} Didominasi oleh kriteria ISO Score (0,50) untuk memastikan sensitivitas sensor dalam menangkap cahaya minimal. Sensor Score (0,20) menjadi prioritas kedua karena luas penampang sensor fisik meminimalkan noise pada ISO tinggi. Price dan AF Score diberi bobot minimal (0,15) karena performa low-light merupakan kebutuhan utama.
    \item \textbf{Indoor - Cerah:} Price Score memiliki bobot tertinggi (0,35) karena pencahayaan yang stabil membuat sebagian besar kamera mampu menghasilkan gambar yang baik, sehingga aspek ekonomis menjadi variabel penentu terpenting. Sensor Score (0,25) menjamin detail reproduksi warna studio yang tajam.
    \item \textbf{Indoor - Gelap:} Menitikberatkan sepenuhnya pada kemampuan sensitivitas sensor (ISO Score sebesar 0,55) sebagai parameter penentu agar kamera mampu menghindari motion blur akibat keterbatasan cahaya ruangan yang ekstrem.
    \item \textbf{Semua Kondisi:} Menyediakan konfigurasi berimbang sebagai representasi penggunaan harian yang serbaguna (all-rounder).
\end{enumerate}